7 Jenis Artikel yang Ditulis oleh Suami Bijak

Menulis bukan barang baru bagi saya. Bukan karena sejak sekolah dasar saya diajarkan untuk belajar menulis. Melainkan menulis menjadi lahan untuk berbagi informasi.



Membuat artikel bukan perkara mudah bagi siapapun yang tidak terbiasa menulis. Banyak cara dan tips menulis, namun tidak action menulis itu ya percuma. Bagi saya, setelah membaca, wajib untuk menulis. Entah menuliskan apa yang kita baca, atau menulis apa yang kita lihat dan kita dengar.

Berkenaan dengan menulis, blog SuamiBijak.com ini menjadi lahan saya untuk berbagi informasi apa yang menjadi ilmu dan juga pengalaman yang saya dapatkan sehari-hari. Tentunya yang berhubungan dengan visi misi blog Suami Bijak yang menyajikan tulisan berkaitan dengan seputar keluarga.

Tentunya berbicara seputar keluarga, tidak melulu hanya bagaimana cara membangun rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah saja. Lebi dari itu, akan banyak tulisan yang mendukung dalam sebuah keluarga.

Dan tentunya blog Suami Bijak akan membantu siapa pun yang memanfaatkan blog ini untuk promosi atau review produknya. Dalam hal ini, saya ketentuan artikel pun bisa dari yang punya produk itu sendiri, atau artikel ditulis oleh saya sendiri dan juga beberapa asisten saya yang mumpuni di bidang tulis menulis.

Karena menulis bukan sekadar cipta mencipta huruf demi huruf, paragraf demi paragraf untuk menjadi sebuah kalimat. Apalagi tulisan yang disenangi adalah ketika jumlah artikel panjang, tapi tetap khusyu membaca. Ini karena apa yang dibaca benar-benar bermanfaat.

1. Bisnis

SuamiBijak.com menulis seputar bisnis. Dimana tulisan dalam kategori ini semua yang berurusan dengan bagaimana cara berbisnis online dan juga offline, terlebih bagi pemula. Tulisan yang saya buat seputar bisnis dari apa yang saya baca, yang pernah saya lakukan dan dari beberapa teman yang memiliki bisnis. Entah bisnis rumahan atau bisnis online di marketplace.

2. Gaya Hidup

Ini pun menjadi tulisan yang ada di SuamiBijak.com ini. Artinya cara dan gaya kehidupan sehari-hari sangat bermanfaat untuk diberitahukan dan diinformasikan. Karena tentunya gaya hidup dari tiap-tiap orang itu berbeda. Apalagi para pelaku bisnis.

3. Fashion

Pakaian menjadi kebutuhan primer bagi kelangsungan hidup. Apalagi mode-mode pakaian saat ini sangat up to date. Kreator-kreator berkompetisi untuk mencari dan menggali apa kira-kira desain yang akan diuat. Tentu diperlukan riset yang matang. Supaya fashion yang sudah dipola dan dibuat bisa layak diminati jutaan orang.

4. Kuliner

Ya. Ini nih yang tidak bisa terlepaskan dari artikel keluarga. Jenis tulisan yang mengupas kuliner tidak akan henti-hentinya selalu hadir. Karena memang dibutuhkan. Info kuliner terdekat yang kita cari.

5. Wisata

Tidak terelakan, wisata menjadi sesuatu yang sangat bertautan dengan Suami Bijak yang mengusung artikel seputar keluarga. Tempat wisata keluarga sangat cocok untuk SuamiBijak.com angkat di blog ini. Apalagi masih banyak potensi wisata edukasi keluarga yang belum diketahui banyak orang.

6. Teknologi

Untuk artikel tulisan seputar teknologi tidak akan begitu banyak ditulis di blog ini. Meskipun setiap minggu ada saja yang datang ke rumah yang meminta bantuan nge-flash handphone. Bisa saja saya membuatkan tulisan tutorial cara flashing Samsung GT-I9082.

7. Properti

Ini kesempatan bagi Anda yang ingin bekerjasama dengan SuamiBijak. Kita bagi-bagi tugas saja. Saya menulis tentang bisnis properti Anda.

Kelima Jenis Artikel yang Ditulis oleh Suami Bijak di atas tentu selain tulisan dengan kategori seputar Keluarga Samara, Bisnis Rumahan, Kata Bijak Pilihan, dan lainnya.

