Jumat, 12 Oktober 2018

Awasi Anak Ayah Bunda dari LGBT (Lesbian, Gay, Biseksul dan Transgender). Kenali Faktor Penyebabnya.

SUAMIBIJAK.COM - Berita viral menyoal maraknya grup LGBT di media sosial menggugah Ayah untuk menulis dan merasa wajib memberikan informasi mengenai apa-apa saya yang berhubungan dengan LGBT. Miris, ketika grup LGBT di facebook  dengan ribuan anggota. Ini membuktikan, mereka semakin berani  dan ‘menantang’ akan kehadirannya.
  1. Apa itu LGBT
  2. Sejarah LGBT dan Siksaannya
  3. Faktor Penyebab LGBT
  4. Solusi Bijak bagi Para Pelaku LGBT


Apa itu LGBT???

Lesbian, Gay, Biseksual & Transgender disingkat LGBT adalah masalah kejiwaan yang diderita seseorang yang memiliki masalah dalam urusan seks. Penyebutan istilah ini mulai mencuat pada tahun 1990-an yang mewakili dari para pelaku yang bergabung dengan komunitas gay, atau mereka yang mempunyai orientasi seks terhadap sesama jenis.


Lesbian adalah istilah yang ditujukan untuk wanita yang menyenangi wanita (sesama jenis). Sementara Gay merupakan sebutan yang ditujukan untuk laki-laki yang menyukai/menyenangi laki-laki. Sedangkan Biseksual ialah sebutan para pelaku yang dapat tertarik kepada laki-laki atau perempuan. 


Terakhir, transgender; sebutan yang ditujukan kepada orang yang perilaku atau penampilannya bertolak belakang  dari sejak lahirnya. Misalnya, laki-laki yang berperilaku perempuan, atau sebaliknya.


Menurut para ahli, transgender menjadi masalah kejiwaan dikarenakan adanya kelainan format organ reproduksi  antara organ perempuan atau pria. 


Tentunya, untuk urusan ini  disesuaikan dengan seiringnya waktu. Karena bisa diketahui mana yang lebih dominan. 

Apakah dominan sebagai laki-laki ataukah perempuan. Dala hukum syariat pun ada perbedaan dan pembahasannya.

Sejarah Adanya LGBT


Karena istilah LGBT sekitar tahun 1990. Namun, kita akan teringat sejarah bagaimana kisah umat Nabi Luth ‘alaihi sallam yang menentang dakwahnya. Salah satunya adalah mereka komunitas homoseksual, di Kota Sodom. Yang melakukan perbuatan tidak bermoral.


Maka, Allah Ta’ala memberikan wahyu kepada Nabi Luth ‘alaihi sallam


“Dan (ingatlah) ketika Luth berkata kepada kaumnya, ‘Kamu benar-benar melakukan perbuatan yang sangat keji (homoseksual) yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun dari umat-umat sebelum kamu. Apakah pantas kamu mendatangi laki-laki, menyamun dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu?’ Maka jawaban kaum-nya tidak lain hanya mengatakan, ‘Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika engkau termasuk orang-orang yang benar.’” (QS. Al-Ankabut/29: 28-29)


Mereka kaum homoseksual menantang untuk diberikan siksaan. Maka, janji Allah tak akan ingkar.  Allah membinasakan kaum Sodom, termasuk istri Nabi Luth AS. Bumi bergoncang hebat dan membalikkan Kota Sodom.

5 Faktor Penyebab Masalah Kejiwaan LGBT

Adanya perilaku LGBT disebabkan beberapa faktor yang melatarbelakangi timbulnya masalah para perlaku LGBT:

Pertama, Faktor Kurangnya Agama

Kurangnya ilmu pengetahuan agama menjadi pondasi bagi para pelaku LGBT. Sudah terang dan jelas bagaimana kisah Nabi Luth dan Kaum Sodom. Seharunya kisah ini menjadi pelajaran yang harus diambil hikmah dan manfaatnya bagi Ayah Bunda. Terlebih untuk diberikan lagi kepada anak-anak.

Kedua, Faktor Keluarga yang Kurang Harmonis

Keluarga sebagai sekolah pertama bagi anak-anak adalah menjadi faktor penentu berikutnya yang melatar belakangi seseorang memiliki masalah kejiwaan seperti LGBT. 

# Jangan Perlakukan Anak dengan Kasar


Parenting Tips: Hati-hati Menghukum Anak

Biasanya,  seorang anak yang diperlakukan  kasar oleh Ayah atau Bunda akan mengakibatkan anak akan memiliki sifat dan sikap yang berbeda.


Misalnya, anak perempuan yang mendapatkan perlakuan kasar oleh Ayahnya atau saudara laki-lakinya. Jika perlakuan kasar ini menjadi konsumsi sehari-hari, si anak perempuan akan memiliki masalah kejiwaan “benci kepada semua laki-laki.”


Akibatnya, si anak perempuan akan menyimpan memori perlakuan kasar itu selamanya dan mengubah sikap dan sifatnya ingin menjadi laki-laki pula.


