Sasakala Gunung Kancing - Suami Bijak

Terbaru

Suami Bijak

Bijak Berkeluarga, Bahagia Berumah Tangga

Senin, 17 Oktober 2016

Sasakala Gunung Kancing

Garut kaya dengan pegunungan yang indah. Dengan banyak cerita rakyat mengenainya. Sebut saja Gunung Cikuray, Gunung Papandayan, Gunung Haruman dan Gunung Gede.

Namun, ada gunung yang belum banyak diekspos. Salah satunya Gunung Kancing. Padahal bisa saja gunung bisa dijadikan objek wisata.

Sabtu, 15 Oktober 2016, saya pergi bersama dua orang kawan ke Kampung Patrol, Desa Leles, Garut. Tujuannya untuk mengontrol anak-anak yang mengikuti Perkemahan Jum'at, Sabtu & Minggu (PERJUSAMI).

Saya berangkat dari sekolah, MTs IQRO sekitar pukul dua siang. Bagi crosser, menapaki jalan menuju Kampung Patrol bisa jadi lebih asyik. Karena jalannya cukup licin dan berbatuan menjadi tantangan. Tapi, tidak bagi kami. Kami harus rela dan terpaksa menikmati perjalanan yang cukup membuat tangan pegal nge-gas motor matic.

Jalan licin berbatuan seperti sungai tanpa air. (Doc. Pribadi)
Bagi yang belum biasa, siap-siap aja kaki harus naik turun untuk menjaga keseimbangan. Apalagi banyak yang hilir mudik mobil besar yang menarik pasir atau mobil kecil untuk menarik bahan-bahan tas.

Siapkan Mata untuk Melihat Pemandangan Excotic


Meskipun akses jalan tak bagus, tapi jangan khawatir, Anda akan disambut dengan pemandangan yang masih belum terjamah. Salah satunya, Gunung Kancing yang punya cerita menarik di dalamnya.

yang ini bukan Kuncen Gunung Kancing yaa...

Sasakala Gunung Kancing

Di balik nama pasti ada sesuatu peristiwa dan kejadian di belakangnya. Seperti Gunung Kancing ini. Ba'da Isya beberapa orang penduduk Kampung Patrol mendatangi kami yang tengah menyalakan api untuk sekedar menghangatkan badan. Karena di sini cukup dingin, sama halnya dengan di Cikajang.

Saya termasuk cerewet untuk urusan sejarah. Salah satunya asal usul Kampung Patrol. Patrol berarti Perbatasan. Kampung Patrol ini perbatasan diantara Garut dan Majalaya, Bandung.

Menurut warga, Gunung Kancing berarti penguat. Seperti halnya baju kemeja tak berkancing. Maka, Gunung Kancing pun sebagai "paseuk'' khususnya bagi Kampung Patrol, Dano.


Kampung Patrol Bebas Maling

Motor tidak dikunci ganda, di simpan di depan rumah atau di pinggiran sawah, selama masih di kawasan Patrol, maka aman. Ya. Jangan coba-coba untuk membawa motor tanpa ijin alias maling di daerah ini. Karena leluhurnya dahulu pernah mengatakan, "Cadu lamun Kampung Patrol kapalingan"

Mitos ini masih dipercayai sebagian besar warga Kampung Patrol sampai saat ini. Bahkan sering kejadian maling yang balik lagi ke Kampung Patrol.

"Pernah ada maling motor di kampung kami, beberapa hari kemudian si maling balik lagi sambil membawa motor dan menyerahkan diri," kata salah satu warga yang menemani saya bakar Ubi.

Tak hanya itu, pernah juga ada seorang buruh asal Majalaya yang bekerja di Kampung Patrol, ia membawa uang 30 juta dan handphone milik warga. Si maling balik lagi ke Kampung Patrol. Lagi-lagi si maling menyerahkan diri. Padahal si maling sudah kabur sampai Jambi.

Masyarakat Kampung Patrol masih mempercayai selama Gunung Kancing menjulang, selama itu pula kampungnya bebas dari maling.

Gunung Kancing ini sebagai pembatas Kecamatan Leles dan Kecamatan Samrang, Garut.

1 komentar:

  1. Waah..mitos yg unik. Sayapun demikian jika singgah ke suatu tempat selalu penasaran di balik kilas sejarahnya

    BalasHapus

Jika Anda memetik manfaat dari blog Suami Bijak ini, segera BAGIKAN kepada anggota keluarga, sahabat Anda.
Agar mereka juga mendapat manfaat yang sama.

Hatur nuhun.