Thank You Google!!! Dari Catatan Pribadi Menjadi Penghasilan Keluarga

Jika generasi millenial tidask tahu Google, sungguh disayangkan. Pasalnya Google sudah menjadi bagian dari kehidupan keluarga milenial di zaman digital. Google menjadi perusahaan raksasa yang dipercaya banyak orang generasi milenial dengan memanfaatkan bagaimana caranya menghasilkan uang lewat internet. Dan Google Adsense menjadi prioritasnya.

Mulai dari sebagai blogger, youtuber, advertiser, dan lain-lain.

Mari kita bahas...

Bagi Anda yang suka menulis, produk Google seperti blogspot (blogger.como) bisa menjadi media cara mendapatkan uang dengan blog. 

Lihat saja di beranda blogger.com


Itu artinya blogger.com yang merupakan bagian dari Google memberikan keleluasaan untuk Anda bisa bekerjasama dengan Google dengan cara meupblikasikan tulisan-tulisan dengan konten yang berkualitas. Untuk dibaca jutaan orang pengunjung yang membutuhkan informasi  di Google Pencarian.

Jadi Blogger Raih Penghasilan Perbulan


Ya. Dengan modal konten yang berkualitas, Google memfasilitasi Anda untuk dimanfaatkan dengan tulisan terbaik Anda. Dengan cara itu, Google akan memberikan reward kepada Anda dengan penghasilan secara rutin kepada Anda.

Lalu bagaimana caranya Google membayar seorang blogger?

Buatlah Konten Berkualitas Jika Ingin Menjadi Blogger Digaji Google Perbulan


Perlu dicatat, tidak serta merta Google cuma memberikan gaji perbulan kepada Anda dengan gratis, apalagi tanpa usaha. Justru Google memberikan tanjakan kepada Anda dengan memberikan atau menulis konten yang berkualitas.

Jika syarat utama, membuat konten berkualitas ini dipenuhi.Pastiikan juga dalam membuat artikel berkualitas tidak hanya 1 judul saja. Setidaknya, Anda harus menyiapkan 10 artikel erkualitas dengan jumlah kata sekitar 700-1000, atau sekitar 3 halaman kertas A4.

Ingat Pesan di beranda blogger.com jika Anda ingin mendapatkan uang di Google:


Dapatkan bayaran untuk semua kerja keras Anda. Google AdSense otomatis menampilkan iklan bertarget yang relevan di blog, sehingga Anda bisa mendapatkan penghasilan dengan mengeposkan konten favorit.

Iya kan???

Itu kok ada tulisan Google Adsense?

Ya. Google Adsense menjadi salah satu pilihan bagi blogger sebagai media partner yang saling menguntungkan, antara blogger sebagai penayang iklan akan membantu para pengiklan dengan cara menyimpan kode iklan di blog yang berkualitas.

Saya kurang begitu suka menulis. Cuma lebih percaya diri kalau selfie. Bisa nggak saya dapat uang di Google?

Tentu saja bisa.

Jadilah Youtuber, Anda Bisa Jadi Content Creator Jutawan

Anda bisa menjadi seorang Youtuber. Istilah bagi mereka yang memuplikasikan karyanya dengan video yang di upload di Youtube. Sama halnya dengan blogger.com, Youtube sendiri adalah salah satu produk dari Google. Itu artinya Anda dengan mudah untuk berkesempatan mendulang dollar di Google.

Syaratnya Anda upload videoo terbaik Anda di Youtube.

Jika blog berisi konten berupa tulisan dan gambar, maka YouTube adalah konten yang berisi tentang video dan audio. Dimana antara blog dan YouTube bisa dijadikan lahan untuk mendapatkan uang di internet.

Tentu saja, jangan asal-asalana dalam membuat video. Harus ada proses riset, pengambilan gambar dan editing.

Tujuannya supaya kualitas video yang akan kita upload bisa menarik perhatian para penonton. Jika video dengan hasil yang bagus, pihak Youtube akan merekomendasikan secara otomatis di eranda Youtube dengan ditonton jutaan orang.

Saya kasih bocoran caranya bagaimana daftar Google Adsense Supaya Mudah Disetujui, Tidak Ditolak Beberapa Kali

Sebelum Anda daftar menjadi publisher dengan carabergabung dengan Google Adsense, pastikan Anda sudah mempunyai Blog (jika Anda senang menulis), atau akun Channel Youtube (jika Anda akan meng-upload video)

Baik, kita langsung menuju cara daftar di Google Adsense:

Pertama, Kirimkan Permohonan Blog atau Channel Youtube Anda ke Google Adsense.



