Berbagi di Bulan Ramadhan, Bahagia di Hari Lebaran - Suami Bijak

Terbaru

Suami Bijak

Bijak Berkeluarga, Bahagia Berumah Tangga

Kamis, 08 Juni 2017

Berbagi di Bulan Ramadhan, Bahagia di Hari Lebaran

SUAMIBIJAK.COM - Ramadhan tak hanya menjadi berkah bagi setiap muslim yang melaksanakan titah wajib dari Khaliknya. Tetapi, ramadhan menjadi media berbagi bagi mereka yang memiliki empati lebih.

Tidak sedikit keistimewaan dan keutamaan – keutamaan yang terkandung di bulan penuh berkah ini. Awal Ramadhan dipenuhi rahmat Allah, pertengahannya dibentangkan ampunan dan akhir Ramadhan sebagai pembebas dari siksaan api neraka. 
Acara Santunan Yatim Dhuafa. (Dok. Pribadi)
Saya bersyukur, Allah takdirkan kepada saya menjadi bagian dari tangan-Nya. Menjadi relawan sebuah perpustakaan dhuafa di kampung adalah tantangan bagi saya. Kini mereka bisa merasakan dan menikmati buku-buku bacaan bermutu. 

Tak hanya itu, saya sebagai pelayan mereka mencoba untuk terus berinovasi dengan program kegiatan tambahan dari sekadar hanya baca saja. Salah satunya, menjadikan perpustkaan dhuafa ini sebagai pusat kegiatan belajar gratis anak-anak yatim piatu dan kurang mampu.

di bulan Ramadhan ini, program spesial selalu diselenggarakan yaitu Menebar Kebaikan di Bulan Ramadhan dengan konsep Ceria Ramadhan Bersama Qur’an, disingkat CeriaQU.
CeriaQU merupakan pesantren kilat ramadhan, dimana anak-anak yatim dhuafa tidak hanya mengkaji ilmu agama saja. Tetapi, mereka juga diajarkan untuk mengkaji lingkungan.
AJAK BERMAIN. dari kiri: Adiba, Saya dan 3 Yatim kakak beradik (kanan)
Saya mencoba mengajarkan kepada mereka dengan Ramadhan Berani Berbagi - berbagi kasih sayang - artinya mereka yang remaja harus bisa mengasuh adik-adiknya. Dengan pola Silih Asah Silih Asih Silih Asuh. Terbukti dengan berani berbagi ini, rasa persaudaraan diantara mereka begitu kuat. Selayaknya kakak beradik satu bapak satu ibu. 

Disela-sela waktu senggang, saya ajak mereka untuk mengkaji masyarakat setempat. Keliling kampung, memerhatikan kehidupan orang lain dari segi ekonomi. Tak jarang kami terus belajar memantaskan diri menjadi pribadi yang bisa bermanfaat untuk orang lain. Karena dari mustad’afiin (lemah ekonomi) ada sejuta keberkahan do’a yang tanpa ada halangan. 

Aktivitas di waktu siang saya cukup padat, karena tiap hari harus mengasuh, mengajarkan alif ba ta tsa dari siang sampai sore. Malam hari setelah manghrib waktu saya agak longgar, maka saya manfaatkan untuk blusukan secara bergilir ke 5 kampung; Hegarmanah, Lunjuk Girang, Citangtu, Pataruman dan Cihaur.
blusukan malam bagikan sembako. dok. pri
Berbagi alat sekolah kepada anak yatim dhuafa, pun berbagi sembako kepada orang tua papa yang uzur. Kegiatan kami tidak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan Sekolah Relawan.
dok. SekolahRelawan.com


Belanja Bareng Yatim Dhaufa ke Kota


Belanja bisa jadi perkara biasa dan tidak begitu istimewa bagi kebanyakan orang. Tapi tidak dengan saya dan juga anak-anak yatim dhuafa yang saya asuh. Jika ada cukup uang, saya ajak anak-anak secara bergiliran ke kota untuk belanja keperluan mereka. Jarak dari rumah ke kota harus merelakan waktu 1 jam lebih dengan naik angkutan umum.

