Jika Momongan Tak Kunjung Datang - Suami Bijak

Terbaru

Suami Bijak

Bijak Berkeluarga, Bahagia Berumah Tangga

Rabu, 05 Oktober 2016

Jika Momongan Tak Kunjung Datang

Jika Momongan Tak Kunjung Datang - Suatu sore, ibu muda diantar sang adik berkunjung ke rumah saya. Sudah dipastikan ibu muda ini pengin ngobrol sama saya soal momongan. Saya tahu karena sebelumnya sang adik pernah mengutarakan sebelumnya sama saya.
"A, nyungkeun do'ana kanggo si teteh hoyong kagungan murangkalih," kata sang adik beberapa waktu sebelum ibu muda ini datang ke rumah saya
Jika diterjemahkan dengan bahasa Indonesia: "A, minta do'anya buat kakak pengin punya anak,"
"Insya Allah," jawab saya.

Ada lagi teman saya sesama guru di sekolah yang mengutarakan dengan ngobrol nyantai seputar momongan. Sudah beberapa tahun pasca pernikahan belum juga dikaruniai momongan.

Urusan momongan atau keturunan, jika kita kembalikan kepada Allah adalah hak mutlak prerogratif Yang Maha Pemberi. Allah belum mengamanahi suami istri untuk memiliki anak. Namun, ada beberapa hal yang bisa diusahakan untuk mendapatkan amanah tersebut. Karena ini masuk kategori Taqdir Muallaq, artinya takdir atau ketentuan yang bisa diubah dengan ikhtiar dan do'a. (kali ini saya tidak akan membahas tentang lebih detail tentang Taqdir Muallaq).

Bahkan pasangan suami istri pun bisa mengusahakan apakah mau melahirkan anak laki-laki atau perempuan?

Tentuya ada langkah-langkah/cara /metoda mengikhtiarkan para suami istri untuk mendapatkan anak, tanpa harus mengadopsi.
Oki Setiana Dewi & Suami memangku Anaknya. (istimewa)

Nadzar dengan asma Muhammad

Habib Munzir bin Fuad Al Musawwa pernah ditanya salah satu muhibbinnya mengenai cara mendapatkan anak.
"Bernadzarlah!" jawab Habib Munzir
Ucapan nadzar bisa seperti ini:
"Jika saya mendapatkan anak laki-laki, saya akan menamakan dengan nama Muhammad,"

Alhamdulillah, saya dikarunia anak ketiga berkat dari nadzar saya sama Allah. Munajat saya waktu itu, "Ya Allah... jika anak saya laki-laki, saya bernadzar akan menamakan dengan nama Muhammad Mundzir Fauzi. 

Saya yakin dengan didawuhkan Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam;
 "Barangsiapa yang sulit mempunyai keturunan, lalu ia bernadzar memberi nama anaknya dengan namaku (maksudnya: Muhammad), maka Allah akan memberikan keturunan padanya," dijelaskan dalam Kitab Sirah Halabiyyah
Lalu bagaimana jika lahirnya malah perempuan?
Tentunya, jika ia dianugerahi anak perempuan, tidak perlu dinamai dengan nama Muhammad. Namun nadzar di atas akan membuka anugerah Allah Ta'ala agar pasangan suami istri dikaruniai keturunan.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika Anda memetik manfaat dari blog Suami Bijak ini, segera BAGIKAN kepada anggota keluarga, sahabat Anda.
Agar mereka juga mendapat manfaat yang sama.

Hatur nuhun.