Yang paling penting bagi Anda yang hendak bergabung menjadi penayang (publisher) Google Adsense adalah Anda mempunyai situs situs atau blog, yakni dengan konten yang unik, menarik, dan digemari oleh pembaca. Tentunya tulisan blog Anda itu mesti original.

Karena blog dengan konten yang berkualitas dan juga menarik, apalagi unik akan menjadi tahapan sukses kita supaya disetujui oleh pihak Google Adsense.


Untuk video, pastikan juga harus diedit terlebih dahulu, apakah itu dengan memaka watermark, intro, outro atau dengan memakai thumbnail yang menarik pula.

Kedua,  Hubungkan Blog atau YouTube kamu ke Adsense


Selanjutnya kita akan diminta guna menghubungkan, maksudnya silakan isi alamat blog seperti di bawah ini:
 



Setelah mengikuti tahapan di atas, Anda akandibawa ke halaman untuk mencatat kode iklan di beranda Adsense guna ditempelkan kode unit iklan itu untuk disematkan di HTML blog Anda.

Untuk menyisipkan kode iklan di html, Anda harus mem-parse kode tersebut. 


Jika tidak mau diparse karena dianggap ribet, Anda juga dapat menyisipkan kode iklan adsense tersebut di bagian sidebar sebelah kanan.


Tunggu Peninjauan dari Pihak Google Adsense


Selanjutnya Anda tunggu informasi melallui email apakah Anda berhak menjadi publisher Google Adsense atau tidak. Jangan khawatir jika iklan yang Anda simpan belum  juga tampil. Karena sedasng ditinjau oleh pihak Google Adsense.

Alangkah lebih baiknya Anda terus saja menulis konten berkualitas yang dibutuhkan pembaca.

Bedanya Youtube, harus mencapai jumlah subscriber 1000 dan jumlah penayangan selama 4000 jam, berarti Anda bisa menjadi bagian dari Google Adsense.

Proses peninjauan dari Google Adsense seringkali membutuhkan masa-masa 1 hingga dengan 2 hari. Tergantung kepandaian dari Adsense.

Sering-seringlah periksa email. Karena konfirmasi Anda pantas menjadi partner Google Adsense melewati email.


Jawaban dari Google Adsense antara 2 Pilihan: Disetujui dan Ditolak


Ingat ya, keputusan pihak Google Adsense tidak dapat diganggu gugat. Terserah pihak Google Adsense menerima Anda sebagai partner atau pun tidak.

Jika blog atau youtube Anda disetujui sebagai partner Google Adsense, maka saya sampaikan Selamat Bergabung Menjadi Partner Google Adsense dengan harapan gajian tiap bulan

Kalaupun Anda ditolak, Anda jangan patah semangat, pastikan memperbaiki kualitas konten artikel yang berkualitas lagi dengan ciri-ciri:unik, menarik, dan bermanfaat/menjadi solusi pembaca. lalu perbaiki, jika ada kesalahan-kesalahan terjadi, seperti tidsak adanya profil pemilik blog, disclaimer, sitemap, dll.


Jika Anda mendaftarkan Google Adsense dengan jalan di Youtube, pastikan terus Andamembuat video original yang menghibur banyak orang, supaya video Anda direkomendasikan banyak orang, apalagi oelh pihak youtube.

Sekian.Semoga bermanfaat.

Kolom Ayah: Anakku Menjadi Ustazah Cilik

SUAMIBIJAK.COM - Hari Ahad pagi menjadi rutinitas saya mengisi pengajian ibu-ibu di Masjid Iqro. Dimulai dari jam delapan sampai tiba waktu Dhuhur. Cukup lama juga, karena bukan saya saja yang mengisi ta’lim itu. Ada sekitar 2-3 penceramah untuk memberikan taushiah pengajian tersebut.


Biasanya sengaja saya memilih menjadi penceramah yang terakhir, menjadi tantangan tersendiri. Ketika ibu-ibu pengajian sudah merasa jenuh dengan siraman rohaninya, ini terlihat sudah banyaknya jemaah yang tidak tentu posisi duduknya. Saya pun merasakan hal itu. Untuk menyiasati hal tersebut, biasanya saya shalawat menjadi obat kejenuhan para jamaah. Itu salah satu metode saya.

