Kitalah “Perampok” Kasih Sayang

SUAMIBIJAK.COM - Di tengah semakin tergerusnya budaya lokal dan norma-norma kehidupan dengan gencaran digitalisasi tidak sehat, kita selaku orang tua dituntut untuk semakin bekerja keras mencurahkan kasih sayang kepada anak-anak kita. 



Bagi orang tua yang sama-sama bekerja, ada baiknya berhenti sebentar dari kesibukan kerja yang menyita waktu untuk anak-anak. Berenunglah. Sudah seharusnya mengamati perkembangan mental dan spiritual anak-anak kita.

Apakah ada yang kurang? Jika YA, kembalillah ke rumah, tengoklah dan luangkanlah waktu sebanyak mungkin untuk bersama mereka. Bahkan, jika Anda ibu yang bekerja berangkat pagi pulang malam, berhentilah Anda bekerja. Itu jalan yang terbaik jika anak Anda ingin menjadi yang seperti diharapkan, seperti dulu ketika Anda sedang mengandung.

Sering kita berikan waktu buat anak-anak adalah waktu sisa setelah bekerja. Dimana dibarengi dengan kepenatan jiwa dan raga, dan kesibukan menyiapkan pekerjaan lanjutan untuk esok harinya.

Sadar, tidak sadar kelemahan kita sebagai orang tua adalah seringnya merampas hak anak-anak. Salah satunya, kurangnya bermain dan bercengkrama bersama mereka. Malah membiarkan anak-anak bermain sendirian. Padahal itu adalah perampokan dengan secara halus. 

Ya. kitalah “Perampok” Kasih Sayang. 

Merampok hak-hak mereka dengan imbalan memuaskan mereka bermain dengan sepuas hati.

Maka, kita perlu berkaca diri. Sudahkan secara emosional kita selaku orang tua terlibat dalam kehidupan anak-anak kita?

Jangan-jangan kita baru saja menumpahkan emosi kepada anak-anak? Dengan cara memarahi mereka karena nilai ulangannya jelek atau karena keseringan main game. Padahal harus disadari, ada peran kita dalam kesalahan mereka.


Bermainlah bersama mereka


Ada kisah yang sangat menginspirasi buat kita sebagai orag tua. Teladan yang diperlihatkan oleh seorang Amirul Mu’minin Umar bin Khoththob r.a:
Suatu hari salah seorang sahabat bernama Al Aqro’ bin Habis hendak menghadap Khalifah Umar. Ia dapati Khaligfah Umar sedang bermain dengn anak-anaknya. Mereka bergelantungan di pundak dan punggungnya. 



Lalu sahabat Al Aqro’ berkata, “Tidak sepantasnya seorang amirul mu’minin berlaku demikian. Seperti inikah engkau berbuat dengan anak-anakmu?”

Khalifah Umar terperanjat, lalu bertanya,”Wahai Aqro, apa yang kamu perbuat di rumahmu bersama anak-anak?”

“Saat kumasuki rumahku, maka duduklah orang yang berdiri, dan diamlah orang yang berbicara, dan bangunlah orang-orang yang tidur. Dan aku mempunyai sepuluh anak, tidak pernah sekalipun aku mencium mereka,”

“Jika demikian, kamu tidak pantas menjadi wali bagi kaum muslimin, “jawab Khalifah Umar.

Lalu Khalifah Umar memerintahkan Al Aqro supaya bersikap baik kepada keluarganya, dan ia mencopot jabatannya sebagai wali.

Pantas Khalifah Umar menjadi kebanggaan Rasulullah shalallhu ‘alaihi wa sallam, teladannya tersambung. Jika ada orang tua sudah tidak sayang kepada anak-anaknya, bagaimana ia bisa berkasih sayang kepada orang lain, apalagi bawahannya.

Ikut serta bermain bersama anak-anak adalah salah satu bagian membangun cinta dalam rumah tangga. 

Semoga kita bisa terus menjaga dan mendidik anak dengan efektif.












Namanya Sudah Lahir Sebelum Terlahir

SUAMIBIJAK.COMPasca menikah, dambaan bagi setiap ayah bunda adalah segera mempunyai keturunan. Anak yang terlahir kelak diharapkan menjadi anak yang sholeh atau sholehah. Pun dengan saya dan istri.

Bahkan namanya sudah saya persiapkan sebelum mereka terlahir. Waktu itu, jika saya dimanahi putra laki-laki, saya akan menamakan Muhammad Mundzir Fauzi, dan jika perempuan akan saya namai Adiba Zulfa Fauzi.


Nama adalah harapan do'a. Harapan dengan nama dibuat menjadi anak yang diharapkan setiap orang tua. Tidak hanya sebatas identitas belaka, melainkan nama bisa menggambarkan karakter, sifat dan perilaku anak. Bahkan tidak sedikit, orang tua yang meminta nama bayinya kepada pemuka agama, seperti Kyai, Ustad. Nama bayi sebaiknya adalah nama yang bagus. Jangan asal-asalan, meskipun terkesan Islami.

Dari Abu Darda’ radhiyallahu'anhu, ia berkata: Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, bersabda : “Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada Hari Qiamat dengan nama kalian dan nama bapak-bapak kalian. Maka, baguskanlah nama-nama kalian!” (HR. Abu Dawud, Ad-Darimi dan Baihaqi)


Biidznillah. Dengan izin Allah Ta’ala. Tiga kali sucian istri saya, ada berita gembira. Ternyata istri saya telat datang bulan. Harap-harap cemas, saya segera membeli alat untuk mengecek kehamilan. Jawabannya, positif. Alhamdulillah.

Hari itu sangat bersejarah, tepat hari Rabu tanggal 12 Januari 2011. Lahir bayi perempuan dengan bantuan nenek, yang kebetulan sebagai mak paraji. Bayi mungil terlahir dengan selamat. Kini bayi mungil itu sudah beranjak ke bangku kelas satu SD.

Kami termasuk keluarga yang tidak mengikuti program Keluarga Berencana (KB), tapi tetap kami ber-KB alias Keluarga Bahagia, Keluarga Banyak, Keluarga Barokah. Sampai saat ini kami diamanahi 3 orang anak: 2 perempuan, 1 laki-laki.

