Cara Menghadapi Suami yang Impoeten, Berikut Solusi dari Ustad Segaf - Suami Bijak

Terbaru

Suami Bijak

Bijak Berkeluarga, Bahagia Berumah Tangga

Senin, 28 November 2016

Cara Menghadapi Suami yang Impoeten, Berikut Solusi dari Ustad Segaf

Diantara tujuan menikah adalah untuk mendapatkan anak dan tersalurnya keingingan untuk berhubungan intim dengan pasangan nikahnya. Sehingga jika salah satu diantara kedua tujuan tersebut tidak tercapai, biasanya kondisi itu akan memengaruhi hubungan dalam rumah tangga.

Jika hal itu terjadi dalam rumah tangga, agama kita telah menggariskan hukum dan solusinya. Mengenai hal ini, saya bagikan bagaimana solusinya yang telah dipaparkan oleh Ustad Segaf bin Hasan Baharun.

Baca Juga : Jawaban Bijak Habib Lutfi bagi Suami Istri yang Ingin Segera Punya Momongan
sumber gambar: tuntunanshalat.com

Hukum Jika Suami Impoten

Laki-laki yang menderita impotensi, yaitu ketidakmampuan dalam hal ereksi, sehingga tak dapat melakukan penetrasi zakarnya ke dalam kemaluan istri. Hukumnya terkait dengan hal itu sebagai berikut:

Pertama, jika istri menerima keadaan suami dalam keadaan seperti itu (impoten), tetaplah pernikahan mereka. Karena hak memilih antara tetap bersamanya atau tidak dikarenakan impotensi merupakan hak istri saja dan sama sekali tak tekait dengan hak walinya.

Walaupun wali nikahnya meminta agar pernikahannya dibatalkan , misalnya karena merasa iba kepadanya, maka permintaan itu tidak harus diikuti.

Kedua, jika sang istri tidak menerima keadaan itu, apapun alasannya, hendaknya ia melapor ke hakim. Dalam hal ini pengadilan agama. Kemudian hakim memberi waktu kepada sang suami selama satu tahun untuk melihat perkembangan keadaannya selama itu. Pada masa tersebut, sang suami diberi kesempatan untuk menyembuhkan serta membuktikan kemampuannya.

Baca Juga: Jawaban Bijak Habib Lutfi bagi Suami Istri yang Ingin Segera Punya Momongan


Setelah berlalunya waktu setahun, hakim akan menanyakan itu kembali kepada sang suami. Jika suami mengaku telah menyetubuhi istrinya dalam masa setahun itu, hukumnya diperinci sebagai berikut:


Jika sang istri seorang JANDA

Jika sang istri seorang JANDA ketika dinikahi. Maka, hakim memerintahkan kepada suami itu untuk bersumpah bahwa ia memang telah menyetubuhinya. Jika ia menolak, giliran sang istri yang bersumpah bahwa suaminya tersebut belum pernah menyetubuhinya.


Jika istri mau bersumpah sedangkan suami tidak mau, atau sang suami megnaku belum pernah menyetubuhinya, boleh bagi istrinya itu langsung memfasakh (membatalkan) nikahnya. atau hakim yang melakukannya, setelah dari meneapkan bahwa suami tersebut adalah seorang yang impoten.

Jika sang istri seorang PERAWAN

Adapun jika sang istri masih perawan ketika dinikahi dulu, dan belum pernah berhubungan badan. Maka, hakim akan meyumpah sang istri telebih dahulu, yaitu bahwa suaminya itu belum pernah menyetubuhinya.

Jika istrinya telah bersumpah, dialah yang dipercaya. Jika ia menolak, baru suaminya yang bersumpah, yaitu bahwa dia telah menyetubuhinya, dan sang suamilah yang dipercaya.

Jika Istri tidak mau Menunggu Satu Tahun?

Jika sang istri tidak mau menunggu selama satu tahun yang diberikan oleh hakim untuk menunggu sang suami dalam proses penyembuhan, solusi lainnya adalah melepaskan dirinya dari suaminya dengan cara Tholaq Khulu', yaitu Tholaq dengan imbalan.

Misalnya, sang istri berkata kepada suaminya, "Ceraikan aku, maka aku akanberikan motor buatmu."

Jika sang suami mengabulkannya, misalnya dengan mengatakan, "Ya, aku ceraikan kamu dengan imbalan tersebut."

Maka, jatuhlah thalaq satu antara keduanya. Dan sang suami tidak boleh rujuk (kembali) kepada istrinya tersebut, walupun sang isri masih dalam 'iddah. Kecuali dengan proses pernikahan baru.

Hukum Minta Cerai karena Sumai Impoten

Menurut pendapat jumhur yag paling kuat dalam Madzab Imam Syafi'i, hak untuk bersetubuh itu milik suami, bukan milik istri. Jika TIDAK, ia berdosa. Sebagaimana sabda Rasulullah shalallhu 'alaihi wa sallam:
"Jika seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya (untuk berjima'), lalu sang istri menolaknya, sehingga suaminya tersebut marah kepadanya, para malaikat melaknatnya hingga pagi hari," (HR. Muttafaq 'Alaih)
Jika sang istri yang meminta kepada suaminya untuk bsesetubuh, lalu suami menolaknya, suami tidak berdosa.
Hikmahnya adalah karena kendali untuk berhubungan badan terletak pada suami. Sebab, jika sang suami tidak ereksi, bagaimana mungkin akan terjadi hubungan badan tersebut?

Tidak wajib atas suami menyetubuhi istrinya kecuali dalam satug gambaran, yaitu jika ditakutkan sang istri akan berselingkuhjika tidak digaulinya. Dalam hal ini, hukumnya wajib atas suami tersebut untuk menggaulinya.

Tetapi, berjima' itu sudah menjadikebutuhan setiap pasangan saumi istri. Jika hasrat tersebut tidak tersalurkan, maka boleh bagi istri meminta cerai. Asalkan sesuai dengan perjanjian akad pernikahan. Yaitu, jika dipertahankan pernikahan itu, harus dengan asas melaksanakan kewajiban masing-masing atau berpisah dengan cara yang baik.


Demikian yang bisa saya bagikan mengenai Cara Menghadapi Suami yang Impoeten, Berikut Solusi dari Ustad Segaf



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika Anda memetik manfaat dari blog Suami Bijak ini, segera BAGIKAN kepada anggota keluarga, sahabat Anda.
Agar mereka juga mendapat manfaat yang sama.

Hatur nuhun.