Ahad itu (22/1), seperti biasa saya selalu memboyong anak, istri juga ibu mertua untuk mengikuti rutin mingguan itu. Anak saya dibalut dengan kerudung yang cantik juga gamis dengan ukuran usia 1 tahun. Memang bulan Januari genap satu tahun usia Adiba (nama anak saya).

Jam di handphone menunjukkan pukul 11 siang. Satu jam cukup buat saya berbagi ilmu sebagai penceramah yang ketiga. Shalawat yang menjadi ciri khas saya menjadi pembuka dalam tausiah itu. Serentak para jamaah melantunkan shawalat salam kepada Baginda Rasul shalallahu 'alaihi wa sallam.

Ketika pada pokok pembahasan tausiah, tiba-tiba anak saya yang berusia satu tahun itu nyelonong maju ke depan, ke meja mimbar mendekati saya. “Anak siapa itu, anak siapa itu?” Tanya ibu-ibu pengajian berbisik ke teman di sampingnya.

Saya gendong anak saya sambil memberikan ceramah. Dengan percaya diri, tanpa sedikit pun malu atau nangis, anak saya menatap satu persatu jemaah sambil makan lollipop layaknya seorang da’iah atau mubalighah yang meberikan tausihan di depan mustami’nya. Kontan saja jemaah yang asalnya sedang khidmat mendengarkan ceramah saya, menjadi buyar dengan tingkah anak saya.

Saya hanya tersenyum melihat tingkah buah hati yang sedang lucu-lucunya itu. Begitu pun dengan para jemaah. Mereka tersenyum, bahkan memuji anak saya. Memang yang kami perhatikan, perkembangannya memang berbeda dengan anak sebayanya. Alhamdulillah ‘alaa kulli haal.

Mendidik anak memang pembiasaan kita sehari-hari. Ketika kita membiasakan dengan hal-hal yang positif, anak pun akan merekam dengan postif pula. Peran umminya-lah yang menjadi pokok keberhasilan seorang anak. Pantas apabila ibu adalah Madrasatul ula (sekolah pertama) bagi anaknya. Di sini peran ayah sebagai khadim (pembantu) sang istri.

Orang tua mana yang tidak menginginkan anaknya menjadi shaleh dan shalehah. Mengeluarkan biaya pendidikan yang mahal sekalipun, tentu akan dimaksimalkan oleh orang tua supaya mencapai tujuan yang kita harapkan.

Tapi perlu diingat, sehebat apapun pendidikan yang diterapkan, semahal apapun pendidikan yang diberikan, bila kita sebagai orang tua hanya bisa menitipkan saja tentu keberhasilan tak akan sempurna.

Keluargalah yang menjadi basic sebagai tempat menuntut ilmu yang pertama. Tentu kiranya kita sebagai orang tua menginginkan keturuanan yang menjadi kebanggaan kita, karena telah diamanahi Allah ‘Azza wa Jalla.

Anak pun yang akan bisa menolong kita, sebaliknya anak juga bisa mencelakakan.

Semoga duriyyah kita menjadi harapan kita untuk selalu mentaati Allah dan Rasul-Nya. Amiin.

Catatan: Tulisan ini pernah saya posting pada tanggal 23 Feburari 2012 di blog pribadi yang sudah lama diurus.

Berbagi di Bulan Ramadhan, Bahagia di Hari Lebaran

SUAMIBIJAK.COM - Ramadhan tak hanya menjadi berkah bagi setiap muslim yang melaksanakan titah wajib dari Khaliknya. Tetapi, ramadhan menjadi media berbagi bagi mereka yang memiliki empati lebih.

Tidak sedikit keistimewaan dan keutamaan – keutamaan yang terkandung di bulan penuh berkah ini. Awal Ramadhan dipenuhi rahmat Allah, pertengahannya dibentangkan ampunan dan akhir Ramadhan sebagai pembebas dari siksaan api neraka. 

Acara Santunan Yatim Dhuafa. (Dok. Pribadi)
Saya bersyukur, Allah takdirkan kepada saya menjadi bagian dari tangan-Nya. Menjadi relawan sebuah perpustakaan dhuafa di kampung adalah tantangan bagi saya. Kini mereka bisa merasakan dan menikmati buku-buku bacaan bermutu. 

