Mangkal di Depan Masjid, Ibu Imas Bisa Bawa Pulang ke rumah 8 JT

SUAMIBIJAK.COM - "Ketika kamu keluar rumah, niatkan setiap langkah kakimu untuk bisa mendapatkan ilmu dan hikmah yang baru!" begitu salah satu guru saya mengajarkan.

Alhamdulillah, kalimat itu terpatri dalam hati sampai sekarang.

Seperti hikmah baru yang saya dapatkan saat perjalanan dari Garut menuju Sumedang, untuk menghadiri adik (putri bibi) yang akan melangsungkan pernikahan.

Saya yakini setiap detik, Allah gerakan tubuh ini dengan jutaan hikmah yang harus digali untuk ditafakuri. Termasuk dalam setiap perjalanan kita.

Awalnya, saya akan berangkat ke Sumedang selepas mementori anak-anak di MI IQRO yang akan mengikuti Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (AKSIOMA). Namun, Kamis sore saya harus ketemuan sama ibu-ibu pengajian di Kampung Lunjuk Girang. Saya belum sempat memberitahu pimpinan ibu-ibu majelis, kalau saya tak akan hadir. Karena menjadi tanggung jawab, akhirnya saya mengisi dulu rutinan Kamisan.

Jam lima sore akhirnya saya beramgkat dari Garut dengan Primajasa. Cileunyi menjadi tempat transit untuk pindah angkutan umum lain. Tiba di Cileunyi pas adzan Maghrib. Usai shalat berjamaah sambil menunggu angkutan umum, saya mendekati lapak dagang depan Masjid Al Musyawarah, Cileunyi, Bandung.

ilustrasi

Bercengkrama sekedar say hallo menjadi kebiasaan saya jika bertemu dengan orang baru. Termasuk ibu penjual asong ini yang saya dapati.sedang menghisap rokok kretek.

"Kopi hitam satu, Bu!" pesan saya.

Beberapa menit kemudian kopi hitam sudah siap saya minum. Rasa mual sedikit terobati dengan kopi hitam tiga ribu.


"Suka sampai jam berapa mangkal, Bu?"

" Full, A. Sehari semalam."

"Sehari suka dapat berapa, Bu?" lanjut saya.
"Alhamdulillah, rata-rata 700 ribu," sambil menghisap rokok kretek dengan sangat berat.
"Hebat juga ya?" saya semakin seru untuk terus melanjutkan obrolan ini.
"Bahkan saya pernah dapat 8 juta, A," kata ibu berkerudung itu penuh pasti.
"delapan juta?" saya nyaris tak percaya.

Ibu Imas. Sehari-harinya hanyalah pedagang yang mangkal di depan Masjid Al Musyawarah. Sudah 20 tahun sewaktu ia gadis, dan kini ditemani suaminya menyediakan barang dagangan. Kopi seduh, dan minuman ringan lainnya.

Ia mangkal bergantian dengan suaminya. Bu Imas dari pagi sampai menjelang Maghrib, sementara suaminya kebagian shif malam. Meskipun dagangannya 'hanya' minuman ringan dan beberapa cemilan, ternyata penghasilan sehari-harinya bisa mengalahkan pegawai negeri sipil. 

Meraup Omzet 8 Juta Sehari Semalam


Penghasilan sehari-harinya jika dirata-ratakan sekitar 700-800 ribu. Pernah ia mendapatkan omzet 8 juta. Ya. DELAPAN JUTA.

Ia dapatkan delapan juta dalam sehari semalam jika waktu lebaran tiba. Termasuk, lebaran tahun kemarin.
"Alhamdulllah, A. Ramadhan benar-benar bulan berkah,"

Lebaran atau Iedul Fitri baginya menjadi moment yang sangat dinanti. Karena penghasilanya sebagai pedagang bisa bertambah untuk bisa membiayai anak semata wayangnya yang sudah remaja.

