4 Proses Pernikahan secara Islami - Suami Bijak

Terbaru

Suami Bijak

Bijak Berkeluarga, Bahagia Berumah Tangga

Rabu, 24 Agustus 2016

4 Proses Pernikahan secara Islami

4 Proses Pernikahan secara Islami - Pernikahan adalah fase awal untuk meraih kehidupan rumah tangga.  Dianugerahi keluarga Sakinah, mawaddah dan rahmah (SAMARA) adalah capaian setiap suami istri. 

Bagaimana pun, tidak akan tercapai predikat Keluarga Samara jika tak mengalami prosesnya. Berikut 4 tahapan yang harus dilalui setiap calon pengantin:

1. TA'ARUF  (Perkenalan)

Ta’aruf bukan pacaran. Perkenalan di sini bukan diartikan dengan kenalan diantara dua insan yang tidak saling kenal.  Ta’aruf adalah salah satu proses mengenal calon suami atau istri. Dengan tujuan mencari informasi calon pasangan, terutama bagaimana latar belakang  keluarganya.  Dengan ta’aruf akan dirasakan adil dan jujur bagi kedua belah pihak, karena akan mengetahui karakter calon suami atau istri, dan yang akan menjadi keluarga kerabat kelak.

Jangan sampai disamakan dengan istilah, “Membeli kucing dalam karung”, artinya belum diketahui jelas bagaimana karakter calon suami atau istri.

2. KHITBAH (meminang/melamar)

“Orang mu’min adalah saudra mu’min lainnya. Tidaklah halal bagi seorang mu’min menjual barang yang sudah dibeli saudaranya, atau meminang wanita yang sudah dipinang saudaranya, sampai saudaranya itu melepaskannnya,” (sabdaan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam).
Meminang atau melamar adalah proses kedua setelah ta’aruf. Dilakukan dengan cara bersilaturahni kepada orang tua ata wali calon pengantin wanita. Dengan niat meminta izin dan restu untuk menikahi putrinya.

Disunahkan sebelum meminang diawali dengan basmalah dan shalawat.
“Bismillahirrahmaanirrahiim. Allahummashalli ‘alaa sayyidina Muhammad wa ‘alaa alihii wa shahbih..., “

Jika pinangan telah selesai disampaiakan, calon mempelai pria memberi kesempatan lepada keluarga calon wanita untuk berembuk dan bermusyawarah, mempertimbangkan pinangan tersebut.
Baca Artikel lainnya:
Nafkahi Batin Anak Yatim Dengan Menjadi Ayahnya

3. NIKAH
Akad nikah merupakan perjanjian untuk mengikat diri dalam hal tali pernikahan dengan menetapi syarat dan kewajiban yang harus dipenuhi, yang telah disyariatkan.

4. WALIMAH
Melaksanakan walimah hukumnya wajib. Dengan alasan, untuk menceegah terjadinya fitnah. Menghindari kesalahpahamanan masyarakat melihat dua orang insan berlainan jenis selalu bersama-sama, tinggal serumah atau sering bepergian.

Resepsi pernikahan tidak harus meriah, mengeluarkan ratusan juta, bahkan meminjam ke sana kemari. Walimah bisa dilakukan secara sederhana, dengan memotong seekor kmabing sekalipun.
“Selenggarakan walimah walaupun hanya dengan seekor kambing,” demikian yang didawuhkan Rasulullah shalallahu ‘aliahi wa sallam.

Bagaimana memeriahkan walimah dengan mengundang grup marawis? Tentu sangat diperbolehkan . Asal lagu yang dinyanyikan tidak bertentangan dengan akhlaq. 

Demikian  4 Proses Pernikahan secara Islami. Tentunya banyak budaya dan adat istiadat yang berbeda di daerah masing-masing, namun hendaknya syariat tetap dijaga. (www.suamibijak.com)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika Anda memetik manfaat dari blog Suami Bijak ini, segera BAGIKAN kepada anggota keluarga, sahabat Anda.
Agar mereka juga mendapat manfaat yang sama.

Hatur nuhun.