Indah dan nikmat yang sangat luar biasa yang harus disyukuri, Allah memberikan amanah kepada kami dengan anak-anak sholeh sholehah. Bahkan saya pernah Mengasuh 3 Anak Sekaligus. Umminya belanja, saya yang kebagian ngasuh di area permainan. Cukup berabe, tetapi dinikmati.



Semua nama anak-anak saya lahir sebelum mereka terlahir. Karena bagi saya ini serius untuk masa depan saya dan keluarga.


Ketika yang Lain Belum Mendapatkan Momongan


Dawuh Rasulullah, “Barangsiapa yang tidak bersyukur akan nikmat yang kecil, maka tidak akan bersyukur ketika diberi nikmat yang besar....”

Sungguh saya terus belajar bersyukur. Menyukuri apa yang telah Allah berikan kepada keluarga saya dengan anak. Ya. Ketika saya melihat saudara, atau teman saya yang belum dikaruniai anak. Padahal, ada yang 3 tahun belum diamanahi anak, bahkan ada yang hampir delapan tahun belum Allah kasih momongan sama mereka.

“Maka nikmat manakah yang telah engkau dustakan?”

Masya Allah. Dengan keMahaKuasaan-Nya, Allah berkendak dengan sendirinya. Allah berhak memberikan kepada hamba-Nya dengan kenikmatan yang berbeda-beda. Termasuk kenikmatan amanah keturunan.

Amanah adalah kepercayaan. Amanah adalah titipan. Suatu saat amanah itu akan diambil lagi oleh Pemilik.

Allah Pemilik Segalanya. Allah yang memiliki anak kita, termasuk kita sendiri adalah kepunyaan-Nya. Jika suatu saat anak yang kita damba-dambakan, kita inginkan setengah mati, kita urus dengan menggadaikan segala upaya pengorbanan diambil lagi oleh Pemiliknya. 

Tak ada jawaban yang paling indah selain, “Kita menerima dengan ikhlas”.
Karena sebagai makhluk yang diciptakan adalah datang dan kembali, dari Allah dan untuk Allah.

Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku untuk Allah Yang Mengurus Seluruh Alam.

Hakikatnya tak ada kepunyaan bagi kita. Tak ada kepemilikan bagi kita. Yang kita miliki sekarang adalah amanah serba gratis dari Allah yang kelak akan dipertanggungjawabkan. Termasuk anak. Kelak, anak kita akan menjadi penolong kita di hari pembalasan. Pun akan menjadi musuh yang akan mendakwa kita. Satu sama lain akan saling menghukumi. Saling menjatuhkan. Saling hisab.

Tentunya bagi kita yang sudah mendapatkan anak, semoga bisa menjaga amanah ini dengan sebaik-baiknya.

Pun bagi siapa saja yang sampai saat ini belum juga mendapatkan momongan, semoga Allah kado terindah bagi kita, dengan mengamanahi kita dengan pangeran dan bidadari di dunia. Aamiin.


***

Artikel ini diikutsertakan dalam #GADianOnasis

Semoga banyak hikmah yang bisa diambil dari artikel sederhana ini.

Mengenali Perangkat Kesehatan Mulut dan Gigi

SUAMIBIJAK.COM - Menjaga kesehatan mulut dan gigi menjadi sangat penting untuk diperhatikan. Selain mengganggu penampilan kita, masalah pada mulut dan gigi pun akan menyebabkan beberapa penyakit lainnya: pusing dan bau mulut.

Maka, untuk mengatasi masalah mulut dan gigi harus dilakukan perawatan yang mesti diperhatikan.

Membaca buku tentang Kesehatan Mulut dan Gigi dapat dipahami bahwa perawatan gigi di saat dewasa bukan lagi sebuah tindakan pembentukan. Karena kualitas gigi orang dewasa berbeda dengan kualitas gigi anak-anak.  Seperti kekuatan gigi, warna gigi dan kesehatan pada gusi, semuanya dipengaruhi oleh kondisi masa kecil. Bahkan, bisa dipengaruhi pada saat seseorang masih dalam usia kandungan.

Meskipun demikian, perawatan gigi juga sangat berpengaruh pada kesehatan mulut dan gigi; Bagaimana cara menyikat gigi yang benar, pengaturan kerapihan gigi sampai penggunaan alat-alat (perangkat) peraat mulut dan gigi.

Sebaiknya kita memahami dulu cara penggunaan dan perawatan alat penyehat mulut dan gigi untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

PASTA GIGI


Menyikat gigi berfungsi untuk membersihkan gigi, terutama pada bagian gigi yang sulit dijangkau. Pasta gigi juga mengandung bahan pembersih gigi, bahan tambahan penguat gigi, pencegah plak dan penyehat gusi. Sehingga pasta gigi membantu proses pembersiah gigi.

ciptadent.co.id

Pasta gigi akan membantu mengeluarkan kotoran dan plak gigi saat kita menyikat gigi. Terjaganya kebersihan gigi ini dapat mengurangi kejadian pembusukan gigi (karies) dan penyakit gusi. Juga menghilangkan bau mulut dan menambah kesegaran mulut.


Bahan penting yang masih banyak digunakan dalam pasta gigi adalah terkandung: silica, dikasium fosfat, natrium metafosfat,  kalsium karbonat dan alumunium oksida.

Untuk mengurangi terjadinya pembusukan gigi atau karies, kita dapat menggunakan pasta gigi yang mengandung flourida. Namun, pasta gigi jenis seperti ini tidak dianjurkan untuk dipakai anak-anak.

OBAT KUMUR

Obat kumur mulut adalah larutan yang digunakan untuk menyegarkan bau mulut dan mencuci ronga mulut dengan cara berkumur. 


Ada  dua tujan: untuk kosmetik dan pengobatan, seperti dalam larutan kumur sejenis alkohol (timol). Alkohol ini biasanya digunakan untuk membersihkan dan mendapatkan rasa nyaman selepas berkumur, juga meningkatkan kesegaran mulut.