Tak hanya itu, saya sebagai pelayan mereka mencoba untuk terus berinovasi dengan program kegiatan tambahan dari sekadar hanya baca saja. Salah satunya, menjadikan perpustkaan dhuafa ini sebagai pusat kegiatan belajar gratis anak-anak yatim piatu dan kurang mampu.


di bulan Ramadhan ini, program spesial selalu diselenggarakan yaitu Menebar Kebaikan di Bulan Ramadhan dengan konsep Ceria Ramadhan Bersama Qur’an, disingkat CeriaQU.

CeriaQU merupakan pesantren kilat ramadhan, dimana anak-anak yatim dhuafa tidak hanya mengkaji ilmu agama saja. Tetapi, mereka juga diajarkan untuk mengkaji lingkungan.
AJAK BERMAIN. dari kiri: Adiba, Saya dan 3 Yatim kakak beradik (kanan)
Saya mencoba mengajarkan kepada mereka dengan Ramadhan Berani Berbagi - berbagi kasih sayang - artinya mereka yang remaja harus bisa mengasuh adik-adiknya. Dengan pola Silih Asah Silih Asih Silih Asuh. Terbukti dengan berani berbagi ini, rasa persaudaraan diantara mereka begitu kuat. Selayaknya kakak beradik satu bapak satu ibu. 

Disela-sela waktu senggang, saya ajak mereka untuk mengkaji masyarakat setempat. Keliling kampung, memerhatikan kehidupan orang lain dari segi ekonomi. Tak jarang kami terus belajar memantaskan diri menjadi pribadi yang bisa bermanfaat untuk orang lain. Karena dari mustad’afiin (lemah ekonomi) ada sejuta keberkahan do’a yang tanpa ada halangan. 


Aktivitas di waktu siang saya cukup padat, karena tiap hari harus mengasuh, mengajarkan alif ba ta tsa dari siang sampai sore. Malam hari setelah manghrib waktu saya agak longgar, maka saya manfaatkan untuk blusukan secara bergilir ke 5 kampung; Hegarmanah, Lunjuk Girang, Citangtu, Pataruman dan Cihaur.

blusukan malam bagikan sembako. dok. pri
Berbagi alat sekolah kepada anak yatim dhuafa, pun berbagi sembako kepada orang tua papa yang uzur. Kegiatan kami tidak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan Sekolah Relawan.


Belanja Bareng Yatim Dhaufa ke Kota


Belanja bisa jadi perkara biasa dan tidak begitu istimewa bagi kebanyakan orang. Tapi tidak dengan saya dan juga anak-anak yatim dhuafa yang saya asuh. Jika ada cukup uang, saya ajak anak-anak secara bergiliran ke kota untuk belanja keperluan mereka. Jarak dari rumah ke kota harus merelakan waktu 1 jam lebih dengan naik angkutan umum.


Jika sudah begini, mereka telihat sumringah. Karena tidak tiap minggu mereka bisa belanja, apalagi tiap hari. 


Sungguh… Nikmat rasanya bisa membahagiakan mereka meskipun hanya mengajak ke kota. Saya bisa menangkap perasaan mereka, “belanja belakangan, pergi ke kota saja masih untung.”

BAHAGIA. Ajak Yatim Dhuafa Belanja ke Kota. (Dok. Pribadi)
Biasanya saya ajak anak-anak belanja ke kota tiga hari sebelum lebaran. Tujuannya supaya perasaan mereka pun sama dengan anak-anak yang mampu akan harta, yaitu hak mereka pun sama: Bahagia di Hari Lebaran.

Kemampuan saya sebagai relawan sangat-sangat terbatas. Namun, saya diingatkan oleh Sekolah Relawan, “Ingat Berbagi, Ingat Sekolah Relawan.” Ternyata saya tidak sendiri. Ada ribuan relawan lain yang sama-sama berjuang untuk terus membuat anak-anak yatim dhuafa tersenyum bahagia.


Semoga dengan membahagiakan anak yatim dhuafa dengan butir-butir kebaikan, menjadikan lautan kebaikan tak terhingga di Surga-Nya.


Janji Nabi shallalhu ‘alaihi wa sallam:

“Siapa orang yang meletakkan tangannya di atas kepala anak yatim dengan penuh kasih sayang, maka Allah akan menuliskan kebaikan pada setiap lembar rambut uyang disentuh tangannya.”

Berani Kotor Demi Kebahagiaan Si Kecil

SUAMIBIJAK.COM - Lepas perpisahan TK IQRO, Adiba merengek pengin liburan.

