Jika Calon Suami Tidak Disetujui Orangtua - Suami Bijak

Terbaru

Suami Bijak

Bijak Berkeluarga, Bahagia Berumah Tangga

Senin, 05 Desember 2016

Jika Calon Suami Tidak Disetujui Orangtua

Sahabat Bijakers, pernikahan di dalam Islam bertujuan sangatlah mulia. Yaitu untuk menggapai samara: sakinah, mawaddah wa rahmah (ketenangan, cinta dan kasih sayang).

Tentu saja untuk menggapai itu semua ada syarat yang harus dipenuhi laki-laki sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, memotivasi para calon imam keluarga ini:

“Wahai sekalian pemuda...
Barangsiapa diantara kalian sanggup memikul beban tanggung jawab pernikahan, hendaklah ia segera menikah...”

Adapun bentuk tanggung jawab yang harus dipikul laki-laki sebagai imam keluarga, diantaranya tercantum dalam Quran Surat An Nisa ayat 34.

Sebagai imam, ia juga harus mempunyai kelebihan dalam berbagai hal; kekuatan, bijak, sanggup menjaga dan mendidik anak dan istrinya kelak. Dan yang terpenting ia sanggup memberikan nafkah yang layak.
 JIka CAlon Suami Tidak Disetujui Orangtua

Oleh karena itu, dalam pandangan ilmu Fiqih, hukum menikah bisa menjadi wajib, sunnah, mubah (boleh), makruh, bahkan haram.
Baca Juga: Lewati 1 Pintu ini, Jika Ingin Meraih Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rahmah
Cita-cita membentuk keluarga bahagia menjadi keinginan setiap orang. Namun, selalu ada saja masalah yang seakan tak akan pernah habisnya selalu datang dalam kehidupan kita. Termasuk ketika kita mempunyai calon pasangan, orang tua tidak setuju, misalnya.

Lantas, Bagaimana Jika Calon Suami Tidak Disetujui Orangtua?

Sahabat Bijakers...

Setiap orangtua pasti menginginkan hal yang terbaik bagi anaknya. Termasuk untuk urusan calon suami. Kita harus pintar-pintar melihat sudut pandang orang tua kita saat menanggapi maslah ini, sehingga kita bisa bersikap objektif.
Baca Juga: Niat Pernikahan Sebelum Menikah
Bila alasan penolakan orang tua tidak realistis, maka diperlukan pembicaraan secara baik-baik. Biasanya orang tua ketakutan kalau anaknya serba kekurangan. Perlu diingat, rezeki berupa harta sekalipun, Allah Yang Maha Mengatur.

Kita perlu meyakinkan orang tua bahwa pasangan yang kita pilih adalah orang yang memiliki tanggung jawab, termasuk dalalam urusan nafkah.

Ikhtiar dibarengi do’a untuk memastikan kita sudah mantap untuk memilih calon pasangan kita adalah perkara wajib. Karena setelah menginjak di dunia pernikahan, banyak tangga-tangga yang harus kita jajaki dan tapaki.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika Anda memetik manfaat dari blog Suami Bijak ini, segera BAGIKAN kepada anggota keluarga, sahabat Anda.
Agar mereka juga mendapat manfaat yang sama.

Hatur nuhun.