Menikahkan 8 Anak yatim


Ibu Imas yang tinggal di Kampung Pasir Nangka, belakang Al Masoem ini tidak lupa diri. dalam hartanya ada rezeki orang lain. Termasuk untuk berbagi. sama halnya dengan suami yang kaya hati. Yang selalu menyayangi anak-anak yang bukan anak kandungnya.

Pernah suatu hari, suami Ibu Imas mendapati anak terlantar tak jauh di depan warung dagangannya. Setelah ditanya, sang anak adalah yatim. Tak lama-lama ia bawa anak itu untuk ia dan bu Imas asuh, layaknya anak sendiri.

"Saya sudah menikahkan 8 anak yatim, A," Bu Imas melanjutkan kisahnya.

Anak yatim yang diasuh dan dinikahkan ternyata ada yang dari Jawa, Madura dan di luar kota lainnya.Resepsi pernikhannya pun sama dengan orang-orang kebanyakan. Sewa sound sistem dan hiburan.

"Apakah ini juga berkah dari menyantuni anak yatim?" batin saya.

***

Begitu banyak ilmu, hikmah dan pengalaman yang bisa saya petik dari obrolan singkat saya bersama Ibu Imas.

Pertama, Jangan Pernah Menyepelekan Seseorang
Sering kita tertipu dengan tampilan luar. Sementara kita tidak bagaimana hati seseorang.

Kedua, Ada Rezeki Orang Lain dari Harta Kita
Harta hanyalah titipan, bukan keabadian. Jika harta itu halal, maka akan diperhitungkan. Jika haram, kesengsaraaan yang akan didapati.

Ketiga, Berkahnya Menyantuni Anak Yatim

Ada keajaiban yang akan kita dapati jika kita ditakdirkan bisa menyantuni anak yatim. Berbahagialah bagi mereka yang bisa menyantuni, membantu meringankan pendidikan anak yatim tak berbapak. Apalagi mengasuhnya.

Keempat, Ada Hikmah di Setiap Perjalanan

Selalu saja akan mendapatkan pelajaran berharga jika kita jeli menggali dalam setiap perjalanan yang kita susuri.

***
Terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca tulisan sederhana ini. Semoga banyak hikmah, khususnya bagi saya.



Stres Hanya Bisa Membuat Anda Jadi Melemah, Optimislah...

SuamiBijak.com - Stress merupakan kondisi perasaan tidak enak atau merasa tertekan, baik secara fisik maupun psikologis. Ini disebabkan oleh persoalan yang di luar kendali kita. Stress sendiri adalah respon umum terhadap perubahan bentuknya tergantung persepsi diri tentang persoalan atau perubahan tersebut.

Stress tidak melulu berkonotasi negatif, sebab kita pun membutuhkannya untuk merangsang kemajuan dan kreatifitas.

Namun, tak dipungkiri. Stress bisa berdampak buruk pada kinerja, hubungan social dan keluarga. Bahkan yang paling parah ketika timbul penyakit fisik maupun mental.

Setidaknya harus diupayakan untuk mengelola stress sebagai upaya meminimalisir dampak buruknya.

 10 Cara Mengatasi Stress MEnurut Islam


Berikut 10 Cara Mengatasi (lebih tepatnya mengelola) Stress:

Pertama, Hadapi Kenyataan

Sering kita berdalih ketika stress hadir, mengatakan ‘semua baik-baik saja’. Padahal kita sedang stress. Mengakui stress adalah langkah awal untuk dapat mengelola stress menjadi energy pendorong positif.

Kedua, Kenali Penyebab Stres

Mengenali sebab dan sumber stress akan memudahkan kita mengambil langkah penanganan yang tepat.

Apakah stress ini disebabkan oleh masalah pekerjaan di kantor?

Karena rutnitas harian?

Karena terlalu banyak beban yang diambil?

Karena komunikasi dengan pasangan terlambat hingga hubungan memburuk?

Atau…

Karena terlalu tinggi menetapkan target?

Jika sudah jelas kita mengenali penyebab stress di atas, maka seyogyalah kita melakukan langkah-langkah perubahan sesuai dengan akar masalahnya.