"Ayo Abi atuh kita liburan!!!"

Saya senyum aja.

"Udah Shalat Ashar kita liburan ya..." ajak saya.




"Beneran? Ke Sumedang kan?" ngabérébét pertanyaan Adiba.

"Kita lihat aja nanti..." sengaja Adiba dibuat penasaran.

Barang-barang yang akan dibawa sudah dipersiapkan. Termasuk perahu kertas.


"Come on...!!!" ajak saya. 

Adiba dan Afifa sudah siap penuh semangat.

"Kemana kita, Bi?" tanya mereka.

"Liburannya kita ke sawah aja ya?"

Sawah seluas 500 tumbak depan Rumah Qur'an dijadikan objek liburan sore ini.

Mereka liburan dengan gaya mereka. Bermain air, lamokot ku 'leutak', bertemu dengan keluarga keuyeup yang sama lagi asyik.

Cukup beberapa menit saja liburan sore ini. Menyisihkan waktu buat anak itu wajib.

Pendidikan parenting tak harus mengikuti seminar. Praktiknya sangat sederhana sekali.

Namanya Sudah Lahir Sebelum Terlahir

SUAMIBIJAK.COMPasca menikah, dambaan bagi setiap ayah bunda adalah segera mempunyai keturunan. Anak yang terlahir kelak diharapkan menjadi anak yang sholeh atau sholehah. Pun dengan saya dan istri.

Bahkan namanya sudah saya persiapkan sebelum mereka terlahir. Waktu itu, jika saya dimanahi putra laki-laki, saya akan menamakan Muhammad Mundzir Fauzi, dan jika perempuan akan saya namai Adiba Zulfa Fauzi.


Nama adalah harapan do'a. Harapan dengan nama dibuat menjadi anak yang diharapkan setiap orang tua. Tidak hanya sebatas identitas belaka, melainkan nama bisa menggambarkan karakter, sifat dan perilaku anak. Bahkan tidak sedikit, orang tua yang meminta nama bayinya kepada pemuka agama, seperti Kyai, Ustad. Nama bayi sebaiknya adalah nama yang bagus. Jangan asal-asalan, meskipun terkesan Islami.

Dari Abu Darda’ radhiyallahu'anhu, ia berkata: Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, bersabda : “Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada Hari Qiamat dengan nama kalian dan nama bapak-bapak kalian. Maka, baguskanlah nama-nama kalian!” (HR. Abu Dawud, Ad-Darimi dan Baihaqi)


Biidznillah. Dengan izin Allah Ta’ala. Tiga kali sucian istri saya, ada berita gembira. Ternyata istri saya telat datang bulan. Harap-harap cemas, saya segera membeli alat untuk mengecek kehamilan. Jawabannya, positif. Alhamdulillah.

Hari itu sangat bersejarah, tepat hari Rabu tanggal 12 Januari 2011. Lahir bayi perempuan dengan bantuan nenek, yang kebetulan sebagai mak paraji. Bayi mungil terlahir dengan selamat. Kini bayi mungil itu sudah beranjak ke bangku kelas satu SD.

Kami termasuk keluarga yang tidak mengikuti program Keluarga Berencana (KB), tapi tetap kami ber-KB alias Keluarga Bahagia, Keluarga Banyak, Keluarga Barokah. Sampai saat ini kami diamanahi 3 orang anak: 2 perempuan, 1 laki-laki.

Indah dan nikmat yang sangat luar biasa yang harus disyukuri, Allah memberikan amanah kepada kami dengan anak-anak sholeh sholehah. Bahkan saya pernah Mengasuh 3 Anak Sekaligus. Umminya belanja, saya yang kebagian ngasuh di area permainan. Cukup berabe, tetapi dinikmati.



Semua nama anak-anak saya lahir sebelum mereka terlahir. Karena bagi saya ini serius untuk masa depan saya dan keluarga.


Ketika yang Lain Belum Mendapatkan Momongan


Dawuh Rasulullah, “Barangsiapa yang tidak bersyukur akan nikmat yang kecil, maka tidak akan bersyukur ketika diberi nikmat yang besar....”

Sungguh saya terus belajar bersyukur. Menyukuri apa yang telah Allah berikan kepada keluarga saya dengan anak. Ya. Ketika saya melihat saudara, atau teman saya yang belum dikaruniai anak. Padahal, ada yang 3 tahun belum diamanahi anak, bahkan ada yang hampir delapan tahun belum Allah kasih momongan sama mereka.

