Lewati 1 Pintu ini, Jika Ingin Meraih Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rahmah

Salah satu nikmat yang diberikan Allah kepada kita dalam kehidupan ini, ialah bahwa Allah memberikan dan menciptakan sesuatu serba berpasang-pasangan.

Maha suci Allah yang telah memberikan segala seuatu itu serba berpasang-pasangan. Siang berhadapan dengan malam, benar berhadapan dengan salah, dan laki-laki berhadapan dengan perempuan. Setelah Allah menciptakan segala sesuatu itu sebagai berpasangan, maka Allah menetapkan aturan main untuk mengatur makhluk sebagai berpasangan.

Kita pun maklum, jika tidak ada aturan, maka bersiaplah untuk kekacauan.Bayangkan, jika sekolah tidak usah pakai aturan, tentu akan kacau. Bikin organisasi tanpa aturan, tentu kacau pula. Demikian daripada kehidupan ini, kalau tanpa ada aturan, tentu kekacauan yang akan timbul.

Allah mencitakan manusia. Allah tahu benar kemampuan maksimal manusia. Oleh sebab itu, aturan permainan yang diturunkan Allah tentu sesuai benar dengan kemampuan manusia.

Contoh kecil, pabrik mobil di Jepang bikin mobil bermerk Daihatsu. Seiring dengan itu, dia keluarkan buku pertunjuknya. Mobil ini namanya anu dengan kecepatan sekian km/jam, dengan daya angkut maksimal sekian ratus kilogram. Kalau rusak? Cara memperbaikinya begini dan onderdilnya pun begini. Karena pabriknya yang membuat mobil, lalu pabriknya sendiri yang mengeluarkan petunjuk. Sudah tentu, buku petunjuk itu sesuai benar dengan mobilnya. Dan tidak bisa, kita punya mobil buatan Jepang rusak, lalu kita perbaiki menggunakan buku petunjuk yang dikeluarkan oleh pabrik mobil Indonesia. Jelas mobil bukan tambah baik, malah tambah hancur.

Kalau manusia menginginkan suatu hidup yang baik. Tidak ada pilihan lain, dia harus mengikuti aturan yang diturunkan yang dibuat oleh yang Pencipta manusia. Dan aturan itu telah turun dalam bentuk Agama Islam yang kita cintai ini.

Laki-laki dihiasai dengan perasaan senang, cinta kepada perempuan. Itu biasa, normal, wajar. Tapi, lalu Allah menurunkan aturan permainan. Yang kalau aturan permainan itu dilanggar, akan membawa kerugian bagi manusisa itu sendiri.

Jika laki-laki senang dengan perempuan, itu normal. Agama membuat aturan. Silakan senang, tetapi melewati satu pintu yang disebut NIKAH.

Kalau peraturan itu diabaikan, yang rugi manusia itu sendiri. Misalnya, PLN mengeluarkan pengumuman yang isinya," NANTI MALAM MULAI JAM 18.00 SAMPAI SHUBUH AKAN PEMADAMAN SECARA TOTAL."
Kita ingat, "nanti malam nih kita giliran ronda." Pagi-pagi sudah kita siap beli batu batre, kita masukan ke lampu senter. Dari sejak kita beli sampai sore, itu batre kita soroti terus. Tentu setelah sore, batu betre itu soak. Datang malam, berangkat kita ronda itu batre sudah soak. Apa sebabnya? Belum waktunya, sudah disoroti terus.

Sekarang kalau ada orang  yang belum masuk pintu pernikahan, nafsu seksnya diobral terus. Itu kan sama juga datang malam, batrenya sudah disoroti terus. Nanti masuk pernikahan, soak. Berhadapan dengan istrinya udah nggak bisa apa-apa, cuma bisa nyengir aja. Yang rugi ya manusianya sendiri.

Itulah sebabnya Allah mengatur melalui satu pintu dengan Pernikahan.

Semoga satu pintu ini kita lalui untuk meraih keluarga sakinah mawaddah wa rahmah.






Kolom Ayah: ANAK SEHARGA 100 JT

SUAMIBIJAK.COM - Kemarin (12/10/16), rekan kerja di sekolah berkisah temannya yang pengin punya anak. Bertahun-tahun belum dikarunia momongan menjadikan minder dan cibiran dari saudaranya yang lain. Berbagai cara untuk bagaiamana cara mendapatkan momongan.


Anak saya banyak, kan?

Untuk memastikan kesehatan, si suami istri memeriksakan keluhannya ke dokter spesialis kandungan. setelah dicek, sang istri sehat. Sedangkan suami?

Suaminya pria tambun yang berbobot. Bisa dikatakan super gemuk. Maka, diceklah si suami. Ketika dicek sperma, ternyata encer. Jadi peluang untuk bisa membuahi rahimnya kemungkinan kurang. Begitu pendapat dokter spesialis.

"Gimana baiknya, Dok"? cemas si suami.
"Masih ada peluang," hibur dokter.
"Apa itu, Dok?"
"Bayi tabung!"

