Satu Laptop untuk Seratus Senyuman Yatim dan Dhuafa - Suami Bijak

Terbaru

Suami Bijak

Bijak Berkeluarga, Bahagia Berumah Tangga

Senin, 27 Maret 2017

Satu Laptop untuk Seratus Senyuman Yatim dan Dhuafa

SUAMIBIJAK.COM - Diantara pahala yang akan mengalir terus sampai kita mati adalah meninggalkan anak-anak yang sholeh. Yang memintakan ampunan ibu bapaknya.
Beruntung bagi orang tua yang mendidik atau menitipkan anaknya untuk selalu belajar mengenal Allah dan Rasul-Nya. Cinta kepada anak salah satunya, menyuruh mereka untuk mengaji.

Bersyukur saya bisa menjadi bagian dari anak-anak sholeh itu. Ya. Tiap harinya saya dan istri menjadi pelayan dari ratusan anak-anak yang mengejar butiran debu ilmu di rumah tengah sawah dimana saya tempati.


Saya sebut rumah ini adalah RUMAH MEWAH alas Rumah Mepet Sawah dengan keasrian jauh dari polusi udara kota. Rumah yang dimanfaatkan juga untuk perpustakaan Rumah Baca Asma  Nadia Garut.

Rumah Baca Asma  Nadia Garut yang saya asuh ini merupakan wadah alternatif yang  menyediakan buku-buku bacaan untuk anak-anak (dan dewasa), sekaligus sebagai pusat kegiatan yang kreatif bagi anak-anak.

Sebagai bentuk kepedulian dan rasa sayang saya terhadap anak-anak yatim dan dhuafa adalah saya merasa terpanggil untuk  berkontribusi  guna membina anak-anak yatim dan dhuafa menjadi generasi yang berkualitas. Dengan harapan bisa memberikan sumbangsih untuk negeri ini menjadi lebih baik.



Saya mencoba terus melakukan langkah-langkah inovasi dalam pembinaan terhadap anak-anak yatim dan dhuafa, supaya tujuan tersebut bisa terlaksana. Termasuk dalam penyediaan sarana prasarana.

Anak-anak yang dibina saya bina ada 130 orang, sebagian banyak dari kalangan keluarga tak mampu. Yang terbatas dengan sarana dan prasarana pendidikan. Khususnya dalam bidang ICT. 


Anak-anak dari 7 kampung (Kp. Hegarmanah, Kp. Lunjuk Hilir, Kp. Lunjuk Girang, Kp. Citangtu, Kp. Pataruman, Kp. Cihaur dan Kp. Naringgul) yang berada di wilayah Desa Talagasari & Hegarsari, tiap harinya mengisi waktunya untuk belajar gratis di Rumah Baca AsmaNadia Garut. 


Saya buat Rumah Baca Asma Nadia Garut bukan hanya perpustakaan kebanyakan. Dimana hanya dengan aktivitas rutinitas yang terkesan membosankan: pinjam buku, lalu pulang.


Sejumlah program pendukung kegiatan anak-anak pun hadir untuk menciptakan masyarakat yang inovatif.

Kelas Baca Tulis Gratis 

Kelas Baca Tulis Gratis ini adalah Pelatihan Membaca dan Menulis secara GRATIS. Dimana anak-anak yang telat dalam membaca dan menulis, kami coba untuk membantunya. Karena ada kasus, anak kelas 6SD masih belum bisa baca dengan lancar. Terbata-bata layaknya anak SD kelas 1.
 
Target dari pelatihan ini, anak-anak yang belum bisa membaca lancara dan benar, menjadi fasih dan lancar. apalagi kalau mereka bisa menerbitkan hasil karya berupa buku, majalah. Secara fisik maupun dalam bentuk ebook.



Rumah Qur’an

Rumah Qur’an adalah program membaca (iqro), memperbagus (tahsin) dan menghafal (tahfiz) Al Qur’an. Alahmdulillah, ada diantara anak binaan saya yang sudah hafal 2 juz. Semoga tak hanya bisa bermanfaat bagi dirinya, pun  semoga saya sebagai pelayannya kecipratan pahala tak terkira.

Public Speaking

Latihan yang satu ini menjadi daya tarik sendiri bagi anak-anak. Pun menjadi moment kecerian bagi kami. Melatih mental untuk berani berbicara di depan umum yang menjadi tujuan utama dari public speaking ini, ternyata menjadi hiburan bagi kami. Public Speaking yang kami lakukan meliputi: Belajar Ceramah, Belajar Adzan & Iqomah, dan Stand Up Comedy.

Lucu Banget Bikin Ngakak Lomba Adzan Babak Penyisihan Rumah Baca Asma Nadia Garut

Drawing Club

Drawing Club ini adalah Pelatihan cara mewarnai dan menggambar dengan baik dan benar. Ditambah lagi dengan pelatihan kaligrafi.
Alhamdulillah, diantara anak-anak kami bisa menorehkan prestasi di sekolahnya masing-masing.
 
Pelatihan mewarnai ini dilakukan setiap hari Minggu Pagi.



Rumah Digital

Ya. Ini adalah pelatihan paling plus-plus. Plusnya satu komputer yang kami miliki dikeroyok oleh ratusan anak-anak. Untungnya anak-anak harus bersabar untuk menunggu giliran. Meskipun hanya satu ketik dua ketik. Setidaknya mereka merasakan bagaimana cara memegang mouse, CPU, dan alat-alat hardware lainnya. 

Targetnya mereka harus bisa mengoperasikan Microsoft Office Word, Excel, paint, CorelDraw.  

Pun tujuan lain yang inti adalah bagaimana caranya meningkatkan pemahaman anak-anak tentang pentingnya perkembangan ICT di zaman serba digital ini.



Maka, laptop menjadi barang mahal bagi kami. Pernah anak-anak harus ngantri, untuk sekedar mengetik nama mereka di komputer. Satu persatu bergiliran mengetik nama mereka di Microsoft Office Word. Saat itu pun laptop yang ada hasil meminjam dari teman saya.







Keceriaan kami adalah harga yang tidak terkira.
Di saat saudara-saudara kita masih saja yang belum bisa mengenyam pendidikan.
Kami terus mengupayakan mengadakan pendidikan secara gratis.

6 komentar:

  1. Mulia sekali kang, semoga rumah baca Asmanadia yang akang kelola kelak melahirkan generasi bangsa yang pintar & berakhlaq mulia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin. makasih kang husni, tak ada alasan yang di kampung pun harus bisa berkembang

      Hapus
  2. inspiratif kang, salam dari malang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal juga, mbak rara...
      terima kasih telah sudi main di rumah suami bijak

      Hapus
  3. semoga amal sholeh akang sekeluarga akan diberikan kebaikan, barokah maupun berlipat kalinya oleh Allah lantaran berkenan membantu orang yang kekurangan dan anak yang kurang beruntung (yatim-piatu) ini. Sukses untuk kontesnya.
    Salam kenal dari Kudus ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin. semoga saya tetap istiqomah mbak..
      salam ta'dzim dari garut

      Hapus

Jika Anda memetik manfaat dari blog Suami Bijak ini, segera BAGIKAN kepada anggota keluarga, sahabat Anda.
Agar mereka juga mendapat manfaat yang sama.

Hatur nuhun.