Dalam obat kumur ada minyak yang berfungsi untuk menghambat pertumbuhan kuman. Di samping mempunyai kesan "bius" yang akanmelegakan kesakitan pada rongga mulut. Ada juga gliserin: untuk ramuan larutan yang meberikan rasa sejuk selepas berkumur dan meninggalkan rasa manis.

Obat kumur tidak dianjurkan kepada anak-anak. Karena mengandung sodium flourida pada kepekatan 0,05 gm/100ml, dimana berfungsi untuk mengatasi karies gigi.

Cara yang dianjurkan untuk berkumur adalah dengan berkumur ke celah gigi selama satu menit dan membuang semua larutan. Jangan ditelan larutan kumur tersebut. (Catatan: sebaiknya jangan makan apa-apa dulu selama 30 menit sesudah berkumur) supaya manfat obat kumur lebih optimal.


PENCUCI GIGI PALSU

Sama halnya dengan gigi asli, gigi palsu sangat perlu mendapat perawatan yang intens. Karena gigi palsu perlu dikunci setiap hari dengan tujuan untuk mengeluarkan kotoran, plak dan sisa makanan yang terlekat.

BENANG GIGI


Benang gigi adalah benang yang khusus digunakan untuk mebersihkan gigi bagian dalam yang sulit dicapai dengan menggosok gigi. Biasanya benang gigi diseliputi lilin dengan ketebalan yang khusus pula. Benang gigi ini bisa dibeli di apotek.

Perlu diperhatikan jika kita hendak menggunakan benang gigi. Karena ada teknik khusus. Yaitu dengan meletakkan benang dengan benar di celah gigi, lalu dengan teknik tarikan dan dorongan seperti menggunakan gergaji. Perlu hati-hati, apabila benang sampai ke gusi, maka perlu dilengkungkan menjadi bentuk C. Supaya dapat memasuki celah gusi untuk mengeluarkan kotoran atau sisa makanan di dalam gigi.

Semoga bermanfaat.

Parenting: Membiasakan Mendongeng Sebelum Tidur

SUAMIBIJAK.COM - Bagi suami istri, ayah-ibu, mendongeng atau bercerita adalah pekerjaan yang bisa terbilang gampang-gampang susah. Gampangnya, karena modal mendongeng atau bercerita hanya dengan ide cerita, imajinasi dan suara.


Tetapi, bisa saja bagi ayah dan ibu mendongeng begitu susah. Karena belum terbiasa, bahkan tidak pernah membiasakan mendongeng kepada anak sebelum tidur. Padahal, banyak sekali manfaat dengan membiasakan diri memberingan cerita mini kepada anak-anak.

Mendongeng dianggap susah, karenameskipun ide ceritanya seru, belum tentu anak tertarik mendengarkan cerita atau dongeneg kita.

Oleh sebab itu, sebelum mendongnen ada hal-hal yang perlu dipersiapkan:

IDE CERITA


Memilih ide cerita bisa dengan cara kita sendiri membuat cerita atau dongen sendiri atau dengan emmodifikasi cerita-cerita yang ada.

Beruntung sekali, Indonesia memiliki sejuta cerita rakyat yang sangat beragam di berbagai daerah. Misalnya saja di Garut. Ada cerita rakyat "Situ Bagendit".

"Dikisahkan di sebuah desa wilayah Garut, ada seorang janda kaya raya bernama Nyi Endit. Dinamakan Endit karena ia pedit (pelit). Merasa paling kaya, Nyi Edit merasa paling berkuasa. Bahkan Nyi Endit ditakuti masyarakat di desanya.
Kekayaannya membuat ia serakah, ia gunakan harta itu untuk modal renten (lintah darat) dengan melipatgandakan jika ada masyarakat yang meminjam kepadanya. Tak segan-segan Nyi Endit menyiksa setiap warganya yang telat atau tidak bisa membayar utang tepat waktu.  "
 ................. dan sterusnya 
Namun, tidak semua cerita rakyat yang bisa kita dongengkan kepada anak. Takutnya, ada cerita yang emimiliki muatan kekerasan dalam rumah tangga, pembunuhan, dan lain-lain.


INTONASI SUARA YANG TEPAT

Persiapan selanjutnya untuk membiasakan mendongeng kepada anak adalah dengan intonasi suara yang tepat. 

Pastikan sebelum mendongeng, ayah ibu harus sedikit tahu apa isi ceritanya, untuk memastikan bagaimana intonasi suara yang harus dikeluarkan. Karena, tubuh dan suara kita pun ikut bercerita.

Intonasi suara yang tepat diantaranya ayah ibu harus bisa membedakan setiap karakter pada tiap-tiap tokoh. Misalnya, ketika tokohnya kakek-kakek, maka intonasi suara harus bisa menyerupai suara serak-serak berat. Suara kakek-kakek pada umumnya.

Jika, tokohnya seorang anak, suara kecil harus mewakili tokoh anak kecil tersebut.

***
Mari Sahabat Bijakers, tak ada salahnya jika menyempatkan waktu untuk si kecil untuk memberikan dongeng atau cerita yang bermuatan positif.

Semoga bermanfaat.

Ketika Jodoh Tak Kunjung Datang

SUAMIBIJAK.COM - Ketika Jodoh tak Kunjung Datang, dilema, minder, putus asa bahkan (na'udzubillah) berburuk sangka sama Allah.


Jodoh adalah perkara ghaib. Tak ada makhluk mana pun yang tahu siapa jodoh kita. Karena jodoh suah menjadi kehendak Allah. 

Namun, ikhtiar untuk mendapatkan jodoh harus terus diupayakan semaksimal mungkin. 

"Saya sudah shalat hajat, kok!"
Shalat Hajat adalah ikhtiar kita dengan Khalik. Inilah cara utama yang paling tepat untuk berharap kita mendapatkan jodoh. Perkara dikabulkan atau pun tidak itu bukan urusan kita. Hak Allah untuk mengabulkan permohonan kita.

