ANAK SEHARGA 100 JT - Suami Bijak

Terbaru

Suami Bijak

Bijak Berkeluarga, Bahagia Berumah Tangga

Kamis, 13 Oktober 2016

ANAK SEHARGA 100 JT

Kemarin (12/10/16), rekan kerja di sekolah berkisah temannya yang pengin punya anak. Bertahun-tahun belum dikarunia momongan menjadikan minder dan cibiran dari saudaranya yang lain. Berbagai cara untuk bagaiamana cara mendapatkan momongan.


Anak saya banyak, kan?

Untuk memastikan kesehatan, si suami istri memeriksakan keluhannya ke dokter spesialis kandungan. setelah dicek, sang istri sehat. Sedangkan suami?

Suaminya pria tambun yang berbobot. Bisa dikatakan super gemuk. Maka, diceklah si suami. Ketika dicek sperma, ternyata encer. Jadi peluang untuk bisa membuahi rahimnya kemungkinan kurang. Begitu pendapat dokter spesialis.

"Gimana baiknya, Dok"? cemas si suami.
"Masih ada peluang," hibur dokter.
"Apa itu, Dok?"
"Bayi tabung!"

Akhirnya suami istri bermusyawarah, dan mengiyakan usulan dokter spesialis untuk menempuh metode bayi tabung. Apapun diusahakan setiap suami istri untuk memiliki keturunan.

Baca: Jika Momongan Tak Kunjung Datang

Proses berharap mendapatkan anak dengan bayi tabung pun dijalankan. Dikarenakan sebabnya sperma suami encer. Maka, dokter fokus mengatasi masalah suaminya dulu. Langkah yang dicapai, sperma suami dipaksa keluar dengan cara onani. Lalu, sperma tersebut dimasukkan ke dalam kapsul. sudah dua minggu mereka jalankan. Setelah sperma dirasa cukup matang, maka hasilnya akan di masukkan ke rahim.

Sudah sebulan suami istri ini mengikuti proses bayi tabung ini. Jika diuangkan, mereka sudah mengeluarkan lebih 100 juta rupiah.

Luar Biasa!!! Calon Anak dengan nilai ratusan juta.

Berbahagialah bagi orang tua yang sudah memiliki keturunan. Ini amanah yang akan dipertanggungjawabkan. Jangan sampai semena-mena menghukum anak tanpa ada dasar yang jelas.

Baca: Hati-hati Menghukum Anak
Pun dengan orang tua yang belum memiliki keturuan. Hendaknya tidak usah berkecil hati. Banyak langkah yang perlu kita ikhtiarkan. Minta do'a dari orang tua dan orang lain, do'a dari anak yatim, misalnya.

"Siapa yang akan menolongmu ketika dilanda kesedihan. Keajaiban do'a adalah pusaka yang tak terkalahkan"
(Roni Yusron Fauzi)

Saya bersama Dafa, ia sudah tak beribu

Sahabat Bijakers, ternyata apa yang kita inginkan belum sesuai dengan apa yang Allah kehendaki.

Kita hanya bisa berupaya, berdo'a dan tawakkal.

Semoga siapapun yang membaca kisah nyata ini, yang belum mempunyai anak/keturunan secepatnya Allah kasih.

Jangan lupa bernadzar dengan nama "Muhammad"

- "Ya Allah... Saya bernadzar, jika diberikan anak, akan dinamakan Muhammad..."

***

Kisah di atas adalah kisah nyata, seperti yang dituturkan oleh teman saya, Bu Rahayu.

2 komentar:

  1. temen saya juga sempat mengeluhkan karena belum di beri momongan, akhirnya dia berhenti bekerja dan fokus ihtiar agar masa penantian 2 tahun tidak bertambah lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih banyak sodara kita yang masih belum dikasih amanah.
      Bahkan teman saya sudah tahun belum dikasih.

      Hapus

Jika Anda memetik manfaat dari blog Suami Bijak ini, segera BAGIKAN kepada anggota keluarga, sahabat Anda.
Agar mereka juga mendapat manfaat yang sama.

Hatur nuhun.