Jika sudah begini, mereka telihat sumringah. Karena tidak tiap minggu mereka bisa belanja, apalagi tiap hari. 

Sungguh… Nikmat rasanya bisa membahagiakan mereka meskipun hanya mengajak ke kota. Saya bisa menangkap perasaan mereka, “belanja belakangan, pergi ke kota saja masih untung.”
BAHAGIA. Ajak Yatim Dhuafa Belanja ke Kota. (Dok. Pribadi)
Biasanya saya ajak anak-anak belanja ke kota tiga hari sebelum lebaran. Tujuannya supaya perasaan mereka pun sama dengan anak-anak yang mampu akan harta, yaitu hak mereka pun sama: Bahagia di Hari Lebaran.

Kemampuan saya sebagai relawan sangat-sangat terbatas. Namun, saya diingatkan oleh Sekolah Relawan, “Ingat Berbagi, Ingat Sekolah Relawan.” Ternyata saya tidak sendiri. Ada ribuan relawan lain yang sama-sama berjuang untuk terus membuat anak-anak yatim dhuafa tersenyum bahagia.

Semoga dengan membahagiakan anak yatim dhuafa dengan butir-butir kebaikan, menjadikan lautan kebaikan tak terhingga di Surga-Nya.

Janji Nabi shallalhu ‘alaihi wa sallam:
“Siapa orang yang meletakkan tangannya di atas kepala anak yatim dengan penuh kasih sayang, maka Allah akan menuliskan kebaikan pada setiap lembar rambut uyang disentuh tangannya.”

12 komentar:

  1. Keren keren, terus berbagi pengalaman pribadinya buat menginspirasi orang lain. Salut sama pa ustadz yang satu ini.

    Tp pa ustadz, untuk tampilan mobile rata kiri rata kanan tulisannya tidak maksimal pa ustadz. Template mah udah ok banget. Boleh minta ? Hhee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Do'a serta dukungannya ya, Kang... Semoga bisa istiqomah.

      Ilmunya dong...

      Hapus
  2. Barokallah .... :D Terharu saya bacanya.

    BalasHapus
  3. Inspiratif sekali bang....
    Barokallah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin..
      Semoga semuanya ada dalam keberkahan

      Hapus
  4. Alhamdulillah, di bulan penuh berkah ini, ladang pahala bisa datang darimana saja ya pak, termasuk menjadi bagian dari relawan kampung dhuafa. Keren, semoga di luar Ramadhan juga tetap berlanjut ya... Good luck buat lombanya

    BalasHapus
  5. betul sekali mas. Ramadhan memacu untuk terus menebat kebaikan..

    Do'anya semoga saya tetap istiqomah

    BalasHapus
  6. Alhamdulillah, salam dr Jember kang.. Salut buat upayanya yg mengajak tdk hanya mengaji secara teks, tapi juga mengaji fenomena di sekitar. Ini yg sering terlupakan. Keep istiqomah, salam buat adek2^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. do'anya ya mbak, semoga saya bisa istiqomah...

      Hapus
  7. Alhamdulillah sangat menarik Mas

    tentu ini sangat menggugah. jika saya belum punya kebersnian mas. tidak seperti mas punya jiwa peduli sesama manusia lainnya.

    tetap bertahan - Istiqomah selalu mas

    Mukhofas Al-Fikri | BauBlogging

    BalasHapus
    Balasan
    1. berani berawal karena merasa prihatin di lingkuangan sekitar, mas...

      aamiin... saling mendo'akan ya mas...

      Hapus

Jika Anda memetik manfaat dari blog Suami Bijak ini, segera BAGIKAN kepada anggota keluarga, sahabat Anda.
Agar mereka juga mendapat manfaat yang sama.

Hatur nuhun.