Bisa jadi Allah sangat sayang kepada kita. Allah sangat suka dengan hamba-Nya yang meminta, memohon dengan sangat. Apalagi ketika hamba-Nya memohon di saat-saat waktu sepertiga malam. 

Setiap do'a yang kita haturkan, semuanya dikabulkan Allah. Adakalanya jawaban itu baik menurut kita, baik menurut Allah. Ada juga buruk menurut kita, tetap baik menurut Allah. Kita tidak tahu makna hakikat jawaban dari Allah yang sebenar-benarnya.

Berbaik Sangkalah

Sangkaan (dzon) timbul dari Qolbu. Berbaik sangka sering kita dengar dengan kata Husnudzon, sementara buruk sangka adalah su'udzon.

Na'udzu billah, jika terbesit dalam hati kita ada getar su'udzon kepada Allah. Kepada sesama manusia saja suudzon menjadi kesalahan besar, apalagi kepada Allah yang telah memberikan limpahan kenikmatan kepada kita. 

Kembali ke Agama

Jika suatu masalah dengan teori atau logika tidak bisa menjadi sebuah jawaban. Maka, harus dikembalikan kepada poros hukum. Yaitu kembali kepada agama.

Ya. ketika Jodoh tak Kunjung Datang, jika dijawab dengan logika saja, maka tak akan mampu menjawabnya. Yang ada hanyalah bertambahnya penyakit psikis yang akan merasuki kita. 

Rasa minder mengawali dari penyakit bagi siapa saja yang saat ini belum menemukan jodoh. Ketika melirik orang lain, rekan kerja, teman sekampus, kawan sekolah yang mungkin saat ini sudah menggendong anak. Sementara kita? Boro-boro menggendong anak, jodoh juga belum dapat?

Kembalilah ke Agama
Kembalilah ke Allah

Bisa jadi selama ini masih belum menjadi hamba dambaan Allah. 

Minta dido'akan dan dicarikan sama Orang lain

Pun meminta dido'akan kepada orang lain adalah salah satu ikhtiar kita untuk mendapatkan jodoh. Siapa tahu do'a orang lain lebih cepat dikabulkan Allah dari do'a kita. Apalagi dido'akan dengan orang tua, terutama ibu.

Biasanya seorang anak lebih dekat kepada ibunya, tetapi jarang sang anak jujur meminta do'a dalam urusan jodoh. 

Kenapa harus malu?

Toh yang kita inginkan adalah perkerjaan mulia. Minta jodoh, yang selanjutnya untuk berlangsung ke pernikahan. Ibadah.

Tak hanya minta dido'akan, tetapi ditambah dengan, "Tolong carikan saya jodoh!"

Apakah salah?

Jelas TIDAK. Justru sebenarnya tanggung jawab orang tua yang mencari dan menikahkan anak perempuannya. 

Semoga siapa pung yang belum mendapatkan jodoh, Allah berikan jodoh dengan keridhoan.

Terima Kasih, Bu Rika

SUAMIBIJAK.COM - Anak-anak adalah investasi akhirat bagi saya. Investasi yang sungguh bernilai tinggi ketika kita meninggalkan mereka. Diantara kebahagiaan bagi setiap orang tua adalah mewariskan anak-ank yang shaleh.
Santri Mandiri ngajinya malam

Mengasuh anak-anak adalah aktivitas harian saya bersama istri. Mencoba memanfaatkan sisa nafas yang diberikan Allah Ta'ala. Pun mencoba mentransfer setitik debu ilmu Allah yang mengalir melalui guru-guru saya.

Dari siang sampai malam jadwal untuk mengasuh anak-anak kampung. Tak sedikit dari mereka yang ditakdirkan menjadi yatim, piatu bahkan anak-anak yang terabaikn para orang tua.

Mak, banyak sekali dorongan yang kuat bagi saya untuk membangun sebuah pondok. Sampai detik ini, masih pada tahapan pondasi. Simpel yang saya minta, saya hanya ingin harta untuk pembangunan pondok adalah harta yang berkah.

Alhamdulillah, tak ada pungutan apa pun, artinya gratis untuk mengaji, belajar di rumah saya. Yang penting ada keinginan kuat anak-anak untuk terus belajar. Tugas saya hanya sebagai pengasuh.

Rezeki yang kita terima hakikatnya dari Allah. Syariatnya melalui tangan-tangan hamba-Nya. Termasuk Ibu Rika dari Bekasi. Beliau adalah teman medsos istri saya, yang mungkin melihat aktivitas kami bersama anak-anak.

Ibu Rika yang mempunyai toko kelontongan, menjual alat-alat tulis kantor (ATK). Berhubung suaminya pindah tugas, maka terpaksa Ibu Rika pun harus menghentikan sebagai mompreneur di tokonya. Secara bertahap isi toko kelontongan itu dikirimkan ke Rumah Baca Asma Nadia Garut yang saya asuh.

Beberapa hari yang lalu Ibu Rika mengirimkan kembali beberapa paket ATK: spidol, penghapus, tas sekolah,dll. Insya Allah akan saya bagikan sama anak-anak dalam acara Haflah Imtihan Santri pada bulan April atau Mei.

Terima Kasih Bu Rika, semoga bisa kami manfaatkan apa yang Ibu dan Kelurga berikan.

Mangkal di Depan Masjid, Ibu Imas Bisa Bawa Pulang ke rumah 8 JT

SUAMIBIJAK.COM - "Ketika kamu keluar rumah, niatkan setiap langkah kakimu untuk bisa mendapatkan ilmu dan hikmah yang baru!" begitu salah satu guru saya mengajarkan.

Alhamdulillah, kalimat itu terpatri dalam hati sampai sekarang.

Seperti hikmah baru yang saya dapatkan saat perjalanan dari Garut menuju Sumedang, untuk menghadiri adik (putri bibi) yang akan melangsungkan pernikahan.

Saya yakini setiap detik, Allah gerakan tubuh ini dengan jutaan hikmah yang harus digali untuk ditafakuri. Termasuk dalam setiap perjalanan kita.