# Karena Anak adalah Amanah, Terima dengan Bersyukur


Sering Ayah temui kerabat yang ingin sekali menginginkan momongan. Sekalinya dikasih amanah, malah masih mengeluh. “Padahal pengennya laki-laki, eh ini perempuan...”

Jawaban Bijak Bagi Ayah Bunda yang Ingin Segera Punya Anak

Anak adalah amanah. Tidak bisa kita menentukan anak Ayah Bunda harus laki-laki atau perempuan. Namun, tetap kita berhak untuk memohon untuk dikaruniai anak. Terlepas itu laki-laki atau perempuan, itu hak pregroratif Allah. Seharusnya kita tetap bersyukur, ketika masih banyak orang yang belum dikaruniai ana bertahun-tahun lamanya.


Jika Ayah Bunda terlalu keukeuh menginginkan memiliki anak perempuan ataupun laki-laki, namun kenyataannya malahan sebaliknya. Justru kondisi seperti inilah yang menjadi awal kecenderungan anak akan bersikap seperti Ayah Bunda inginkan.


Maka, bersyukur adalah solusi terbaiknya.


# Jangan Terlalu Mengekang Anak


Disiplin dan Kekangan adalah perilaku yang sangat berbeda. Dispilin ada aturan main yang harus disepakati kedua belah pihak. Sementara mengekang adalah perilaku yang merugikan secara sepihak. Tidak ada keadilan. Dan akan berakibat negatif. Karena ada unsur pemaksaan.


Jika Ayah Bunda mengekang anak bermain misalnya, justru akan berdampak anak-anak akan lebih berani mencuri waktu di saat Ayah Bunda lengah. Paling parahnya, mereka justru akan terjerumus ke dalam komunitas negatif seperti LGBT.

Ketiga, Faktor Lingkungan

Lingkungan akan mengubah cara berbahasa dan cara berperilaku secara alamiah. Di lingkuangan inilah biasanya anak-anak akan terbentuk perilaku dan tabiatnya tanpa harus sekolah. 

Karena apa?


Seringnya anak-anak bermain, bercengkrama dengan anak-anak di lingkungan rumah, menjadikan  perbedaan tingkah laku yang berbeda-beda. Menjadi riskan ketika anak-anak dari keluarga baik-baik, berubah perilaku disebabkan bermain dengan anak-anak dari didikan ornag tua yang tidak berperndidikan.


Apalagi jika anak-anak yang kurang mendapatkan kasih sayang dan perhatian dalam lingkungan keluarga. Sementara mereka dapati kasih sayang dan perhatian dari teman-temannya. Yang mereka anggap bahwa temannya lebih menyayangi, lebih mengerti, dan memberikan perhatian secara lebih.


Disadari atau tidak, teman tersebut memanfaatkan untuk membawa anak-anak masuk ke dalam kehidupan yang tidak dibenarkan.


Keempat, Faktor Informasi Digital yang Disalahgunakan

Era digital dimana internet sudah menjadi bagian primer bagi Ayah Bunda, termasuk bisa jadi bagi anak-anak. Setiap waktu selalu saja berdekatan dan mengonsumsi informasi-informasi di dunia maya. Apalagi dengan konten-konten yang negatif. 

Milyaran informasi tersaji di internet. Pengguna internet pun semakin masif. Tak terkecuali bagi anak-anak. Jika Ayah Bunda tidak mengawasi anak-anak saat berselancar di internet, maka waspadalah, ditakutkan  Ayah Bunda kecolongan dengan perilaku yang berubah dari anak-anak.


Kelima, Faktor Genetik

Satu lagi faktor penyebab masalah kejiwaan LGBT dan perilaku seks yang menyimpang adalah berasal dari dalam tubuh orang tua. Dimana sifatnya bisa menurun kepada anak-anak.

Dalam dunia kesehatan, pada umumnya  seorang laki-laki yang normal memiliki kromosom XY dalam tubuhnya. Sedangkan wanita yang normal kromosomnya adalah XX. 


Namun, dalam beberapa kasus telah ditemukan bahwa seorang pria bisa saja memiliki jenis kromosom XXY, ini berartilaki-laki tersebut memiliki kelebihan satu kromosom. Efeknya lelaki tersebut bisa memiliki berperilaku yang sedikit mirip dengan perilaku perempuan. Pun sebaliknya.


Adanya hormon testosteron dalam tubuh manusia ikut andil yang besar terhadap perilaku LGBT. Dimana seseorang yang memiliki kadar hormon testosteron yang rendah dalam tubuhnya, maka bisa mengakibatkan adanya perubahan perilakunya, seperti perilaku laki-laki mirip dengan perilaku perempuan.
Previous Post
Next Post

0 komentar:

Jika Anda memetik manfaat dari blog Suami Bijak ini, segera BAGIKAN kepada anggota keluarga, sahabat Anda.
Agar mereka juga mendapat manfaat yang sama.

Hatur nuhun.