Ketiga, Terus Mendekat sama Allah

Salah satu dampak stress adalah memunculkan perasaan tidsak senang. Maka, tingkatkan kualitas dan kuantitas hubungan dengan Allah untuk meraih ketenangan hati.

Memperbanyak dizikir, memperbanyak shalat sunnah, memperbanyak shaum, dan memperbanyak tilawah. Cara seperti ini adalah beberapa diantaranya strategi yang efektif dalam mengelola stress menjadi bernilai positif.

Keempat, Melakukan Relaksasi

Begitu Anda mulai merasakan gejala-gejala stress;

  • lakukan tarik nafas dalam-dalam dengan hidung, hembuskan perlahan-lahan melalui mulut.
  • rilekskan otot-otot tubuh yang kaku dengan melakukan gerakan-gerakan ringan seperti stretching atau putaran sendi.

Langkah ringan ini bisa memberi kesempatan diri kita menekan emosi yang tengah bergolak menjadi reda dan santai.

Kelima, Curahkan Perasaan

Jangan pendam perasaan tidak nyaman seorang diri, karena cara ini bisa menambah efek buruk stress. Badan sakit, pikiran melantur, kinerja kerja pun akan menurun.

Curahkan perasaan tidak nyaman pada keluarga, sahabat, psikolog atau orang lain yang dapat Anda percaya.

Berbagi perasaan pada orang lain, selain melegakan perasaan, juga berpeluang mendapatkan solusi dari masalah.

Keenam, Tuliskan Semua Uneg-uneg

Kalau ada hal-hal yang tidak mungkin Anda ungkapkan pada orang lain, menuliskan uneg-uneg di atas kertas adalah salah satu solusiya.. Anda akan terkejut ketika menyadari bahwa saat Anda membaca kembali tulisan tersebut, perasaan Anda akan jauh lebih baik.

Kenapa?

Ini disebabkan sebagian besar energi kemarahan, kesedihan atau ketakuatan Anda sudah tercurahkan.

Selanjutnya, robek atau bakar kertas dengan tulisan curhatan Anda itu.

Ketujuh, Bernyanyilah Sekeras-kerasnya?

Menyanyi bisa membantu melegakan perasaan dan menurunkan daya tingkat stress.
Utamakan menyanyikan lagu dengan irama dan syair yang riang. Kalau situasinya memungkinkan, menyanyilah sekeras-kerasnya, lalu hayati lagu dengan suara sepenuh hati.

Energi yang Anda salurkan lewat energi juga mampu meredakan emosi dan menimbulkan perasaan gembira di hati.

Kedelapan, Ganti Suasana

Rutinitas akan menimbulkan juga stress. Maka, untuk mengelolanya, ubahlah rutinitas yang sudah berlangsung selama ini.

Pergilah jalan-jalan, ambil kegiatan baru atau kebiasaan baru. Atau ubahlah posisi perabot rumah Anda secara berkala. Menata ulang perabot rumah tangga akan menjadi terapi mengelola stress Anda.

Kesembilan. Berpikir Positif

Tidak ada seorang pun yang bertanggung jawab atas maslah dan hidup kita, kecuali diri kita sendiri.

Apakah stress akan menjadi penghancur kehidupan atau pendorong semangat, semua tergantung pada bagaimana cara kita melihat sisi lain dari masalah yang sedang kita hadapi.

Berpikir positif dalam situasi kondisi apapun. "Sesungguhnya dalam setiap kesuliatan, Allah janjikan kemudahan-kemudahan."

Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam memotivasi, "Sungguh menakjubkan orang mu'min itu, ketika mendapat kebaikan, mereka bersyukur dan ketika mendapat musibah, mereka senantiasa bersabar."

Kesepuluh, Jangan Ditunda

Jangan tunda stress tumbuh berlarut-larut dalam diri kita. Sebelum sang stress menjadi sumber penyakit fisik dan mental.

Hadapi dan kelola stress sedini mungkin jangan ditunda. Dan selalu menghadapi persoalan hidup dengan menyandarkan sepenuhnya sama Allah Ta'ala.