Akhirnya suami istri bermusyawarah, dan mengiyakan usulan dokter spesialis untuk menempuh metode bayi tabung. Apapun diusahakan setiap suami istri untuk memiliki keturunan.
Baca: Jika Momongan Tak Kunjung Datang
Proses berharap mendapatkan anak dengan bayi tabung pun dijalankan. Dikarenakan sebabnya sperma suami encer. Maka, dokter fokus mengatasi masalah suaminya dulu. Langkah yang dicapai, sperma suami dipaksa keluar dengan cara onani. Lalu, sperma tersebut dimasukkan ke dalam kapsul. sudah dua minggu mereka jalankan. Setelah sperma dirasa cukup matang, maka hasilnya akan di masukkan ke rahim.

Sudah sebulan suami istri ini mengikuti proses bayi tabung ini. Jika diuangkan, mereka sudah mengeluarkan lebih 100 juta rupiah.

Luar Biasa!!! Calon Anak dengan nilai ratusan juta.

Berbahagialah bagi orang tua yang sudah memiliki keturunan. Ini amanah yang akan dipertanggungjawabkan. Jangan sampai semena-mena menghukum anak tanpa ada dasar yang jelas.
Baca: Hati-hati Menghukum Anak
Pun dengan orang tua yang belum memiliki keturuan. Hendaknya tidak usah berkecil hati. Banyak langkah yang perlu kita ikhtiarkan. Minta do'a dari orang tua dan orang lain, do'a dari anak yatim, misalnya.

"Siapa yang akan menolongmu ketika dilanda kesedihan. Keajaiban do'a adalah pusaka yang tak terkalahkan"
(Roni Yusron Fauzi)

Saya bersama Dafa, ia sudah tak beribu

Sahabat Bijakers, ternyata apa yang kita inginkan belum sesuai dengan apa yang Allah kehendaki.

Kita hanya bisa berupaya, berdo'a dan tawakkal.

Semoga siapapun yang membaca kisah nyata ini, yang belum mempunyai anak/keturunan secepatnya Allah kasih.

Jangan lupa bernadzar dengan nama "Muhammad"

- "Ya Allah... Saya bernadzar, jika diberikan anak, akan dinamakan Muhammad..."

***

Kisah di atas adalah kisah nyata, seperti yang dituturkan oleh teman saya, Bu Rahayu.

Jika Momongan Tak Kunjung Datang

Jika Momongan Tak Kunjung Datang - Suatu sore, ibu muda diantar sang adik berkunjung ke rumah saya. Sudah dipastikan ibu muda ini pengin ngobrol sama saya soal momongan. Saya tahu karena sebelumnya sang adik pernah mengutarakan sebelumnya sama saya.
"A, nyungkeun do'ana kanggo si teteh hoyong kagungan murangkalih," kata sang adik beberapa waktu sebelum ibu muda ini datang ke rumah saya
Jika diterjemahkan dengan bahasa Indonesia: "A, minta do'anya buat kakak pengin punya anak,"
"Insya Allah," jawab saya.

Ada lagi teman saya sesama guru di sekolah yang mengutarakan dengan ngobrol nyantai seputar momongan. Sudah beberapa tahun pasca pernikahan belum juga dikaruniai momongan.

Urusan momongan atau keturunan, jika kita kembalikan kepada Allah adalah hak mutlak prerogratif Yang Maha Pemberi. Allah belum mengamanahi suami istri untuk memiliki anak. Namun, ada beberapa hal yang bisa diusahakan untuk mendapatkan amanah tersebut. Karena ini masuk kategori Taqdir Muallaq, artinya takdir atau ketentuan yang bisa diubah dengan ikhtiar dan do'a. (kali ini saya tidak akan membahas tentang lebih detail tentang Taqdir Muallaq).

Bahkan pasangan suami istri pun bisa mengusahakan apakah mau melahirkan anak laki-laki atau perempuan?

Tentuya ada langkah-langkah/cara /metoda mengikhtiarkan para suami istri untuk mendapatkan anak, tanpa harus mengadopsi.
Oki Setiana Dewi & Suami memangku Anaknya. (istimewa)

Nadzar dengan asma Muhammad

Habib Munzir bin Fuad Al Musawwa pernah ditanya salah satu muhibbinnya mengenai cara mendapatkan anak.
"Bernadzarlah!" jawab Habib Munzir
Ucapan nadzar bisa seperti ini:
"Jika saya mendapatkan anak laki-laki, saya akan menamakan dengan nama Muhammad,"

Alhamdulillah, saya dikarunia anak ketiga berkat dari nadzar saya sama Allah. Munajat saya waktu itu, "Ya Allah... jika anak saya laki-laki, saya bernadzar akan menamakan dengan nama Muhammad Mundzir Fauzi. 

Saya yakin dengan didawuhkan Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam;
 "Barangsiapa yang sulit mempunyai keturunan, lalu ia bernadzar memberi nama anaknya dengan namaku (maksudnya: Muhammad), maka Allah akan memberikan keturunan padanya," dijelaskan dalam Kitab Sirah Halabiyyah
Lalu bagaimana jika lahirnya malah perempuan?
Tentunya, jika ia dianugerahi anak perempuan, tidak perlu dinamai dengan nama Muhammad. Namun nadzar di atas akan membuka anugerah Allah Ta'ala agar pasangan suami istri dikaruniai keturunan.