Bosen dan Ingin Berbeda? Pilih Oleh Oleh Ini

SUAMIBIJAK.COM - Jalan-jalan ke berbagai daerah tentu tidak akan membuat kita lupa untuk membawa oleh-oleh khas Indonesia. Kita dapat membawa oleh-oleh berupa souvenir, makanan, minuman, baju, atau kain khas daerah tersebut. Yang pasti oleh-oleh yang kita bawa tidak akan jauh-jauh dari budaya atau sesuatu yang khas di daerah tersebut.


Berikut ini merupakan beberapa oleh-oleh khas Indonesia yang dapat kita jadikan buah tangan untuk keluarga di rumah ataupun yang sedang di luar negeri.

1. Pembatas buku

Oleh-oleh yang pertama yaitu pembatas buku. Memberi pembatas buku misalnya pembatas buku wayang akan sangat bermanfaat bagi teman kitayang berada di luar negeri atau kepada saudara kita yang masih sekolah.

2. Intip goreng

Intip merupakan makanan sisa atau bisa disebut juga kerak nasi. Intip dihasilkan jika menanak nasi menggunakan kendil dalam waktu lama. Intip tebal atau tipis dapat terbentuk berdasarkan cara menanak nasi. Intip goreng ini juga dapat kita jadikan sebagai oleh-oleh khas Indonesia.

3. Sale pisang

Ini merupakan makanan yang berasal dari buah pisang yang diiris tipis lalu dijemur supaya dapat mengurangi kadar air dan dapat tahan lama. Pisang sale ini beragam pengolahannya, ada yang bisa langsung dimakan dan ada yang digoreng terlebih dahhulu menggunakan tepung. Sale pisang ini merupakan oleh-oleh dari daerah Karang Pucung sdan Majenang Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah.

4. Pakaian motif Batik

Kain batik merupakan salah satu identitas Indonesia. Bahkan beli batik kini sudah mudah, cepat, dan aman bahkan Anda dapat membeli kain batik dengan beragam corak, warna serta modelnya. Jika kita menginginkan batik yang benar-benar hasil kerajinan tangan kita dapat membeli batik tulis namun memiliki harga yang sedikit lebih mahal.

Cukup unik dan menarik yah pilihan oleh oleh khas dari Indonesia yang bisa dibawa untuk keluarga atau kerabat di luar negeri.

Wujudkan Kenyamanan Keluarga dan Hemat Energi dengan AC Daikin Inverter

SUAMIBIJAK.COM - Naiknya tarif daya listrik (TDL) R-1/900 VA yang dilakukan pemerintah  dengan embel-embel Rumah Tangga Mampu atau RTM sudah ditetapkan mulai bulan Juni-September 2017. Meskipun di kalangan masyarakan menuain pro dan kontra, tetap saja masyarakat harus mengikuti aturan main pemerintah.


Sebagai rakyat biasa, tentu saja kenaikan listrik ini mengagetkan saya sebagai kepala rumah tangga.
Naiknya tarif listrik memengaruhi rasa kenyamanan keluarga. Pasalnya, listrik menjadi nilai tambah saat berkumpul bersama keluarga.

sumber: listrik.org
Berbicara kenyamanan dan juga listrik, saya akan berbagi Tips Bijak bagaimana mewujudkan Kenyamanan Keluarga dan Hemat Energi dengan AC Daikin.

Ya. Kita sepakat bahwa kenyamanan adalah hal yang sangat spesial bagi setiap keluarga. Salah satu kenyamanannya adalah di saat berkumpul bersama keluarga, rumah dengan kondisi yang adem, nyaman dan sejuk.

Tapi, suasana akan berbalik saat menghadapi cuaca yang sangat panas. Rasanya ingin melarikan diri dan butuh sesuatu yang dingin.

Jangan takut, kenyamanan akan kembali menghampiri jika kita memilih alat pendingin sebagai solusinya.
Ya. AC Hemat Energi adalah solusi yang terbaik buat kita.

Dulu Juga Ada AC, Kok Masih Tetep Panas?


Dari waktu ke waktu, bumi kita semakin panas. Ini karena lapisan ozon yang semakin menipis.

AC menjadi salah satu sebab pengikisan lapisan ozon.

Sepakat?

Baik, dahulu AC menggunakan Chlorofluorocarbon (CFC) dan Hidrofluorokarbon (HCFC), dimana mempunyai potensi bisa mengurangi penipisan lapisan ozon dan mengakibatkan pemanasan global.