Bolehkan Wanita Hamil Menikah?

SuamiBijak.com - Sahabat Bijaker, pergaulan anak-anak muda di zaman sekarang sungguh memprihatinkan. Bagaimana tidak, kita sering melihat sepasang anak remaja yang berlainan jenis bermesra-mesraan di tempat sepi, bahkan mereka sudah terang-terangan di tempat umum. Selayaknya mereka sudah menikah.

Bayangkan, di tempat yang terlihat orang banyak saja mereka berani berbuat demikian, apalagi di tempat yang sepi?

Akhirnya yang ditakutkan bisa saja terjadi. Hamil di luar nikah.
 Kartun Pernikahan


Lalu, Bolehkan Wanita Hamil Menikah?


Perlu diketahui, wanita hamil ada tiga macam:

  1. wanita hamil yang bersuami
  2. wanita hamil yang diceraikan suaminya
  3. wanita hamil yang tidak memiliki suami sah secara agama, yaitu dimana kandungannya hasil dari zina.

Wanita hamil yang bersuami, tidak boleh dinikahkan sama sekali. Karena ia memiliki suami. Agama Islam melarang keras poliandri, yaitu wanita yang bersuami banyak.

Kedua, wanita hamil yang diceraikan suaminya BOLEH dinikahkan, asal ‘iddahnya sudah sampai, yaitu sampai melahirkan anaknya.

Ketiga, wanita hamil yang tidak memiliki suami yang sah, dimana kandungannya hasil dari zina, apakah boleh dinikahkan?

Jawabannya. BOLEH.

Referensinya dari Kitab ‘Ianatuth thalibin (Syarah fathul Mu'in) juz ke-4 dijelaskan,

“Kalau hamil itu hasil zina, hamilnya sama saja dengan tidak hamil. Maka, tidak ada kehormatan bagi kehamilannya itu”

Hal ini diterangkan oleh Sayyid Abu Bakar Muhammad Syatha ad-Dimyathi, ketika menjelaskan persoalan ‘iddah wanita yang mengandung.


Sayyid Abu Bakar Muhammad Syatha ad-Dimyathi menjelaskan, 

Wanita yang hamil, yang hamilnya dari yang punya ‘iddah (suaminya yang sah), maka ‘iddahnya adalah dengan melahirkan kandungannya. Tetapi, apabila kandungannya tidak berasal dari yang punya ‘iddah itu, maka ‘iddahnya bukan dengan melahirkan.”

“Kalau kandungan berasal dari hasil zina, hal itu tidak ada perhitungan sama sekali, karena adanya kandungannya sama dengan tidak.”

Anak kandungnya itu tidak ada status: tidak dimulai dengan nikah, tidak dimulai dengan cerai, tidak ada ‘iddah, tidak ada ruju’, tidak ada waris, dan tidak ada nasab.

Jadi, ADANYA sama dengan TIDAK ADA.

Dalam surat An Nur ayat ke-32, “Dan kawinkanalah orang-orang yang sendirian (janda-janda) yang ada diantara kamu.”

Di dalam ayat ini, seluruh janda atau orang yang sendirian boleh nikah dan boleh dinikahkan. Terlepas apakah ia sedang hamil atau tidak, apakah ia sedang hamil karena hasil zina atau tidak.

Ayat ini bersifat ayat umum. Asalkan janda atau sendirian, boleh nikah atau dinikahkan.

Kemudian keumuman ayat ini ditakhsiskan (dikhususkan), yakni ada pengecualian dengan ayat lain, yaitu wanita yang dihamili oleh suaminya. Mereka tidak boleh nikah dan dinikahkan sebelum sampai ‘iddahnya (sampai melahirkan anaknya).

Hal ini dijelaskan dalam Surat Ath Thalaq ayat keempat: Dan mereka wanita yang hamil, maka ‘iddahnya ialah sampai mereka melahirkan kandungannya.”

