Digital Literasi: Memadukan Buku dan Internet Sebagai Jendela Informasi Masa Depan - Suami Bijak

Terbaru

Suami Bijak

Bijak Berkeluarga, Bahagia Berumah Tangga

Minggu, 11 Desember 2016

Digital Literasi: Memadukan Buku dan Internet Sebagai Jendela Informasi Masa Depan

SuamiBijak.com - Bagi saya, Buku dan Internet menjadi bahan informasi tambahan saat ini. Membaca sudah menjadi kebutuhan dan hobi sejak Sekolah Dasar hingga sekarang. Dengan membaca seakan saya sedang traveling di negeri orang. Apalagi ketika saya membaca Laskar Pelangi-nya Andrea Hirata.

Saya bersama anak-anak

Pun saya sangat termotivasi ketika membaca "Aku Mau Ayah"-nya Irwan Rinaldi. Kumpulan tulisan yang berisi 45 kisah nyata anak-anak yang terabaikan. Kisah-kisah dalam buku itu sangat mengena bagi saya, yang sama-sama beraktifitas di dunia pendidikan anak.

Buku kecil buah karya tokoh parenting seperti Irwan Rinaldi ini sangat sangat layak untuk dibaca, terutama bagi seorang ayah dan calon ayah. Akan ada banyak hikmah yang bisa diperoleh sebagai bekal kita untuk menghadapi anak-anak kita.

Sebagian besar isi buku "Aku Mau Ayah" ini adalah tentang kekecewaan anak-anak terhadap ayah mereka yang hampir tidak menganggap mereka ada. Sungguh miris.

Buku Aku Mau Ayah, hadiah dari Anak Muslim Indonesia

Dari buku kecil ini, saya begitu banyak pelajaran setelah membacanya:

Pertama, Menjadi Tambah Sayang Anak dan Anak-anak

Ya. Saya merasa disuntik lepas membaca buku Aku Mau Ayah, apalagi dengan judul "Anak-anak di Masjid: Kenapa Kita Mesti Cemas." Irwan Rinaldi menulis:
Menjelang shalat jumat, saya berdiri di satu di antara tiang luar sebuah masjid. Saya bertanya, apakah ini juga terjadi di masjid-masjid yang lain? Apakah anak-anak disortir atau ditakut-takuti juga? Apakah anak-anak dihardik, dibentak, dan dipelototi juga seperti itu?
Saya terus berjalan masuk masjid, ragu-ragu, dan penuh pertanyaan tentang keadaan ini. Saya berdoa semoga Allah melihat kenyataan ini dan menyuruh malaikat-Nya melakukan peneguran secara langsung kepada orang dewasa yang terlibat.
Duduk. Menghadap ke mimbar. Menunggu pembukaan dari pengurus masjid. Pembukaan yang biasa menjadi tidak biasa ketika Bapak Ustaz pengurus masjid yang fasih menukilkan ayat-ayat Al Quran itu, mengancam anak-anak secara terbuka. "Kalau mau main-main, nggak usah ke masjid. Pulang saja!" Dan seterusnya... 
Inilah fenomena di kehidupan sehari-hari. Saya merasa "ditonjok" dengan Irwan Rinaldi. Dan ini sering terjadi di lingkungan sekitar kita.

Saya yang saat ini mengasuh sebuah perpustakaan dhuafa, "Rumah Baca AsmaNadia Garut" setiap hari bercengkrama dengan anak-anak. Tambahnya sayang bukan hanya kepada anak kandung saja, justru lebih menyayangi mereka anak-anak yatim dan dhuafa.

Kedua, Menerbitkan Buku yang Sejenis

Terinspirasi dari Irwan Rinaldi yang menulis buku Aku Mau Ayah, saya pun mengajak penulis lain dalam kumpulan kisah nyata seputar anak dan ayah yang terabaikan. Buku berjudul "Aku Rindu Ayah" masih dalam proses pengerjaan sampai saat ini. Prosesnya sangat lama sekali. Karena berharap bisa tembus ke penerbit mayor.

Ketiga, Tambah Inovasi, Ide Kreatif Tambah Kaya

Ya. Saya sadari. Sering berkumpulnya dengan mereka, anak-anak, menjadikan pribadi saya untuk terus berinovasi. Memfasilitasi pendidikan gratis buat mereka.

Salah satunya adalah memfasilitasi mereka belajar komputer gratis. Mereka belajar komputer dasar, sampai mampu menjalankan beberapa program yang dipelajari. Diantaranya, Ms. Office Word, Excel, Power Point, CorelDraw dan PhotoShop.

Belajar Komputer GRATIS untuk anak yatim dan dhuafa di rumah

Harapan saya dari mereka adalah mereka harus mempunyai keahlian. Apalagi dengan dunia Informasi dan Teknologi seperti saat ini.

Pun saya mengenalkan mereka dunia internet. Menggunakan dan memahami internet secara sehat. Agar tidak kecolongan jika suatu saat mereka berselancar di dunia maya dengan jutaan konten tersebar.

Dengan menggunakan Mifi Andromax M2Y yang mendukung sampai dengan 32 koneksi pengguna dalam waktu bersamaan. Inii solusi bagi saya yang belum memasang modem berkabel. Belajar komputer pun bisa di luar rumah tanpa mengandalkan modem berkabel.

Di dunia Teknologi Informasi, saya banyak belajar dari orang-orang IT pastinya. Atau mengikuti workshop, seminar, atau kopdar bareng blogger. Termasuk waktu itu bisa berkesempatan kopdar bareng Smartfren Community.

Kopdar bareng Smartfren Community di Kampung Sampireun, Garut

Memadukan antara buku dan internet menjadi sebuah kegiatan secara berkesinambungan di Perpustakaan dhuafa Rumah Baca Asma Nadia Garut yang saya asuh ini.

Dan saya sangat yakin dengan Memadukan Buku dan Internet Sebagai Jendela Informasi Masa Depan adalah langkah tepat solusi Digital Literasi di masa saat ini.


2 komentar:

Jika Anda memetik manfaat dari blog Suami Bijak ini, segera BAGIKAN kepada anggota keluarga, sahabat Anda.
Agar mereka juga mendapat manfaat yang sama.

Hatur nuhun.