R-410A atau HFC adalah diadops sebagai pengganti. Karena potensi penipisan lapisan ozon hampir tidak ada. Namun, R-410A masih memberikan kontribusi yang sangat signifkasn terhadap global warming, meskipun lebih baik daripada HCFC.

Tentunya akan lebih sempurna lagi jika pemanasan global terus berkurang, bukan?

Tentu saja.

Sekarang ini,  AC Daikin telah menggunaan Freon R-32. Generasi terbaru  yang bebas dari potensi merusak lapisan ozon. AC rumahan pertama dengan potensi pemanasan global yang sangat rendah.

Kenapa Harus R-32?

1 – Tidak Membahayakan Lapisan Ozon/Ramah Lingkungan

Karena R-32  memiliki nol potensi yang merusak ozon, itu artinya R-32 tidak membahayakan lapisan ozon. Tak hanya itu,  potensi pemanasan global hanya  berkisar 675. Jumlah ini sepertiga dari refrigerant pada umumnya.


Dari data di atas bisa disimpulkan, bahwa Freon R-32 lebih ramah lingkungan. Karena GWP nya yang lebih rendah dan angka index pendinginan yang lebih tinggi. Walaupun, masih memiliki potensi bisa terbakar. Penelitian membuktikan bahwa tingkat ini masih rendah dan aman dipakai.


2 – Sedikit Refrigerant

Selain itu, Freon R-32 hanya memerlukan sedikit refrigenat  untuk mengoperasikannya. Mudah disisi ulang, tanpa ada diisi ulang. Dan sudah dipastikan ramah lingkungan.

Sudah empat dekade, sejak tahun 2013, Daikin telah bekerjasama dengan produsen AC utama di Jepang untuk mengadopsi Freon R-32 sebagai refrigerant yang umum digunakan oleh khalayak.

Orang Jepang kebanyakan sudah menggunakan Freon R-32. Bahkan, penggunaan Freon R-32 sudah menyebar sampai ke Eropa dan Australia.

Mulai sekarang kita akan melihat lebih banyak  Freon R-32 AC di seluruh dunia, termasuk di Indonesia dengan Daikin sebagai pelopor  inovasi akan sadar kesehatan dan lingkungan.

Lebih tepatnya, untuk kesehatan kita yang lebih baik, dan orang yang kita cintai dan untuk melindungi lingkungan kita mari kita menggunakan dan sebarkan Kalau AC ya Daikin.

3 Keunggulan AC Daikin Inverter


AC Daikin Inverter diciptakan untuk hadirkan kesejukan maksimal dengan pemakaian listrik minimal, sehingga kita bisa berhemat untuk mewujudkan lebih banyak lagi keceriaan keluarga.

Setidaknya ada 3 Keunggulan AC Daikin Inverter:

1. Cepat Dingin



Ini ada fakta mengenai AC Daikin yang teknologi inverternya dapat mendinginkan ruangan lebih cepat dibandingkan dengan AC Non Inverter.

2. Hemat Energi

Daikin mendapatkan label SKEM dan hampir semua produk mendapatkan 4 bintang sebagai tingkat tertinggi untuk kategori produk hemat energi

3. Ekonomis


Demikian Tips Bijak Cara Mewujudkan Kenyamanan Keluarga dan Hemat Energi dengan AC Daikin Inverter

Semoga Bermanfaat

Saat Dermawan Tertancap di Jiwa Putra

SUAMIBIJAK.COM - Sebut saja Putra. Masih duduk dibangku SD. Beberapa hari yang lalu ia bertambah usia. Sembilan tahun. Jika tahun-tahun sebelumnya ia merayakan ulang tahunnya dengan mengundang teman-temannya, tapi tidak tahun ini.


Uang dari Ayah Bundanya yang sudah dipersiapkan untuk perayaang ulang tahun, ia sedekahkan untuk pesantren impian yang sedang dibangun guru sekolahnya.

Putra rela tidak berpesta ria bersama teman-temannya demi investasi akhirat yang kelak ia pun akan merasakan pahalanya. Padahal bisa jadi ia belum terlalu paham apa makna pahala yang sebenarnya.

Dermawan adalah sikap seseorang yang berbagi karena empati, bukan berbagi karena simpati telah tertancap pada jiwa Putra. Hebatnya ia masih kecil dan tak begitu paham apa itu dermawan?

