Ketika Jodoh Tak Kunjung Datang - Suami Bijak

Terbaru

Suami Bijak

Bijak Berkeluarga, Bahagia Berumah Tangga

Jumat, 17 Maret 2017

Ketika Jodoh Tak Kunjung Datang

SUAMIBIJAK.COM - Ketika Jodoh tak Kunjung Datang, dilema, minder, putus asa bahkan (na'udzubillah) berburuk sangka sama Allah.


Jodoh adalah perkara ghaib. Tak ada makhluk mana pun yang tahu siapa jodoh kita. Karena jodoh suah menjadi kehendak Allah. 

Namun, ikhtiar untuk mendapatkan jodoh harus terus diupayakan semaksimal mungkin. 

"Saya sudah shalat hajat, kok!"
Shalat Hajat adalah ikhtiar kita dengan Khalik. Inilah cara utama yang paling tepat untuk berharap kita mendapatkan jodoh. Perkara dikabulkan atau pun tidak itu bukan urusan kita. Hak Allah untuk mengabulkan permohonan kita.

Bisa jadi Allah sangat sayang kepada kita. Allah sangat suka dengan hamba-Nya yang meminta, memohon dengan sangat. Apalagi ketika hamba-Nya memohon di saat-saat waktu sepertiga malam. 

Setiap do'a yang kita haturkan, semuanya dikabulkan Allah. Adakalanya jawaban itu baik menurut kita, baik menurut Allah. Ada juga buruk menurut kita, tetap baik menurut Allah. Kita tidak tahu makna hakikat jawaban dari Allah yang sebenar-benarnya.

Berbaik Sangkalah

Sangkaan (dzon) timbul dari Qolbu. Berbaik sangka sering kita dengar dengan kata Husnudzon, sementara buruk sangka adalah su'udzon.

Na'udzu billah, jika terbesit dalam hati kita ada getar su'udzon kepada Allah. Kepada sesama manusia saja suudzon menjadi kesalahan besar, apalagi kepada Allah yang telah memberikan limpahan kenikmatan kepada kita. 

Kembali ke Agama

Jika suatu masalah dengan teori atau logika tidak bisa menjadi sebuah jawaban. Maka, harus dikembalikan kepada poros hukum. Yaitu kembali kepada agama.

Ya. ketika Jodoh tak Kunjung Datang, jika dijawab dengan logika saja, maka tak akan mampu menjawabnya. Yang ada hanyalah bertambahnya penyakit psikis yang akan merasuki kita. 

Rasa minder mengawali dari penyakit bagi siapa saja yang saat ini belum menemukan jodoh. Ketika melirik orang lain, rekan kerja, teman sekampus, kawan sekolah yang mungkin saat ini sudah menggendong anak. Sementara kita? Boro-boro menggendong anak, jodoh juga belum dapat?

Kembalilah ke Agama
Kembalilah ke Allah

Bisa jadi selama ini masih belum menjadi hamba dambaan Allah. 

Minta dido'akan dan dicarikan sama Orang lain

Pun meminta dido'akan kepada orang lain adalah salah satu ikhtiar kita untuk mendapatkan jodoh. Siapa tahu do'a orang lain lebih cepat dikabulkan Allah dari do'a kita. Apalagi dido'akan dengan orang tua, terutama ibu.

Biasanya seorang anak lebih dekat kepada ibunya, tetapi jarang sang anak jujur meminta do'a dalam urusan jodoh. 

Kenapa harus malu?

Toh yang kita inginkan adalah perkerjaan mulia. Minta jodoh, yang selanjutnya untuk berlangsung ke pernikahan. Ibadah.

Tak hanya minta dido'akan, tetapi ditambah dengan, "Tolong carikan saya jodoh!"

Apakah salah?

Jelas TIDAK. Justru sebenarnya tanggung jawab orang tua yang mencari dan menikahkan anak perempuannya. 

Semoga siapa pung yang belum mendapatkan jodoh, Allah berikan jodoh dengan keridhoan.

1 komentar:

Jika Anda memetik manfaat dari blog Suami Bijak ini, segera BAGIKAN kepada anggota keluarga, sahabat Anda.
Agar mereka juga mendapat manfaat yang sama.

Hatur nuhun.