Awalnya, saya akan berangkat ke Sumedang selepas mementori anak-anak di MI IQRO yang akan mengikuti Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (AKSIOMA). Namun, Kamis sore saya harus ketemuan sama ibu-ibu pengajian di Kampung Lunjuk Girang. Saya belum sempat memberitahu pimpinan ibu-ibu majelis, kalau saya tak akan hadir. Karena menjadi tanggung jawab, akhirnya saya mengisi dulu rutinan Kamisan.

Jam lima sore akhirnya saya beramgkat dari Garut dengan Primajasa. Cileunyi menjadi tempat transit untuk pindah angkutan umum lain. Tiba di Cileunyi pas adzan Maghrib. Usai shalat berjamaah sambil menunggu angkutan umum, saya mendekati lapak dagang depan Masjid Al Musyawarah, Cileunyi, Bandung.

ilustrasi

Bercengkrama sekedar say hallo menjadi kebiasaan saya jika bertemu dengan orang baru. Termasuk ibu penjual asong ini yang saya dapati.sedang menghisap rokok kretek.

"Kopi hitam satu, Bu!" pesan saya.

Beberapa menit kemudian kopi hitam sudah siap saya minum. Rasa mual sedikit terobati dengan kopi hitam tiga ribu.


"Suka sampai jam berapa mangkal, Bu?"

" Full, A. Sehari semalam."

"Sehari suka dapat berapa, Bu?" lanjut saya.
"Alhamdulillah, rata-rata 700 ribu," sambil menghisap rokok kretek dengan sangat berat.
"Hebat juga ya?" saya semakin seru untuk terus melanjutkan obrolan ini.
"Bahkan saya pernah dapat 8 juta, A," kata ibu berkerudung itu penuh pasti.
"delapan juta?" saya nyaris tak percaya.

Ibu Imas. Sehari-harinya hanyalah pedagang yang mangkal di depan Masjid Al Musyawarah. Sudah 20 tahun sewaktu ia gadis, dan kini ditemani suaminya menyediakan barang dagangan. Kopi seduh, dan minuman ringan lainnya.

Ia mangkal bergantian dengan suaminya. Bu Imas dari pagi sampai menjelang Maghrib, sementara suaminya kebagian shif malam. Meskipun dagangannya 'hanya' minuman ringan dan beberapa cemilan, ternyata penghasilan sehari-harinya bisa mengalahkan pegawai negeri sipil. 

Meraup Omzet 8 Juta Sehari Semalam


Penghasilan sehari-harinya jika dirata-ratakan sekitar 700-800 ribu. Pernah ia mendapatkan omzet 8 juta. Ya. DELAPAN JUTA.

Ia dapatkan delapan juta dalam sehari semalam jika waktu lebaran tiba. Termasuk, lebaran tahun kemarin.
"Alhamdulllah, A. Ramadhan benar-benar bulan berkah,"

Lebaran atau Iedul Fitri baginya menjadi moment yang sangat dinanti. Karena penghasilanya sebagai pedagang bisa bertambah untuk bisa membiayai anak semata wayangnya yang sudah remaja.

Menikahkan 8 Anak yatim


Ibu Imas yang tinggal di Kampung Pasir Nangka, belakang Al Masoem ini tidak lupa diri. dalam hartanya ada rezeki orang lain. Termasuk untuk berbagi. sama halnya dengan suami yang kaya hati. Yang selalu menyayangi anak-anak yang bukan anak kandungnya.

Pernah suatu hari, suami Ibu Imas mendapati anak terlantar tak jauh di depan warung dagangannya. Setelah ditanya, sang anak adalah yatim. Tak lama-lama ia bawa anak itu untuk ia dan bu Imas asuh, layaknya anak sendiri.

"Saya sudah menikahkan 8 anak yatim, A," Bu Imas melanjutkan kisahnya.

Anak yatim yang diasuh dan dinikahkan ternyata ada yang dari Jawa, Madura dan di luar kota lainnya.Resepsi pernikhannya pun sama dengan orang-orang kebanyakan. Sewa sound sistem dan hiburan.

"Apakah ini juga berkah dari menyantuni anak yatim?" batin saya.

***

Begitu banyak ilmu, hikmah dan pengalaman yang bisa saya petik dari obrolan singkat saya bersama Ibu Imas.

Pertama, Jangan Pernah Menyepelekan Seseorang
Sering kita tertipu dengan tampilan luar. Sementara kita tidak bagaimana hati seseorang.

Kedua, Ada Rezeki Orang Lain dari Harta Kita
Harta hanyalah titipan, bukan keabadian. Jika harta itu halal, maka akan diperhitungkan. Jika haram, kesengsaraaan yang akan didapati.

Ketiga, Berkahnya Menyantuni Anak Yatim

Ada keajaiban yang akan kita dapati jika kita ditakdirkan bisa menyantuni anak yatim. Berbahagialah bagi mereka yang bisa menyantuni, membantu meringankan pendidikan anak yatim tak berbapak. Apalagi mengasuhnya.

Keempat, Ada Hikmah di Setiap Perjalanan

Selalu saja akan mendapatkan pelajaran berharga jika kita jeli menggali dalam setiap perjalanan yang kita susuri.

***
Terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca tulisan sederhana ini. Semoga banyak hikmah, khususnya bagi saya.



Stres Hanya Bisa Membuat Anda Jadi Melemah, Optimislah...

SuamiBijak.com - Stress merupakan kondisi perasaan tidak enak atau merasa tertekan, baik secara fisik maupun psikologis. Ini disebabkan oleh persoalan yang di luar kendali kita. Stress sendiri adalah respon umum terhadap perubahan bentuknya tergantung persepsi diri tentang persoalan atau perubahan tersebut.

Stress tidak melulu berkonotasi negatif, sebab kita pun membutuhkannya untuk merangsang kemajuan dan kreatifitas.

Namun, tak dipungkiri. Stress bisa berdampak buruk pada kinerja, hubungan social dan keluarga. Bahkan yang paling parah ketika timbul penyakit fisik maupun mental.

Setidaknya harus diupayakan untuk mengelola stress sebagai upaya meminimalisir dampak buruknya.

