Mangkal di Depan Masjid, Ibu Imas Bisa Bawa Pulang ke rumah 8 JT - Suami Bijak

Terbaru

Suami Bijak

Bijak Berkeluarga, Bahagia Berumah Tangga

Jumat, 10 Maret 2017

Mangkal di Depan Masjid, Ibu Imas Bisa Bawa Pulang ke rumah 8 JT

SUAMIBIJAK.COM - "Ketika kamu keluar rumah, niatkan setiap langkah kakimu untuk bisa mendapatkan ilmu dan hikmah yang baru!" begitu salah satu guru saya mengajarkan.

Alhamdulillah, kalimat itu terpatri dalam hati sampai sekarang.

Seperti hikmah baru yang saya dapatkan saat perjalanan dari Garut menuju Sumedang, untuk menghadiri adik (putri bibi) yang akan melangsungkan pernikahan.

Saya yakini setiap detik, Allah gerakan tubuh ini dengan jutaan hikmah yang harus digali untuk ditafakuri. Termasuk dalam setiap perjalanan kita.

Awalnya, saya akan berangkat ke Sumedang selepas mementori anak-anak di MI IQRO yang akan mengikuti Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (AKSIOMA). Namun, Kamis sore saya harus ketemuan sama ibu-ibu pengajian di Kampung Lunjuk Girang. Saya belum sempat memberitahu pimpinan ibu-ibu majelis, kalau saya tak akan hadir. Karena menjadi tanggung jawab, akhirnya saya mengisi dulu rutinan Kamisan.

Jam lima sore akhirnya saya beramgkat dari Garut dengan Primajasa. Cileunyi menjadi tempat transit untuk pindah angkutan umum lain. Tiba di Cileunyi pas adzan Maghrib. Usai shalat berjamaah sambil menunggu angkutan umum, saya mendekati lapak dagang depan Masjid Al Musyawarah, Cileunyi, Bandung.

ilustrasi

Bercengkrama sekedar say hallo menjadi kebiasaan saya jika bertemu dengan orang baru. Termasuk ibu penjual asong ini yang saya dapati.sedang menghisap rokok kretek.

"Kopi hitam satu, Bu!" pesan saya.

Beberapa menit kemudian kopi hitam sudah siap saya minum. Rasa mual sedikit terobati dengan kopi hitam tiga ribu.


"Suka sampai jam berapa mangkal, Bu?"

" Full, A. Sehari semalam."

"Sehari suka dapat berapa, Bu?" lanjut saya.
"Alhamdulillah, rata-rata 700 ribu," sambil menghisap rokok kretek dengan sangat berat.
"Hebat juga ya?" saya semakin seru untuk terus melanjutkan obrolan ini.
"Bahkan saya pernah dapat 8 juta, A," kata ibu berkerudung itu penuh pasti.
"delapan juta?" saya nyaris tak percaya.

Ibu Imas. Sehari-harinya hanyalah pedagang yang mangkal di depan Masjid Al Musyawarah. Sudah 20 tahun sewaktu ia gadis, dan kini ditemani suaminya menyediakan barang dagangan. Kopi seduh, dan minuman ringan lainnya.

Ia mangkal bergantian dengan suaminya. Bu Imas dari pagi sampai menjelang Maghrib, sementara suaminya kebagian shif malam. Meskipun dagangannya 'hanya' minuman ringan dan beberapa cemilan, ternyata penghasilan sehari-harinya bisa mengalahkan pegawai negeri sipil. 

Meraup Omzet 8 Juta Sehari Semalam


Penghasilan sehari-harinya jika dirata-ratakan sekitar 700-800 ribu. Pernah ia mendapatkan omzet 8 juta. Ya. DELAPAN JUTA.

Ia dapatkan delapan juta dalam sehari semalam jika waktu lebaran tiba. Termasuk, lebaran tahun kemarin.
"Alhamdulllah, A. Ramadhan benar-benar bulan berkah,"

Lebaran atau Iedul Fitri baginya menjadi moment yang sangat dinanti. Karena penghasilanya sebagai pedagang bisa bertambah untuk bisa membiayai anak semata wayangnya yang sudah remaja.

Menikahkan 8 Anak yatim


Ibu Imas yang tinggal di Kampung Pasir Nangka, belakang Al Masoem ini tidak lupa diri. dalam hartanya ada rezeki orang lain. Termasuk untuk berbagi. sama halnya dengan suami yang kaya hati. Yang selalu menyayangi anak-anak yang bukan anak kandungnya.

Pernah suatu hari, suami Ibu Imas mendapati anak terlantar tak jauh di depan warung dagangannya. Setelah ditanya, sang anak adalah yatim. Tak lama-lama ia bawa anak itu untuk ia dan bu Imas asuh, layaknya anak sendiri.

"Saya sudah menikahkan 8 anak yatim, A," Bu Imas melanjutkan kisahnya.

Anak yatim yang diasuh dan dinikahkan ternyata ada yang dari Jawa, Madura dan di luar kota lainnya.Resepsi pernikhannya pun sama dengan orang-orang kebanyakan. Sewa sound sistem dan hiburan.

"Apakah ini juga berkah dari menyantuni anak yatim?" batin saya.

***

Begitu banyak ilmu, hikmah dan pengalaman yang bisa saya petik dari obrolan singkat saya bersama Ibu Imas.

Pertama, Jangan Pernah Menyepelekan Seseorang
Sering kita tertipu dengan tampilan luar. Sementara kita tidak bagaimana hati seseorang.

Kedua, Ada Rezeki Orang Lain dari Harta Kita
Harta hanyalah titipan, bukan keabadian. Jika harta itu halal, maka akan diperhitungkan. Jika haram, kesengsaraaan yang akan didapati.

Ketiga, Berkahnya Menyantuni Anak Yatim

Ada keajaiban yang akan kita dapati jika kita ditakdirkan bisa menyantuni anak yatim. Berbahagialah bagi mereka yang bisa menyantuni, membantu meringankan pendidikan anak yatim tak berbapak. Apalagi mengasuhnya.

Keempat, Ada Hikmah di Setiap Perjalanan

Selalu saja akan mendapatkan pelajaran berharga jika kita jeli menggali dalam setiap perjalanan yang kita susuri.

***
Terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca tulisan sederhana ini. Semoga banyak hikmah, khususnya bagi saya.



1 komentar:

Jika Anda memetik manfaat dari blog Suami Bijak ini, segera BAGIKAN kepada anggota keluarga, sahabat Anda.
Agar mereka juga mendapat manfaat yang sama.

Hatur nuhun.