Jika dermawan sudah tertancap saat kecil, saya yakin kelak dewasa ia tak hanya menjadi kaya harta, tapi juga kaya hati.

Tak hanya itu, peran Ayah Bundanya lebih penting dari kedermawanan Putra. Ayah Bundanya telah sukses dari awal, impiannya mempunyai anak sholeh sudah terjawab dengan sikap anaknya yang jarang dilakukan anak-anak seusianya.

#pesantrenimpian

Ngopivator: Cari Inspirasi Sambil Ngopi di Tanah Suci

SUAMIBIJAK.COM – Ini pertama kalinya saya ngopi di café. Saya lebih enak nyebutnya Kedai Kopi aja. Maklum anak kampung, gaya kekinian model sekarang selalu ketinggalan zaman. Termasuk yang lagi ngetrend saat ini, banyaknya café-café baru. Bermunculan. Termasuk café yang saya kunjungi ini.


Berawal dari seorang sobat - Alfan -  yang sering ngomongin soal kopi saat kami sedang ngopi di kantor. Sobat ini ternyata ikut nge-desain interior café kopi yang sedang dibangun kembali. Katanya, pernah berjalan Cuma lebih fokus bangun usaha Donat Madu. Si Sobat saya ini terus saja ngajak saya untuk sekedar nyicipi kopi khas ala Ngopivator.

Ya. Ngopivator. Sebuah kedai kopi satu-satunya yang ada di ‘Tanah Suci’.  Aslinya. Benar-benar di Tanah Suci.

Right…

Ketika saya tanya sama Ownernya, Muhammad Rikza Nashrulloh, yang ternyata ini teman baru saya waktu berangkat ke Jakarta mengikuti Kopdar Akbar Guru Blogger Nasional bersama Indosat. Ujung-ujungnya ya kopdar juga.

Saya tanya sama Kang Rikza, apa alasan beliau menamakan dengan Ngopivator? Karena biasanya saya sering mendengar dan melihat dengan istilah Motivator, Eduvator, bahkan terakhir ada yang namanya Historivator. Nah, ini ada lagi Ngopivator.

“Filosofinya apa, Kang?”

“Begini, Kang. Biasanya orang setelah minum secangkir kopi suka ada inspirasi. Setelah inspirasi itu dapat, biasanya orang suka ngasih tahu ke orang lain. Tanpa sadar, ia sudah memotivasi orang lain. Maka, saya namakan kedai kopi saya ini Ngopivator.”

Owner NGOPIVATOR, Muhammad Rikza Nashrulloh

Membanggakan, di Ngopivator ini kopi khas Garut yang menjadi primadona. Saya baca dari buku menunya, ada beberapa menu yang disajikan. Ada dua menu andalan: KOPILOSOFI dan KOPITOGRAPHY. Anda tinggal pilih saja.

Ada 3 menu yang bisa Anda pilih dengan kategori KOPILOSOFI ala Ngopivator:

Amis Budi

Kopi Amis Budi ini, kopi yang disajikan menetes pada susu. Paduan manis dan pahit yang diciptakan terasa gurih.

Filosofinya, “Jadilah pribadi yang AMIS BUDI anu handap asor tur teu weléh seuri. Meskipun orang menyapa pahit, balaslah dengan senyum manis.”

Amis Budi itu selalu tersenyum sama orang. Handap asor itu tawadhu alias rendah hati. Ini diambil dari bahasa Sunda.


Handap Asor

Kopi tubruk, lambat laun ampas kopi akan turun “mengendap di handap”

Filosofinya: ampas kopi berada di bawah bukan berarti dia kalah, justru menguatkan cita rasa dan aroma kopi. Begitupun manusia, ketika memiliki sifat Handap Asor (daék ngahormat), bukan berari dia tak terhormat, justru dia menambah derajat.

Ayem Tengtrem

Kopi yang disajikan di téko French Press untuk dinikmati bersama.
Filosofi dari Ayeum Tengtrem ini adalah menikmati kopi se-téko bersama atau berlima, menciptakan suasana Ayem Tengtrem (teu aya rasa hariwang/ tidak ada rasa khawatir) karena kita pasti akan membutuhkan banyak saudara dan kawan.

Tak hanya itu saja, pilihan lainnya juga ada Espresso, Long Black, Macchiato, Piccolo, Flat White, Latte, Caramel, Cappucino, dan Mocha.

Lokasi Ngopivator di Tanah Suci?

Kedai Ngopivator ini tak jauh di pusat kota Garut. Tepatnya di Jalan Ahmad Yani Timur No. 502, Suci, Karangpawitan, Garut. Lebih dikenalnya daerah ini tuh Suci. Jadi jika Anda ngopi di sini sama aja Anda sedang mengikmati kopi di Tanah Suci.

Gimana dengan Harganya?

Soal harga di Ngopivator? Beuh… ini mah Garut, owner lebih cerdas. Ngopivator ini kopi berkelas, harga pas.


Di Ngopivator, selain bisa dijadikan tempat nongkrong anak komunitas, juga dijadikan sebagai  inkubator bisnis. Keren kan?

Menikmati Malam di Alun-alun Sumedang

SUAMIBIJAK.COM - Kota Leutik Campernik, Kota Kecil Nan Cantik. Sumedang. Tanah kelahiran saya yang menyimpan rekam jejak selama numpang hidup di sebuah kota kecil yang pernah dipimpin oleh Pangeran Mekkah.


Satu malam di akhir Ramadhan kemarin, saya ajak istri dan anak-anak berbuka puasa di luar. Masjid Agung Sumedang menjadi lokasi tujuan berbuka.

Adzan Maghrib berkumandang, kami masih di angkutan umum 07. Tepat di tukang Surabi Buta salah satu kuliner pilihan di Sumedang, kami berhenti. Sekalian ta'jil.

Sumedang kini banyak berubah. Tahun ini saya sengaja memilih ikut Shalat Ied di Sumedang. Sudah dua kali lebaran syawal terpaksa di Garut, kebagian jadi Khatib I'ed yang menjadi alasan kuat.

Sumedang benar-benar Campernik - Cantik- dari tahun ke tahuh. Infrastruktur terus diperbaiki di segala sisi. Tugu Air Mancur Binokasi akan sebagai tugu penyambutan para pelancong ketika memasuki kawasan Sumedang Kota.

Lebih cantik lagi ketika kita sudah di Alun-alun Sumedang. Berbeda dengan tahun sebelumnya, alun-alun disesaki para pedaganf kaki lima. Semrawut, kumuh, tak elok dipandang untuk sekelas alun-alun.

Tapi, sekarang berbeda. Kini Alun-alun Sumedang disulap menjadi tempat wisata bagi para pelancong yang sekedar ingin berfoto ria. Apalagi kalau malam hari.

Lampu-lampu dengan rancangan dari besi kecil, dibalut kain berwarna-warni, menambah kecantikan Alun-alun Sumedang di malam hari. Tak menyia-nyiakan kesempatan, mumpung lagi di Sumedang, saya abadikan dengan kamera smartphone.

Tugu Lingga yang berada di tengah alun-alun menjadi magnet para pengunjung. Banyak sejarah dengan Lingga itu. Salah satunya, pernah saya dengar kisah orang tua dulu, bahwa di bawah Lingga itu ada terowongan bawah tanah yang menjadi jalan dari Pendopo menuju Gunung Kunci.

Menikmati Malam di Alun-alun Sumedang menjadi wisata keluarga gratis. Bahkan tak hanya itu, khususnya bagi saya, bisa mengenalkan sama anak-anak, ada banyak pelajaran di sekitar alun-alun.

Tugu Lingga yang menjadi bukti, bahwa ada sejarah Sumedang di dalamnya.

Berbagi di Bulan Ramadhan, Bahagia di Hari Lebaran

SUAMIBIJAK.COM - Ramadhan tak hanya menjadi berkah bagi setiap muslim yang melaksanakan titah wajib dari Khaliknya. Tetapi, ramadhan menjadi media berbagi bagi mereka yang memiliki empati lebih.

Tidak sedikit keistimewaan dan keutamaan – keutamaan yang terkandung di bulan penuh berkah ini. Awal Ramadhan dipenuhi rahmat Allah, pertengahannya dibentangkan ampunan dan akhir Ramadhan sebagai pembebas dari siksaan api neraka. 

Acara Santunan Yatim Dhuafa. (Dok. Pribadi)
Saya bersyukur, Allah takdirkan kepada saya menjadi bagian dari tangan-Nya. Menjadi relawan sebuah perpustakaan dhuafa di kampung adalah tantangan bagi saya. Kini mereka bisa merasakan dan menikmati buku-buku bacaan bermutu. 

Tak hanya itu, saya sebagai pelayan mereka mencoba untuk terus berinovasi dengan program kegiatan tambahan dari sekadar hanya baca saja. Salah satunya, menjadikan perpustkaan dhuafa ini sebagai pusat kegiatan belajar gratis anak-anak yatim piatu dan kurang mampu.


di bulan Ramadhan ini, program spesial selalu diselenggarakan yaitu Menebar Kebaikan di Bulan Ramadhan dengan konsep Ceria Ramadhan Bersama Qur’an, disingkat CeriaQU.

CeriaQU merupakan pesantren kilat ramadhan, dimana anak-anak yatim dhuafa tidak hanya mengkaji ilmu agama saja. Tetapi, mereka juga diajarkan untuk mengkaji lingkungan.
AJAK BERMAIN. dari kiri: Adiba, Saya dan 3 Yatim kakak beradik (kanan)
Saya mencoba mengajarkan kepada mereka dengan Ramadhan Berani Berbagi - berbagi kasih sayang - artinya mereka yang remaja harus bisa mengasuh adik-adiknya. Dengan pola Silih Asah Silih Asih Silih Asuh. Terbukti dengan berani berbagi ini, rasa persaudaraan diantara mereka begitu kuat. Selayaknya kakak beradik satu bapak satu ibu. 

Disela-sela waktu senggang, saya ajak mereka untuk mengkaji masyarakat setempat. Keliling kampung, memerhatikan kehidupan orang lain dari segi ekonomi. Tak jarang kami terus belajar memantaskan diri menjadi pribadi yang bisa bermanfaat untuk orang lain. Karena dari mustad’afiin (lemah ekonomi) ada sejuta keberkahan do’a yang tanpa ada halangan. 


Aktivitas di waktu siang saya cukup padat, karena tiap hari harus mengasuh, mengajarkan alif ba ta tsa dari siang sampai sore. Malam hari setelah manghrib waktu saya agak longgar, maka saya manfaatkan untuk blusukan secara bergilir ke 5 kampung; Hegarmanah, Lunjuk Girang, Citangtu, Pataruman dan Cihaur.

blusukan malam bagikan sembako. dok. pri
Berbagi alat sekolah kepada anak yatim dhuafa, pun berbagi sembako kepada orang tua papa yang uzur. Kegiatan kami tidak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan Sekolah Relawan.


Belanja Bareng Yatim Dhaufa ke Kota


Belanja bisa jadi perkara biasa dan tidak begitu istimewa bagi kebanyakan orang. Tapi tidak dengan saya dan juga anak-anak yatim dhuafa yang saya asuh. Jika ada cukup uang, saya ajak anak-anak secara bergiliran ke kota untuk belanja keperluan mereka. Jarak dari rumah ke kota harus merelakan waktu 1 jam lebih dengan naik angkutan umum.


Jika sudah begini, mereka telihat sumringah. Karena tidak tiap minggu mereka bisa belanja, apalagi tiap hari. 


Sungguh… Nikmat rasanya bisa membahagiakan mereka meskipun hanya mengajak ke kota. Saya bisa menangkap perasaan mereka, “belanja belakangan, pergi ke kota saja masih untung.”

BAHAGIA. Ajak Yatim Dhuafa Belanja ke Kota. (Dok. Pribadi)
Biasanya saya ajak anak-anak belanja ke kota tiga hari sebelum lebaran. Tujuannya supaya perasaan mereka pun sama dengan anak-anak yang mampu akan harta, yaitu hak mereka pun sama: Bahagia di Hari Lebaran.

Kemampuan saya sebagai relawan sangat-sangat terbatas. Namun, saya diingatkan oleh Sekolah Relawan, “Ingat Berbagi, Ingat Sekolah Relawan.” Ternyata saya tidak sendiri. Ada ribuan relawan lain yang sama-sama berjuang untuk terus membuat anak-anak yatim dhuafa tersenyum bahagia.


Semoga dengan membahagiakan anak yatim dhuafa dengan butir-butir kebaikan, menjadikan lautan kebaikan tak terhingga di Surga-Nya.


Janji Nabi shallalhu ‘alaihi wa sallam:

“Siapa orang yang meletakkan tangannya di atas kepala anak yatim dengan penuh kasih sayang, maka Allah akan menuliskan kebaikan pada setiap lembar rambut uyang disentuh tangannya.”

Ketika Palu Sudah Diketuk

SUAMIBIJAK.COM - Keputusan cerai terkesan semakin mudah. Ketuk palu di persidangan seakan gampang diayunkan. Perkara halal yang dibenci Allah ini menjadi akhir dari sebuah pernikahan ketika perjalanannya tidak seperti yang diharapkan.



Mahligai rumah tangga yang sejatinya ingin meraih sakinah mawadah wa rahmah, ternyata tak mudah dijalani. Selalu saja banyak kerikil penghalang yang harus dilalui. Maraknya fenomena perceraian dalam rumah tangga melatarbelakangi Asma Nadia mengumpulkan kisah nyata dengan tema perceraian ini (hlm vi).

Jangan Bercerai Bunda akan menggiring hati pembacanya bercampur aduk. Terharu, bersyukur, kecewa bahkan marah tiada tara. Diambil dari berbagai sudut pandang berbeda yang dibundel dalam kumpulan kisah nyata dengan tema perceraian yang ditulis oleh 16 penulis yang sebagian besar peserta Asma Nadia Writing Workshop.

Dunia saya hancur berkeping-keping. Mereka ternyata telah menikah beberapa tahun sebelum kami menikah. Saya hanya bisa menangis sambil memeluk Ray, demikian Akhi Dirman Al Amin berkisah (hlm 5).
Konflik dalam rumah tangga yang disebabkan berbagai faktor. Ketidak setiaan, cinta lama bersemi kembali, bertahun-tahun tidak mempunyai keturunan, cinta lokasi, bahkan perbedaan keyakinan hadir dalam buku setebal 298 ini.

Buku yang diterbitkan AsmaNadia Publishing House ini memuat 18 kisah yang mewakili berbagai permasalahan rumah tangga yang ada di sekitar kita. Mengajak kita untuk belajar dari pengalaman orang lain, bersikap logis dan objektif. Permasalahan rumah tangga selalu saja menyisakan pembelajaran bagi siapa saja, baik yang sudah menikah maupun yang belum. 

Maka, buku yang ditulis Asma Nadia dan kawan-kawan ini sangat cocok bagi mereka yang ingin terhindar dari perceraian, atau pasangan yang berada dalam situasi dilema tak terpecah. Buku ini obat mujarab untuk menguatkan mereka yang terpaksa harus menempuh jalur perceraian.

Judul buku   : Jangan Bercerai Bunda
Penulis       : Asma Nadia, dkk
Penerbit     : AsmaNadia Publishing House
Cetakan     : Pertama, September 2013
Tebal Buku : xiv + 298 halaman
ISBN         : 978-602-9055-20-7
Harga         : Rp. 55.000,-

*) Roni Yusron Fauzi, Pegiat Literasi. Saat ini mengasuh Perpustakaan Dhuafa Rumah Baca Asma Nadia Garut dan Klub Literasi Digital Kalamuna

Tulisan ini pernah dikirim ke Koran Kedaulatan Rakyat, Yogyakarta
Tanggal 4 September 2013

Berani Kotor Demi Kebahagiaan Si Kecil

SUAMIBIJAK.COM - Lepas perpisahan TK IQRO, Adiba merengek pengin liburan.

"Ayo Abi atuh kita liburan!!!"

Saya senyum aja.

"Udah Shalat Ashar kita liburan ya..." ajak saya.




"Beneran? Ke Sumedang kan?" ngabérébét pertanyaan Adiba.

"Kita lihat aja nanti..." sengaja Adiba dibuat penasaran.

Barang-barang yang akan dibawa sudah dipersiapkan. Termasuk perahu kertas.


"Come on...!!!" ajak saya. 

Adiba dan Afifa sudah siap penuh semangat.

"Kemana kita, Bi?" tanya mereka.

"Liburannya kita ke sawah aja ya?"

Sawah seluas 500 tumbak depan Rumah Qur'an dijadikan objek liburan sore ini.

Mereka liburan dengan gaya mereka. Bermain air, lamokot ku 'leutak', bertemu dengan keluarga keuyeup yang sama lagi asyik.

Cukup beberapa menit saja liburan sore ini. Menyisihkan waktu buat anak itu wajib.

Pendidikan parenting tak harus mengikuti seminar. Praktiknya sangat sederhana sekali.

Orang Tua Wajib Memiliki Guidebook Ramadhan for Kids Ini

SUAMIBIJAK.COM - Guide Book Ramadhan for Kids adalah panduan bagi orang tua untuk mendampingi anak mengisi waktu di bulan suci ramadhan.


Perencanaan ini ditujukan untuk anak usia sekolah usia6-7 tahun ke atas, meskipun demikian tetap dapat digunakan untuk semua usia, tentunya dengan penyesuaian materi dan pendekatan yang berbeda.

Guidebook Ramadhan for Kids ini berisi:

  1. Tips bagi orang tua
  2. Penanda Harian
  3. Checklist Aktifitas Ibadah
  4. Silabus Topik Harian
  5. Ide Quality Time
Baca: Tips  untuk Orang Tua Dampingi Anak Beribadah di Bulan Ramadhan

Untuk memiliki Guide Book Ramadhan for Kids berupa E-Book sila di sini:
download guidebook ramadhan 2017
Semoga bermanfaat


Tips Bijak Memilih Peluang Bisnis Rumahan untuk Ibu Rumah Tangga

SUAMIBIJAK.COM - Jika pintar memanfaatkan era digital saat dihubungkan dengan bisnis. Maka, membuka bisnis rumahan benar-benar menjadi peluang besar bagi ibu rumah tangga.

Namun, karena banyaknya peluang bisnis yang bisa dilakukan di rumah, ibu-ibu rumah tangga harus bijak memilihnya. Supaya, tugas sebagai ibu rumah tangga tidak terabaikan.


Berikut ini Tips Bijak memilih bisnis rumahan atau usaha tanpa keluar rumah yang bisa menjadi bahan referensi:




#1. Bijak Memilih Jenis  Usaha sesuai dengan Minat

Saya mempunyai rekan, seorang Mompreneur alias ibu rumah tangga yang membuka usahanya di rumah. Berawal dari hobinya ngemil, mompreneur ini memutar otak, "Gimana caranya saya bisa mengahasilkan uang tanpa mengganggu fitrah sebagai seorang istri?"

Dengan niat yang baik, didorong dengan keyakinan kuat, mompreneur teman saya ini bisa meraup puluhan, bahkan ratusan juta per bulannya.


Baca:  Dian Aryanti, Mompreneur Pemenang Danamon Social Entrepreneur Awards 2016 



#2. Jangan Sepelekan Keahlian Anda, Karena itu Bisa Jadi Sumber Penghasilan


Ya. Saya yakini, jangan pernah menyepelekan perkara yang kecil. Sebelum menjadi besar, ada sekumpulan perkara yang kecil-kecil.


Bisa jadi sekarang ahli, jago bisnis. Tapi perlu diingat mereka yang kini dianggap sukses berbisnis, awalnya adalah sering belajar dari kegagalan, termasuk memanfaat keahlian yang sangat sedikit.


Salah satunya saya pribadi. Punya sedikit keahlian desain gratis, Corel DRAW dan Photoshop, saya berani membuka jasa layanan desain grafis: Kartu Nama, Spanduk, Banner, Brosur Sekolah sampai Profil di Instagram atau media sosial lainnya.


Ini contoh untuk foto profil yang cukup sederhana tapi keren di Instagram:



 kalamuna


#3. Karena Ini Bisnis Rumahan, Lakukanlah di Rumah


Ya. Namanya bisnis tak harus dilakukan di luar rumah. Rumah adalah aset bagi pelaku bisnis atau calon pebisnis yang cerdas. Cerdas memanfaatkan asetnya untuk menambah aset lainnya. 


Lebih cocok lagi bisnis rumahan dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga. Terlepas apakah ibu-ibu di kota maupun di kampung. 


Chocolifa, Cholenak, Cemilan KKN adalah brand bisnis rumahan yang ada di kampung.


Baca untuk memotivasi Anda: Berawal dari Tugas Kuliah, Ibu Muda Cantik ini Punya Penghasilan Puluhan Juta dalam satu Bulan

Kumpulan Kata Bijak Salman Al Farisi

SUAMIBIJAK.COM - Salman Al Faris adalah salah satu dari 124.000 sahabat Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam. Gurunya sangat bijak, tentu tertular kepada para muridnya (sahabat nabi).

Dalam kitab Al Mukhtar min Kalam Al Akhyar, buah karya As Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki Al Hasani, kata-kata bijaknya direkam.


Perumpamaan Hati dan Jasad

Hati dan Jasad adalah seperti orang buta dan seorang yang lumpuh memasuki kebun. Si Lumpuh berkata kepada Si Buta, "Aku bisa melihat buah-buahan yang ada di kebun ini, tetapi tidak bisa memetiknya. Karena aku lumpuh. Kau tidak melihatnya, tetapi engkau tidak lumpuh. Gendonglah aku!"

Si Buta menggendong Si Lumpuh. lalu, Si Lumpuh dengan gesit memtik buah-buahan itu. Kemudian mereka berdua memakannya.

Jika Ruh dan Jasad bekerjasama untuk bermaksiat kepada Allah, maka keduanya layak untuk mendapat siksa.

Perumpamaan Orang Mu'min di Dunia

Ilmu itu luas, sedangkan umur kita pendek. Oleh karena itu, pilihlah ilmu yang sangat kamu butuhkan bagi agamamu dan tinggalkan yang lain.

Perumpamaan seorang Mu'min di dunia ini adalah seperti seorang pasien di tangan perawatan dokternya. Ketika si pasien menginginkan sesuatu, sang dokter melarangnya. Setelah si pasiean sembuh, barulah sang dokter mengizinkannya.

Begitu pula seorang Mu'min. Terkadang ia menginginkan sesuatu yang dimiliki orang lain, tetapi Allah tidak mewujudkan keinginannya tersebut hingga ia meninggal dunia dan masuk surga. Sebab kalau diberikan di dunia, bisa jadi akan membuat ia tersesat.

Baca juga Kata-kata Bijak lainnya:

3 Hal yang Membuat Heran & 3 Hal yang Membuat Sedih

Salman Al Farisi pernah berkata,

Tiga kelompok manusia yang membuatku heran hingga tertawa:

Pertama, orang yang senantiasa meng-angan-angan-kan dunia, padahal kematian selalu mengejarnya.

Kedua, orang yang lalai, padahal semua perbuatannya tidak akan dilalaikan.

Ketiga, orang yang tertawa, padahal ia tidak tahu, Allah Yang Maha Memelihara alam semesta, murka atau ridha kepadanya.

3 Hal tang membuatku sedih hingga menangis:

Pertama, perpisahan dengan Nabi Muhammad shalallhu 'alaihi wa sallam dan para sahabat beliay.

Kedua, Kedahsyatan hari kiamat.

Ketiga, saat berada di hadapan Allah, aku tidak tahu di mana tempat kembaliku, Surga atau Neraka?

Kata-kata Bijak akan mampu mengubah kita menjadi pribadi yang lebih baik.

Penting Mana: Belajar atau Bermain?

SUAMIBIJAK.COM - Kebanyakan dari kita sebagai orang tua menganggap bahwa belajar jauh lebih penting daripada bermain. Alasannya klasik. Karena dengan belajar dipandang satu-satunya untuk mengantarkan anak-anak kita sukses. Kita beranggapan bahwa masa depan yang cerah itu identil dengan sukses dalam berkarier, maka belajar menjadi kegiatan yang dianggap penting. Bisa jadi sama pentingnya dengan bernafas.


Sementara bermain
Bermain dianggap sebagai perbuatan tercela. Sangat identik dengan kemalasan. Banyak dari kita selaku orang tua, khususnya ibu. Merasa bangga kalau anaknya giat belajar. Pola pikirnya memandang bahwa “kesuksesan anak selalu diukur dengan indeks prestasi belajarnya.” Semakin tinggi nilai raportnya, semakin sukseslah anak di mata kita.

Bertahun-tahun kita percaya bahwa kesuksesan akademik itu identik dengan kesuksesan dalam bekerja. Kita pula dipaksa percaya bahwa keberhasilan seseorang itu dilihat dengan tingginya IQ atau Intelligence Qutient.

Bahkan, kita “memaksa” mereka dengan motivasi yang terlihat benar, sejak kecil anak-anak harus bisa baca tulis dan berhitung (calistung) sejak dini, padahal bisa jadi menurut pakar parenting itu adalah salah.  Atau kita sering memaksakan anak kita supaya selalu juara satu di kelasnya. Jika tidak, mereka wajib mengikuti les privat dan bimbingan belajar. 

Tak sedikit pula, kita orang tua sibuk mencari tempat kursus pencarian bakat.  Dengan harapan mereka bisa masuk ke dalam acara “idol-idolan” di televisi. Yang paling miris, kita pasti melihat di tayangan televisi, anak-anak yang berlenggang lenggok, menyanyikan lagu-lagu orang dewasa. Yang belum pantas untuk usia mereka.

Semoga kita semakin bijak dalam mendidik anak bahwa Belajar dan Bermain adalah perbuatan baik jika kita mampu mendampingi anak-anak dengan baik pula.

Semoga bermanfaat.