 10 Cara Mengatasi Stress MEnurut Islam


Berikut 10 Cara Mengatasi (lebih tepatnya mengelola) Stress:

Pertama, Hadapi Kenyataan

Sering kita berdalih ketika stress hadir, mengatakan ‘semua baik-baik saja’. Padahal kita sedang stress. Mengakui stress adalah langkah awal untuk dapat mengelola stress menjadi energy pendorong positif.

Kedua, Kenali Penyebab Stres

Mengenali sebab dan sumber stress akan memudahkan kita mengambil langkah penanganan yang tepat.

Apakah stress ini disebabkan oleh masalah pekerjaan di kantor?

Karena rutnitas harian?

Karena terlalu banyak beban yang diambil?

Karena komunikasi dengan pasangan terlambat hingga hubungan memburuk?

Atau…

Karena terlalu tinggi menetapkan target?

Jika sudah jelas kita mengenali penyebab stress di atas, maka seyogyalah kita melakukan langkah-langkah perubahan sesuai dengan akar masalahnya.

Ketiga, Terus Mendekat sama Allah

Salah satu dampak stress adalah memunculkan perasaan tidsak senang. Maka, tingkatkan kualitas dan kuantitas hubungan dengan Allah untuk meraih ketenangan hati.

Memperbanyak dizikir, memperbanyak shalat sunnah, memperbanyak shaum, dan memperbanyak tilawah. Cara seperti ini adalah beberapa diantaranya strategi yang efektif dalam mengelola stress menjadi bernilai positif.

Keempat, Melakukan Relaksasi

Begitu Anda mulai merasakan gejala-gejala stress;

  • lakukan tarik nafas dalam-dalam dengan hidung, hembuskan perlahan-lahan melalui mulut.
  • rilekskan otot-otot tubuh yang kaku dengan melakukan gerakan-gerakan ringan seperti stretching atau putaran sendi.

Langkah ringan ini bisa memberi kesempatan diri kita menekan emosi yang tengah bergolak menjadi reda dan santai.

Kelima, Curahkan Perasaan

Jangan pendam perasaan tidak nyaman seorang diri, karena cara ini bisa menambah efek buruk stress. Badan sakit, pikiran melantur, kinerja kerja pun akan menurun.

Curahkan perasaan tidak nyaman pada keluarga, sahabat, psikolog atau orang lain yang dapat Anda percaya.

Berbagi perasaan pada orang lain, selain melegakan perasaan, juga berpeluang mendapatkan solusi dari masalah.

Keenam, Tuliskan Semua Uneg-uneg

Kalau ada hal-hal yang tidak mungkin Anda ungkapkan pada orang lain, menuliskan uneg-uneg di atas kertas adalah salah satu solusiya.. Anda akan terkejut ketika menyadari bahwa saat Anda membaca kembali tulisan tersebut, perasaan Anda akan jauh lebih baik.

Kenapa?

Ini disebabkan sebagian besar energi kemarahan, kesedihan atau ketakuatan Anda sudah tercurahkan.

Selanjutnya, robek atau bakar kertas dengan tulisan curhatan Anda itu.

Ketujuh, Bernyanyilah Sekeras-kerasnya?

Menyanyi bisa membantu melegakan perasaan dan menurunkan daya tingkat stress.
Utamakan menyanyikan lagu dengan irama dan syair yang riang. Kalau situasinya memungkinkan, menyanyilah sekeras-kerasnya, lalu hayati lagu dengan suara sepenuh hati.

Energi yang Anda salurkan lewat energi juga mampu meredakan emosi dan menimbulkan perasaan gembira di hati.

Kedelapan, Ganti Suasana

Rutinitas akan menimbulkan juga stress. Maka, untuk mengelolanya, ubahlah rutinitas yang sudah berlangsung selama ini.

Pergilah jalan-jalan, ambil kegiatan baru atau kebiasaan baru. Atau ubahlah posisi perabot rumah Anda secara berkala. Menata ulang perabot rumah tangga akan menjadi terapi mengelola stress Anda.

Kesembilan. Berpikir Positif

Tidak ada seorang pun yang bertanggung jawab atas maslah dan hidup kita, kecuali diri kita sendiri.

Apakah stress akan menjadi penghancur kehidupan atau pendorong semangat, semua tergantung pada bagaimana cara kita melihat sisi lain dari masalah yang sedang kita hadapi.

Berpikir positif dalam situasi kondisi apapun. "Sesungguhnya dalam setiap kesuliatan, Allah janjikan kemudahan-kemudahan."

Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam memotivasi, "Sungguh menakjubkan orang mu'min itu, ketika mendapat kebaikan, mereka bersyukur dan ketika mendapat musibah, mereka senantiasa bersabar."

Kesepuluh, Jangan Ditunda

Jangan tunda stress tumbuh berlarut-larut dalam diri kita. Sebelum sang stress menjadi sumber penyakit fisik dan mental.

Hadapi dan kelola stress sedini mungkin jangan ditunda. Dan selalu menghadapi persoalan hidup dengan menyandarkan sepenuhnya sama Allah Ta'ala.

Buku Ini Cocok untuk Wanita yang Mempunyai Masalah Haid, Sampai Pembagian Harta Warisan

SuamiBijak.com - Haidh merupakan persoalan yang sangat mendasar bagi kaum wanita. Karena menyangkut masalah kesucian jismani dan ruhani. Sah dan tidak sahnya suatu ibadah.

Sedangkan sah dan tidaknya suatu ibadah merupakan syarat mutlak diterima atau tidaknya suatu ibadah.

Pentingnya mengetahui permasalahan haid tidak terbatas bagi kaum hawa saja, tetapi kaum Adam pun harus mengetahuinya.

Sebagai suami bijak pun dituntut untuk memberikan pelajaran kepada istri atau anak perempuannya.
Maka, buku berjudul Problematika Haid dan Permasalahan Wanita sangat cocok untuk dijadikan sumber referensinya.


Bagaimana Anda Menikah dan Mengatasi Permasalahannya?


