Suami BijakClose

Rabu, 19 September 2018

MENULIS 100 ARTIKEL DALAM SEBULAN, SULITKAH?

SuamiBijak.com - MENULIS 100 ARTIKEL DALAM SEBULAN, SULITKAH? - Menulis bagi penulis adalah hal biasa, bahkan menjadi kebutuhan. Jika tidak menulis sewaktu, ada sesuatu yang dirasakan hilang. 


Menulis bagi penulis bukan hanya sebagai kewajiban, melainkan benar-benar kebutuhan. Seperti halnya makan dan minum. Jika tidak makan atau minum, maka kekuatan akan berkurang. Aktivitas menulis diusahakan tidak hanya kewajiban, tetapi juga kebutuhan. 

Ini berlaku bagi penulis, blogger, atau calon penulis dan blogger sejati, yang aktivitasnya tidak jauh dari kegiatan dunia tulis menulis. 


Judul “Menulis 100 Artikel dalam Sebulan, Sulitkah?” saya tulis dengan banyak sekali alasan. Yang paling utama adalah blog Suami Bijak ini sudah lama jarang dikasih makan (tulisan). Untuk memotivasi diri, saya mesti berjanji pada diri sendiri dan mentarget harus mampu menulis 100 artikel dalam rentan waktu selama 30 hari, dimulai postingan ini terpublish.


Sulitkah?

Atau 
Saya mampu?


Itu tandanya, saya mesti menulis 3 artikel dalam sehari. Jika ada kemauan, pasti bisa. Logikanya, jika 24 jam tidak bisa menulis 3 artikel saja, keterlaluan bukan?


Ya. Jika saya fulltime online. 


Tidak. Jika aktivitas offline saya tidak terlalu sibuk mengasuh anak-anak.
Jadi, kita lihat apakah saya mampu menulis 100 artikel selama 1 bulan.
Baiklah, saya akan mulai action dengan mempraktikkan teori/ilmu yang saya dapatkan dari apa yang saya baca dan dapatkan dari beberapa kawan, trainer, dll.
Bagaimana bisa menulis 100 artikel dalam sebulan?


#1. Lupakan SEO, jika blog Anda bukan untuk mendulang uang dari Adsense


SEO atau Search Engine Optimization adalah cara supaya artikel kita disukai pencarian google. Apalagi blog kita berada di halaman pertama (page one).


Apakah artikel blog Suami Bijak selalu Google?

Ada yang iya, banyaknya di page akhir. Maka, dari itu saya menulis 100 artikel ini dan selanjutnya. Karena, menurut kawan mastah blogger, biasanya dia menyiapkan 100 artikel untuk nantinya akan dipublish secara berkala (ini ilmu SEO yang anyar saya dapatkan).


Lupakan SEO, menulislah dengan mengalir. Seperti yang sedang Anda baca ini. Mengalir bukan?


Nanti buktinya saya kirim di YouTube, sambil menulis, saya rekam juga memakai bandicam, dengan ditemani lantunan minus one nathan fingerstyle.


Lanjut....


#2. Melatih Kemampuan Mengetik dengan Cepat


Mengetik dengan cepat adalah modal bagi penulis atau blogger. Karena untuk menulis di zaman digital, jarang orang menulis manual di kertas apalagi dengan mesin ketik manual.
Ya. Pastilah skill mengetik dengan cepat menjadi bagian penting juga. Apalagi menulis dengan 10 jari lengkap. 


Dari 10 jari yang kurang aktif saya pakai adalah jari manis kanan. Meskipun tetap saya latih. Awal menulis dengan sepuluh jari saya lakukan secara online. Jika tidak ada kuota internet, saya latih dengan software (lupa lagi... nanti diedit)


Alhamdulillah, sampai saat  ini, mengetik dengan 10 jari terus diltih dengan tetap menulis meskipun hanya beberapa kata saja.


#3. Stel musik yang agak slow untuk menjemput inspirasi menulis


Ya. Ini selalu saya lakukan saat mood menulis berkeliaran. Maka, salah satu solusinya adalah menyetel musik, saat ini saya sedang suka dengan coveran lagu Sabyan, akustik gitar Nathan Fingerstyle (silakan Anda cari di YouTube).


Nah, lantunan yang agak slow, menurut saya bisa menjemput inspirasi yang sedang berkeliaran. Bagi saya, inspirasi ibarat rezeki. Rezeki tidak ditunggu, tetapi dijemput.  


Tentu saja, dalam urusan menjemput rezeki, dalam hal ini inspirasi, beda orang beda cara. Kawan saya seorang keyboardis, menjemput inspirasi dalam bermusik dengan cara berwudhu. Hebat bukan.


#4.Menulislah Apa yang ada di Hati dan Pikiran


Iyalah. Tulisan yang Anda buat harus berasal dari hati dan pikiran. Tentunya, sebelum mengeluarkan ide-ide menulis, apalagi mengalir seperti yang saya tulis ini, ada karena sudah terkonsep sebelumnya di dalam pikiran saya.
Konsep tulisan yang biasa dilakukan/ditulis di kertas pun, pasti sebelumnya sudah ada terkonsep di pikiran. 


Betul kan?


Lanjut ke 5...


#5. Lupakan EyD, biar fokus menulis


Untuk menulis  dikejar deadline seperti yang saat ini saya lakukan adalah, lupakan EyD dulu. Apa itu EyD?


Ejaan yang disempurnakan...


Misalkan, kata yang harusnya ditulis dengan huruf besar, malah ditulis huruf kecil. Seperti nama yang menunjukkan kata tempat, garut. Seharusnya kan awal katanya huruf besar, yaitu Garut. 


Karena bisa jadi belum terbiasa, maka lupakan dulu eyd nya. Menulislah dulu. Karena saya, biasa, maka sudah repleks menulis mana yang harus ditulis besar, mana yang harus ditulis kecil.


#6. Siapkan stopwatch/penghitung waktu


Ya. Sekali lagi, saat saya menulis artikel ini. Saya rekam kegiatan menulis ini dengan bandicam. Saya ingin tahu berapa menit  yang bisa saya tulis. Dan berapa jumlah kata dalam setiap satu judul artikel.


#7. Perbaiki Tulisan sebelum dipublish


Jika, tahapan di atas bisa dilakukan, maka bersiaplah untuk memperbaiki/mengeditnya. Inilah yang membedakan antara penulis buku dan blogger.


Blogger itu penulis yang multitalenta. Ya penulis, ya editor, ya desainer juga. Komplit.

Kesimpulan:


Dari apa yang saya tulis dari awal sampai akhir adalah, menulis 100 artikel dalam sebulan bisa dilakukan siapa saja, sejauh mana kemauan dan kemampuannya dalam menulis. Tentu ada beberapa faktor yang mesti digadaikan, yaitu waktu.


Ya, tinggal bisa membagi-bagi waktu saya. Mudah-mudahn target saya menulis 100 artikel ini bisa tercapai.


Aamiin...
-
Facebook Twitter Google+

1 komentar:

  1. mantap sekali artikelnya !

    salam https://www.tanpakertas.tech

    BalasHapus

Jika Anda memetik manfaat dari blog Suami Bijak ini, segera BAGIKAN kepada anggota keluarga, sahabat Anda.
Agar mereka juga mendapat manfaat yang sama.

Hatur nuhun.

© 2016 - 2018 Suami Bijak | Theme by Mas Juni