“Maka nikmat manakah yang telah engkau dustakan?”

Masya Allah. Dengan keMahaKuasaan-Nya, Allah berkendak dengan sendirinya. Allah berhak memberikan kepada hamba-Nya dengan kenikmatan yang berbeda-beda. Termasuk kenikmatan amanah keturunan.

Amanah adalah kepercayaan. Amanah adalah titipan. Suatu saat amanah itu akan diambil lagi oleh Pemilik.

Allah Pemilik Segalanya. Allah yang memiliki anak kita, termasuk kita sendiri adalah kepunyaan-Nya. Jika suatu saat anak yang kita damba-dambakan, kita inginkan setengah mati, kita urus dengan menggadaikan segala upaya pengorbanan diambil lagi oleh Pemiliknya. 

Tak ada jawaban yang paling indah selain, “Kita menerima dengan ikhlas”.
Karena sebagai makhluk yang diciptakan adalah datang dan kembali, dari Allah dan untuk Allah.

Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku untuk Allah Yang Mengurus Seluruh Alam.

Hakikatnya tak ada kepunyaan bagi kita. Tak ada kepemilikan bagi kita. Yang kita miliki sekarang adalah amanah serba gratis dari Allah yang kelak akan dipertanggungjawabkan. Termasuk anak. Kelak, anak kita akan menjadi penolong kita di hari pembalasan. Pun akan menjadi musuh yang akan mendakwa kita. Satu sama lain akan saling menghukumi. Saling menjatuhkan. Saling hisab.

Tentunya bagi kita yang sudah mendapatkan anak, semoga bisa menjaga amanah ini dengan sebaik-baiknya.

Pun bagi siapa saja yang sampai saat ini belum juga mendapatkan momongan, semoga Allah kado terindah bagi kita, dengan mengamanahi kita dengan pangeran dan bidadari di dunia. Aamiin.


***

Artikel ini diikutsertakan dalam #GADianOnasis

Semoga banyak hikmah yang bisa diambil dari artikel sederhana ini.

Kolom Ayah: ANAK SEHARGA 100 JT

SUAMIBIJAK.COM - Kemarin (12/10/16), rekan kerja di sekolah berkisah temannya yang pengin punya anak. Bertahun-tahun belum dikarunia momongan menjadikan minder dan cibiran dari saudaranya yang lain. Berbagai cara untuk bagaiamana cara mendapatkan momongan.


Anak saya banyak, kan?

Untuk memastikan kesehatan, si suami istri memeriksakan keluhannya ke dokter spesialis kandungan. setelah dicek, sang istri sehat. Sedangkan suami?

Suaminya pria tambun yang berbobot. Bisa dikatakan super gemuk. Maka, diceklah si suami. Ketika dicek sperma, ternyata encer. Jadi peluang untuk bisa membuahi rahimnya kemungkinan kurang. Begitu pendapat dokter spesialis.

"Gimana baiknya, Dok"? cemas si suami.
"Masih ada peluang," hibur dokter.
"Apa itu, Dok?"
"Bayi tabung!"

Akhirnya suami istri bermusyawarah, dan mengiyakan usulan dokter spesialis untuk menempuh metode bayi tabung. Apapun diusahakan setiap suami istri untuk memiliki keturunan.
Baca: Jika Momongan Tak Kunjung Datang
Proses berharap mendapatkan anak dengan bayi tabung pun dijalankan. Dikarenakan sebabnya sperma suami encer. Maka, dokter fokus mengatasi masalah suaminya dulu. Langkah yang dicapai, sperma suami dipaksa keluar dengan cara onani. Lalu, sperma tersebut dimasukkan ke dalam kapsul. sudah dua minggu mereka jalankan. Setelah sperma dirasa cukup matang, maka hasilnya akan di masukkan ke rahim.

Sudah sebulan suami istri ini mengikuti proses bayi tabung ini. Jika diuangkan, mereka sudah mengeluarkan lebih 100 juta rupiah.

Luar Biasa!!! Calon Anak dengan nilai ratusan juta.