Pernikahan adalah salah satu tahap dalam kehidupan yang sangat menentukan masa depan seseorang. Bila niatnya didorong oleh motivasi agama, maka ada jaminan untuk meraih keluarga sakinah mawaddah wa rahmah. Yang penuh dengan cinta dan kasih sayang, seperti yang diidam-idamkan setiap manusia.

Rumah tangga semacam inilah yang diungkapkan sebagai baiti jannatii, “rumahku adalah surgaku.”

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Nikah itu sunnahku. Barangsiapa yang berpaling dari sunnahku, maka bukan dari golonganku.”

Hadits ini, selain menunjukkan jaminan kebahagiaan bagi masa depan umat Rasulullah. Pernikhan yang disetujui adalah pernikahan yang diteladankan oleh beliau shalllahu ‘alaihi wa sallam dalam kehidupannya.

Sangat pentinglah, khususnya bagi para remaja untuk mempelajari masalah pernikahan dalam Islam secara seksama, sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Dan siapa pun yang ingin membangun rumah tangganya didasari pondasi syari’at Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Sehingga tidak ada satu upaya pun yang dilakukan dlam membangun rumah tangga selain ibadah yang bernilai tinggi di hadapan Allah ta’ala.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam memberikan motivasi kepada kita, “Apa yang dinafkahkan seseorang terhadap istrinya adalah sedekah. Dan seseorang akan diberi pahala daris etiap suapan yang masuk ke dalam mulut istrinya.

Buku berjudul Bagaimana Anda Menikah dan Mengatasi Permasalahannya? Adalah sebuah buku yang sangat cocok bagi calon pengantin atau yang sudah menikah untuk menimba ilmu dalam kehidupan rumah tangga.


Bagaimanakah Anda Membagikan harta Warisan dengan Benar?

Pembagian harta warisan merupakan suatu masalah yang sangat pelik. Terkadang dapat menimbulkan timbulnya pertikaian, bahkan terjadinya pembunuhan diantara ahli waris.

Selain itu, pada saat harta waris akan membagikan, ahli waris sering mendapatkan kesulitan dalam mencari seorang ahli faraid yang dapat membantunya untuk menyelesaikan pembagian itu, karena jarang sekali orang yang mempelajari ilmu faraid dan memahaminya dengan baik.

Penjelasan yang mudah dipahami dengan uraian mendetail dalam buku ini sangat membantu siapa pun yang membutuhkan penjelasan tentang bagaimana membagi harta warisan yang benar, yang sesuai dengan syariat Islam.

Dengan memahami hakikat waris, hukum membagikan harta waris, ahli waris yang berhak mendapatkan harta waris, bagian masing-masing ahli waris, dan bagaimana cara membagikannya, insya Allah akan terhindar dari pertikaian atau hal-hal yang tidak kita inginkan.

Karena setiap ahli waris mendapatkan haknya masing-masing sesuai dengan ketetntuan yang Allah berikan.

Buku berjudul Bagaimanakah Anda Membagikan harta Warisan dengan Benar? Akan membimbing kita bagaimana membagikan harta warisan secara benar dan terperinci.

Ketiga buku ini ditulis oleh Ustad Segaf Hasan Baharun, S.HI, M.HI. yang diterbitkan oleh Ma’had Darullughah wa Da’wah

Bolehkan Wanita Hamil Menikah?

SuamiBijak.com - Sahabat Bijaker, pergaulan anak-anak muda di zaman sekarang sungguh memprihatinkan. Bagaimana tidak, kita sering melihat sepasang anak remaja yang berlainan jenis bermesra-mesraan di tempat sepi, bahkan mereka sudah terang-terangan di tempat umum. Selayaknya mereka sudah menikah.

Bayangkan, di tempat yang terlihat orang banyak saja mereka berani berbuat demikian, apalagi di tempat yang sepi?

Akhirnya yang ditakutkan bisa saja terjadi. Hamil di luar nikah.
 Kartun Pernikahan


Lalu, Bolehkan Wanita Hamil Menikah?


Perlu diketahui, wanita hamil ada tiga macam:

  1. wanita hamil yang bersuami
  2. wanita hamil yang diceraikan suaminya
  3. wanita hamil yang tidak memiliki suami sah secara agama, yaitu dimana kandungannya hasil dari zina.

Wanita hamil yang bersuami, tidak boleh dinikahkan sama sekali. Karena ia memiliki suami. Agama Islam melarang keras poliandri, yaitu wanita yang bersuami banyak.

Kedua, wanita hamil yang diceraikan suaminya BOLEH dinikahkan, asal ‘iddahnya sudah sampai, yaitu sampai melahirkan anaknya.

Ketiga, wanita hamil yang tidak memiliki suami yang sah, dimana kandungannya hasil dari zina, apakah boleh dinikahkan?

Jawabannya. BOLEH.

Referensinya dari Kitab ‘Ianatuth thalibin (Syarah fathul Mu'in) juz ke-4 dijelaskan,

“Kalau hamil itu hasil zina, hamilnya sama saja dengan tidak hamil. Maka, tidak ada kehormatan bagi kehamilannya itu”

Hal ini diterangkan oleh Sayyid Abu Bakar Muhammad Syatha ad-Dimyathi, ketika menjelaskan persoalan ‘iddah wanita yang mengandung.


Sayyid Abu Bakar Muhammad Syatha ad-Dimyathi menjelaskan, 

Wanita yang hamil, yang hamilnya dari yang punya ‘iddah (suaminya yang sah), maka ‘iddahnya adalah dengan melahirkan kandungannya. Tetapi, apabila kandungannya tidak berasal dari yang punya ‘iddah itu, maka ‘iddahnya bukan dengan melahirkan.”

“Kalau kandungan berasal dari hasil zina, hal itu tidak ada perhitungan sama sekali, karena adanya kandungannya sama dengan tidak.”

Anak kandungnya itu tidak ada status: tidak dimulai dengan nikah, tidak dimulai dengan cerai, tidak ada ‘iddah, tidak ada ruju’, tidak ada waris, dan tidak ada nasab.

Jadi, ADANYA sama dengan TIDAK ADA.

Dalam surat An Nur ayat ke-32, “Dan kawinkanalah orang-orang yang sendirian (janda-janda) yang ada diantara kamu.”