Wanita hamil yang dimaksud dalam ayat ini adalah wanita yang ber’iddah. Adapun wanita hamil karena zina, tidak ada satu ayat pun atau hadits yang melarang mereka nikah atau dinikahkan.
Sehingga mereka tetap masuk dalam cakupan Surat An Nur ayat ke-32, yaitu orang yang boleh dinikahkan.

Kesimpulannya, nikah atau menikahkan wanita hamil karena zina BOLEH saja. Karena tidak ada larangan dalam satu ayat Qur’an maupun haditsnya.
***

Calon Suami Tidak Disetujui Orangtua, Yakinkan Mereka Bahwa Kamu Layak Menjadi Pendampiang dia

Sahabat Bijakers, pernikahan di dalam Islam bertujuan sangatlah mulia. Yaitu untuk menggapai samara: sakinah, mawaddah wa rahmah (ketenangan, cinta dan kasih sayang).

Tentu saja untuk menggapai itu semua ada syarat yang harus dipenuhi laki-laki sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, memotivasi para calon imam keluarga ini:

“Wahai sekalian pemuda...
Barangsiapa diantara kalian sanggup memikul beban tanggung jawab pernikahan, hendaklah ia segera menikah...”

Adapun bentuk tanggung jawab yang harus dipikul laki-laki sebagai imam keluarga, diantaranya tercantum dalam Quran Surat An Nisa ayat 34.

Sebagai imam, ia juga harus mempunyai kelebihan dalam berbagai hal; kekuatan, bijak, sanggup menjaga dan mendidik anak dan istrinya kelak. Dan yang terpenting ia sanggup memberikan nafkah yang layak.
 JIka CAlon Suami Tidak Disetujui Orangtua

Oleh karena itu, dalam pandangan ilmu Fiqih, hukum menikah bisa menjadi wajib, sunnah, mubah (boleh), makruh, bahkan haram.

Cita-cita membentuk keluarga bahagia menjadi keinginan setiap orang. Namun, selalu ada saja masalah yang seakan tak akan pernah habisnya selalu datang dalam kehidupan kita. Termasuk ketika kita mempunyai calon pasangan, orang tua tidak setuju, misalnya.

Lantas, Bagaimana Jika Calon Suami Tidak Disetujui Orangtua?

Sahabat Bijakers...

Setiap orangtua pasti menginginkan hal yang terbaik bagi anaknya. Termasuk untuk urusan calon suami. Kita harus pintar-pintar melihat sudut pandang orang tua kita saat menanggapi maslah ini, sehingga kita bisa bersikap objektif.

Bila alasan penolakan orang tua tidak realistis, maka diperlukan pembicaraan secara baik-baik. Biasanya orang tua ketakutan kalau anaknya serba kekurangan. Perlu diingat, rezeki berupa harta sekalipun, Allah Yang Maha Mengatur.

Kita perlu meyakinkan orang tua bahwa pasangan yang kita pilih adalah orang yang memiliki tanggung jawab, termasuk dalalam urusan nafkah.

Ikhtiar dibarengi do’a untuk memastikan kita sudah mantap untuk memilih calon pasangan kita adalah perkara wajib. Karena setelah menginjak di dunia pernikahan, banyak tangga-tangga yang harus kita jajaki dan tapaki.

Islamuna: Batasan Aurat Laki-laki dan Perempuan Beserta Hikmahnya

SUAMIBIJAK.COM - Aurat berarti suatu kekurangan. Dinamakan demikian karena jika perempuan terbuka auratnya, maka akan tampaklah kekurangannya. Sedangkan menurut syar’i hukum fiqih, aurat adalah perkara yang wajib untuk ditutup, dan haram untuk dilihat.

Aurat bagi perempuan berbeda dengan aurat laki-laki. batasan aurat laki-laki lebih longgar. Aurat laki-laki dalam pandangan perempuan adalah antara pusar dan lutut.

Sedangkan aurat perempuan dalam pandangan laki-laki ajnabi (bukan mahramnya) adalah semua badannya kecuali wajah dan tangan.

