Parenting: Membiasakan Mendongeng Sebelum Tidur - Suami Bijak

Terbaru

Suami Bijak

Bijak Berkeluarga, Bahagia Berumah Tangga

Minggu, 19 Maret 2017

Parenting: Membiasakan Mendongeng Sebelum Tidur

SUAMIBIJAK.COM - Bagi suami istri, ayah-ibu, mendongeng atau bercerita adalah pekerjaan yang bisa terbilang gampang-gampang susah. Gampangnya, karena modal mendongeng atau bercerita hanya dengan ide cerita, imajinasi dan suara.


Tetapi, bisa saja bagi ayah dan ibu mendongeng begitu susah. Karena belum terbiasa, bahkan tidak pernah membiasakan mendongeng kepada anak sebelum tidur. Padahal, banyak sekali manfaat dengan membiasakan diri memberingan cerita mini kepada anak-anak.

Mendongeng dianggap susah, karenameskipun ide ceritanya seru, belum tentu anak tertarik mendengarkan cerita atau dongeneg kita.

Oleh sebab itu, sebelum mendongnen ada hal-hal yang perlu dipersiapkan:

IDE CERITA


Memilih ide cerita bisa dengan cara kita sendiri membuat cerita atau dongen sendiri atau dengan emmodifikasi cerita-cerita yang ada.

Beruntung sekali, Indonesia memiliki sejuta cerita rakyat yang sangat beragam di berbagai daerah. Misalnya saja di Garut. Ada cerita rakyat "Situ Bagendit".

"Dikisahkan di sebuah desa wilayah Garut, ada seorang janda kaya raya bernama Nyi Endit. Dinamakan Endit karena ia pedit (pelit). Merasa paling kaya, Nyi Edit merasa paling berkuasa. Bahkan Nyi Endit ditakuti masyarakat di desanya.
Kekayaannya membuat ia serakah, ia gunakan harta itu untuk modal renten (lintah darat) dengan melipatgandakan jika ada masyarakat yang meminjam kepadanya. Tak segan-segan Nyi Endit menyiksa setiap warganya yang telat atau tidak bisa membayar utang tepat waktu.  "
 ................. dan sterusnya 
Namun, tidak semua cerita rakyat yang bisa kita dongengkan kepada anak. Takutnya, ada cerita yang emimiliki muatan kekerasan dalam rumah tangga, pembunuhan, dan lain-lain.


INTONASI SUARA YANG TEPAT

Persiapan selanjutnya untuk membiasakan mendongeng kepada anak adalah dengan intonasi suara yang tepat. 

Pastikan sebelum mendongeng, ayah ibu harus sedikit tahu apa isi ceritanya, untuk memastikan bagaimana intonasi suara yang harus dikeluarkan. Karena, tubuh dan suara kita pun ikut bercerita.

Intonasi suara yang tepat diantaranya ayah ibu harus bisa membedakan setiap karakter pada tiap-tiap tokoh. Misalnya, ketika tokohnya kakek-kakek, maka intonasi suara harus bisa menyerupai suara serak-serak berat. Suara kakek-kakek pada umumnya.

Jika, tokohnya seorang anak, suara kecil harus mewakili tokoh anak kecil tersebut.

***
Mari Sahabat Bijakers, tak ada salahnya jika menyempatkan waktu untuk si kecil untuk memberikan dongeng atau cerita yang bermuatan positif.

Semoga bermanfaat.

2 komentar:

  1. Nice share om..bagusnya lagi cerita2 islami (berbau agama) sebagai pengantar tidur bagi si kecil.
    Catatanyusma.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar sekali, kali lain nanti dishare juga cerita islaminya

      Hapus

Jika Anda memetik manfaat dari blog Suami Bijak ini, segera BAGIKAN kepada anggota keluarga, sahabat Anda.
Agar mereka juga mendapat manfaat yang sama.

Hatur nuhun.