Di dalam ayat ini, seluruh janda atau orang yang sendirian boleh nikah dan boleh dinikahkan. Terlepas apakah ia sedang hamil atau tidak, apakah ia sedang hamil karena hasil zina atau tidak.

Ayat ini bersifat ayat umum. Asalkan janda atau sendirian, boleh nikah atau dinikahkan.

Kemudian keumuman ayat ini ditakhsiskan (dikhususkan), yakni ada pengecualian dengan ayat lain, yaitu wanita yang dihamili oleh suaminya. Mereka tidak boleh nikah dan dinikahkan sebelum sampai ‘iddahnya (sampai melahirkan anaknya).

Hal ini dijelaskan dalam Surat Ath Thalaq ayat keempat: Dan mereka wanita yang hamil, maka ‘iddahnya ialah sampai mereka melahirkan kandungannya.”

Wanita hamil yang dimaksud dalam ayat ini adalah wanita yang ber’iddah. Adapun wanita hamil karena zina, tidak ada satu ayat pun atau hadits yang melarang mereka nikah atau dinikahkan.
Sehingga mereka tetap masuk dalam cakupan Surat An Nur ayat ke-32, yaitu orang yang boleh dinikahkan.

Kesimpulannya, nikah atau menikahkan wanita hamil karena zina BOLEH saja. Karena tidak ada larangan dalam satu ayat Qur’an maupun haditsnya.
***

Ketika Ngasuh 3 Anak Sekaligus

SuamiBijak.com - Alhamdulillah, nikmat yang harus disyukuri. Allah amanatkan dua putri dan satu putra kepada saya saat ini. Punya tiga anak di usia yang terlalu muda sangat beresiko. Apalagi ketika emosi kepemudaan yang masih labil.

Liburan sekolah yang dua minggu belum saya manfaatkan untuk mengajak keluarga berlibur atau sekedar main-main. Aktivitas bersama anak-anak asuhan masih terlalu menjadi alasan yang kuat.



Nggak enak juga, si sulung Adiba dan pangais bungsu Afifa yang terus merengek pengin naik odong-odong. Ya. Biasanya kalau ada kesempatan waktu dan rezekinya, saya selalu mengajak main keluar anak-anak ke salah satu mini market di Leles, kecamatan sebelah.

Beda waktu, beda juga kesempatan. Kali ini semuanya saya ajak. Sudah pasti Adiba sama Afifa, si bungsu Umay pun ikut serta. Sudah sangat jelas, berabenya minta ampun. Untungnya si cinta ikut mendampingi.

Ngasuh 3 anak sekaligus sangat repot juga. Di situ sangat-sangat saya sadar, si cinta jauh lebih repot lagi kalau saya nggak ada di rumah. Apalagi sering pulang malam.

Seru. Bersyukur. Nikmat Luar Biasa.

Seru, walaupun repot gendong si bungsu
Bersyukur, ketika yang lain belum mendapatkan momongan, saya udah 3.
Nikmat Luar Biasa, masih bisa menyisihkan waktu untuk keluarga.



Bagi Suami Bijaker, jangan pesimis belum mendapat momongan. Berbaik sangka sama Allah adalah obatnya.

Ada Tips Khusus nih:
Jawaban Bijak Habib Lutfi bagi Suami Istri yang Ingin Segera Punya Momongan
Jika Momongan Tak Kunjung Datang 

Puisi Keluarga: Aku Putuskan Memilihmu

SuamiBijak.com - Romantis dalam keluarga tidak hanya diungkapkan secara ucapan lisan yang mendayu-dayu. Membuncahkan rasa bisa lewat puisi nan indah. Apalagi dibacakan di depan suami atau istri.

Berikut puisi keluarga karya istri saya. Saya kutip dari blog istri yang sudah lama tidak diurus. Untuk menyimpannya kembali, saya tulis kembali puisi penuh cinta ini yang ditulis pada tanggal 27 Juni 2010:

Silakan membaca dengan hati-hati dan pakai hati, dengan iringan lagu yang menyayat hati

Selamat Membaca!!!


Lima bulan yang lalu: Aku putuskan memilihmu


aku putuskan memilihmu
karena taqdir
karena kita berbeda
karena kau bak Sang Raja:
--- yang tak lelah memimpin kerajaannya

lima bulan yang lalu
aku putuskan memilihmu
karena kita sepakat
merangkai untaian kasih suci
menghimpun rasa yang berserak
--- menaruh harapan indah di depan

lima bulan telah berlalu
kita terlelap dalam perjalanan panjang
kadang terengah menapaki bukit terjal
kadang menghela nafas
menuruninya silih berganti
hingga kita mampu melewati dan menikmatinya
bagai cerita novel tak berkesudahan

penyejukku
ijinkan aku menatap beningnya matamu
karena di ketulusanmu
kudapati keteduhan
biarkan aku rebahkan diriku
di kelembutan dan kesabaran hatimu
jika liar, ego dan amarah bisa berubah tanpa harus ada yang terluka

cintaku
aku bukan malaikat yang nyaris sempurna
begitu juga kau
kerap kita berselisih
menghiasi hari dan perjalanan
tapi
itulah dinamika bahtera penuh suka
khilaf
dan noda

cintaku
aku belum bisa menjadi Fatimah Az Zahra
atau menjadi istri yang bijak
atau sahabat yang sangat hangat

aku hanyalah seorang wanita
yang sedang belajar menjadi pelayan Nahkoda
melayanimu dan anak-anak kita
berlayar sampai tepian dermaga
sakinah
mawadah
warohmah

cintaku
pada lembaran ini
aku hanya bisa melukiskan segalanya
meski tak penuh
tapi sarat dengan warna

pada lembaran ini pula
kulantunkan sebuah doa
kita senantiasa dalam
bimbingan dan ridlha-NYa

lima bulan yang lalu
aku putuskan memilihmu
karena taqdir
karena inilah
Allah mempertautkan kita

barakallah
semoga Allah memberkahimu

Rumah Impian, 27 Juni 2010

***
Ternyata puitis juga istriku