Saat Dermawan Tertancap di Jiwa Putra

Saat Dermawan Tertancap di Jiwa Putra
SUAMIBIJAK.COM - Sebut saja Putra. Masih duduk dibangku SD. Beberapa hari yang lalu ia bertambah usia. Sembilan tahun. Jika tahun-tahun sebelumnya ia merayakan ulang tahunnya dengan mengundang teman-temannya, tapi tidak tahun ini.


Uang dari Ayah Bundanya yang sudah dipersiapkan untuk perayaang ulang tahun, ia sedekahkan untuk pesantren impian yang sedang dibangun guru sekolahnya.

Putra rela tidak berpesta ria bersama teman-temannya demi investasi akhirat yang kelak ia pun akan merasakan pahalanya. Padahal bisa jadi ia belum terlalu paham apa makna pahala yang sebenarnya.

Dermawan adalah sikap seseorang yang berbagi karena empati, bukan berbagi karena simpati telah tertancap pada jiwa Putra. Hebatnya ia masih kecil dan tak begitu paham apa itu dermawan?

Jika dermawan sudah tertancap saat kecil, saya yakin kelak dewasa ia tak hanya menjadi kaya harta, tapi juga kaya hati.

Tak hanya itu, peran Ayah Bundanya lebih penting dari kedermawanan Putra. Ayah Bundanya telah sukses dari awal, impiannya mempunyai anak sholeh sudah terjawab dengan sikap anaknya yang jarang dilakukan anak-anak seusianya.

#pesantrenimpian Kisah Nyata Parenting

1 Komentar untuk "Saat Dermawan Tertancap di Jiwa Putra"

  1. Memang itulah keteladanan orang tua, jika anak dididik dengan baik dan dbri contoh yang baik sedari kecil hasilnya juga sudah psti akan baik.

    BalasHapus
Catatan Untuk Para Bijaker
  • Mohon Tinggalkan jejak sesuai dengan judul artikel.
  • Tidak diperbolehkan untuk mempromosikan barang atau berjualan.
  • Dilarang mencantumkan link aktif di komentar.
  • Komentar dengan link aktif akan otomatis dihapus
  • *Berkomentarlah dengan baik, Kepribadian Anda tercemin saat berkomentar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel