Biarkan Anak-anak Hidup dengan Dunianya

SUAMIBIJAK.COM - Alhamdulillah, puji syukur, sampai hari ini saya dihadirkan anak-anak yang super duper sholeh dan sholehah. Tiga anak kandung, dan ratusan anak-anak kampung yang tiap harinya 'ngariung' di perpustakaan dhuafa Rumah Baca AsmaNadia dan Madrasah Nurul Musthofa AnNuroniyah.

Dari sekian ratus anak-anak super itu, tentunya saya sebagai orang tua harus jeli dan terus memutar otak bagaimana caranya memantaskan mereka sebagai anak-anak pada umumnya.

Maksudnya, selain mereka bercengkrama, bermain di rumahnya masing-masing, tentunya saya harus mampu menjadikan rumah belajar ini bukan hanya sebagai tempat belajar gratis saja, melainkan sebagai tempat bermain yang mendidik.

Bersama Mereka, IDE KREATIF Semakin Kaya


Jujur. Anak-anak bagi saya bukan hanya sebagai harta yang begitu berharga. Lebih dari itu, mereka adalah yang menjadi sebab semakin kayalah ide kreatif yang Allah ilhami pada diri saya.

Misalnya, saat saya 'blank', melihat mereka seakan bosan dengan aktivitas belajar a ba ta tsa yang gitu-gitu aja, saya terus mencoba mencari jalan keluarnya.

"Allohumma innaa nas aluka fahman nabiyyiin, wa hifzhol mursaliin, wa ilhaamal malaaikatil muqorrobiin..." (Ya Allah... berikan kepahaman para nabi, penjagaan para rasul, dan ilhamnya para malaikat muqorobin) 

Do'a ini yang selalu saya panjatkan ketika saya blank dengan ide kreatif.

Seperti sore itu, saya merasa perlu mengajak mereka bermain yang dengan secara tidak sadar mereka diajarkan untuk belajar fokus pada satu tujuan/target.

Sebelum pulang, mereka harus menendang bola yang harus tepat sasaran pada gagang sapu yang sudah dipegang oleh salah satu anak.

Penampakkannya seperti di bawah ini:



Ternyata, dengan cara sederhana seperti ini, mereka bukan hanya senang, tetapi membiarkan anak-anak hidup dengan dunianya sendiri.

Anak-anak dengan dunia permainannya, kita orang tua memfasilitasinya.

Seorang Ayah yang senang Membaca dan Menulis