Berbahagialah bagi orang tua yang sudah memiliki keturunan. Ini amanah yang akan dipertanggungjawabkan. Jangan sampai semena-mena menghukum anak tanpa ada dasar yang jelas.
Baca: Hati-hati Menghukum Anak
Pun dengan orang tua yang belum memiliki keturuan. Hendaknya tidak usah berkecil hati. Banyak langkah yang perlu kita ikhtiarkan. Minta do'a dari orang tua dan orang lain, do'a dari anak yatim, misalnya.

"Siapa yang akan menolongmu ketika dilanda kesedihan. Keajaiban do'a adalah pusaka yang tak terkalahkan"
(Roni Yusron Fauzi)

Saya bersama Dafa, ia sudah tak beribu

Sahabat Bijakers, ternyata apa yang kita inginkan belum sesuai dengan apa yang Allah kehendaki.

Kita hanya bisa berupaya, berdo'a dan tawakkal.

Semoga siapapun yang membaca kisah nyata ini, yang belum mempunyai anak/keturunan secepatnya Allah kasih.

Jangan lupa bernadzar dengan nama "Muhammad"

- "Ya Allah... Saya bernadzar, jika diberikan anak, akan dinamakan Muhammad..."

***

Kisah di atas adalah kisah nyata, seperti yang dituturkan oleh teman saya, Bu Rahayu.

Kolom Ayah: Saya Menulis Buku Demi Mereka

SuamiBijak.com - Selepas mengasuh anak kampung mengaji di rumah , saya bergegas ke pusat kecamatan untuk mengambil uang di via ATM. Saya harus membeli peralatan untuk membuat rak buku dari kardus.

Tiba di rumah peralatan sudah siap untuk dikerjakan. Cukup membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk sebuah rak buku mini.

Buku-buku yang berjejer kurang rapi di lemari pojok, satu demi satu saya pindahkan. Namun, mata ini dipaksa untuk melihat lama pada sampul buku yang berjudul, "AKU MAU AYAH!". Tangan ini tergerak untuk memegang buku karangan Irwan Rinaldi itu.

Meskipun buku ini sudah saya khatamkan entah keberapa kalinya. Malam ini otak saya seakan lapar, harus cepat-cepat mencicipi 45 kisah nyata anak-anak yang terabaikan.


Kehidupan sehari-hari saya yang tiap saat harus berlama-lama dengan anak-anak, sangat terasa bagaimana manfaat dari buku setebal 212 halaman ini. Yang sangat menginspirasi. Buku yang wajib para orang tua. Tak rugi menginvestakan sedikit uang membeli buku karangan dari seorang pakar parenting seperti Irwan Renaldi. Untungnya, saya dapatkan buku ini hadiah dari AnakMuslimIndonesia.com, sebagai juara ke-2 ketika mengikuti lomba fotografi.

Saya banyak terinspirasi dan terpengaruhi dengan gaya penulisan Irwan Rinaldi. Ceritanya lepas, namun gaya sastranya begitu melekat.

Ada impian untuk mengikuti jejak seorang Irwan Rinaldi yang setia pada dunia anak. Sebagai langkah awal, sering saya tuliskan di blog pribadi kisah anak-anak, entah di sekolah dimana saya mengajar, atau pun anak kampung yang setiap petang mengaji di rumah.

Saya ingin cerita mereka menjadi inspirasi buat orang lain.

Sumber gambar: Surau Inyiak


***

Ditulis di Garut, 16 Nopember 2012

22.38 WIB


Buka Lapak di Alun-alun Garut

SUAMIBIJAK.COM - Untuk mengajak masyarakat supaya minat membaca, tak cukup berkoar-koar di media sosial, tapi harus dibuktikan di dunia nyata. Ini yang menggerakan saya belajar berjuang di duni literasi, dengan cara membuka lapak. Menjajakan buku-buku di Alun-alun Garut




Tak ada gengsi jika suatu perkara harus diberjuangkan. Budaya masyarakat gemar membaca memang sulit, tapi harus ada solusi. #BukaLapak menjadi salah satu solusinya, bagi saya.


Buku-buku pilihan dijajakan secara GRATIS, silakan bebas membaca di tempat. Buku-buku best seller saya angkut dalam 1 dus besar. Sangat berat. Itulah resikonya. Namun, itu bukan penghalang. Lebih berat lagi jika masyarakat tak terbiasa untuk membaca. Padahal jika mereka tahu, dengan membaca bisa membedakan mana pribadi yang berkualitas dan tidak. Tentunya daya intelektualitas akan bertambah.


Seru dan asyik mengajak orang garut membaca .


Salam Literasi