 Batasan Aurat Laki-laki dan Perempuan Beserta Hikmahnya


Lantas apa hikmahnya?

Diantara hikmah dari ketentuan tersebut adalah karena reaksi pandangan laki-laki terhadap perempuan umumnya berbeda dengan pandangan perempuan terhadap laki-laki.

Umumnya, seorang laki-laki dapat terangsang hanya dengan satu pandangan seorang perempuan. Tapi, tidak demikian dengan halnya perempuan. Perempuan pada umumnya tidak terangsang hanya memandang seorang laki-laki. Oleh karena itu, aurat perempuan dalam pandangan laki-laki lebih tetutup.

Zaman sekarang, kita banak melihat muslimah yang membuka auratnya, dengan tidak berjilbab. Jangan heran jika kemudian, banyak sekali pemerkosaan atau pelecehan terhadap perempuan itu sendiri. Sebabnya adalah karena perempuan itu sendiri yang membuka pintu dengan membuka aurat mereka dan tidsak berpakaian sesuai dnegan anjuran agama.

Terkadang mereka merasa, pandangan laki-laki terhadap mereka sama seperti mereka memandang laki-laki, yaitu tidak timbulnya rangsangan syahwat. Kemudian dengan santainya mereka berpakaian layaknya laki-laki. Mereka lupa, mereka adalah fitnah (ujian) terbesar bagi kaum Adam.

“Tidaklah aku tinggalkan suatu fitnah yang lebih membahayakan kepada kaumlaki-laki umatku lebih dari fitnah berupa perempuan.” (Muttafaq ‘Alaih)

Maunah Pesantren Al Qodar Garut, Selamat dari Banjir Bandang

Maunah Pesantren Al Qodar Garut, Selamat dari Banjir Bandang - 50 tahun yang lalu, Garut pernah dilanda banjir. Namun, tak sehebat dan sedahsyat tahun 2016 ini. Puluhan korban melayang menjadi santapan derasnya air Cimanuk. Bangunan rumah porak poranda disebabkan curah hujan dengan debit air yang sangat banyak.

Berita Garut dilanda banjir saya dapatkan sekitar jam 1 dini hari, melihat dari roolnews di TV One. “Garut Kebanjiran”. Ternyata berita secara viral sudah tersebar keesokan harinya (22/9/2016).

Musibah menjadi sunatullah (hukum alam) yang harus diterima. Seperti musibah Banjir Bandang di Garut ini. Di balik sesuatu musibah pasti ada hikmah yang harus diambil. Pun dibalik suati kejadian, selalu ada kisah yang membuat orang terhenyak.

Jika ada hikmah disetiap musibah, pasti ada maunah dalam setiap kisah.

Maunah Pesantren Al Qodar

Pesantren Al Qodar selamat dari banjir bandang. dok. PorosGarut

Maunah adalah pertolongan. Diberikan Allah Ta’ala kepada siapapun yang dikehendaki.

Berkat pertolongan Allah, Pesantren Al Qodar Kampung Lebak Siuh, Kelurahan Muara Sanding, Kecamatan Garut Kota, yang tepat di bibir sungai Cimanuk sama sekali tidak tergerus banjir bandang.

 “Berkat pertolongan Allah SWT, pesantren kami tidak tersentuh bencana banjir bandang sungai Cimanuk,”ujar pendiri sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Al Qodar KH. Abdul Qadar Rusman, yang dilansir di PorosGarut.

Kyai Abdul Qodar menanggapi bijak atas kejadian banjir bandang ini. Baginya, musibah itu harus disikapi dengan arif. Bahwa Allah SWT tengah menegur kita. Di balik musibah tersebut pasti ada hikmahnya, agar kita peduli terhadap alam, terutama untuk menjaga dan melestarikan lingkungan hidup. Menggalakkan kembali reboisasi agar hutan tetap rimbun dan ijo-ijo royo.

Semoga kejadian banjir bandang di Garut bisa mengetuk hati kita untuk kembali kepada Allah Ta'ala.